SkyscraperCity banner

761 - 766 of 766 Posts

·
Registered
Joined
·
2,843 Posts
PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC telah menggelontorkan sekitar Rp1,5 triliun dari total investasi pembangunan terminal Kijingsenilai Rp2,7 triliun

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya memproyeksikan dengan kucuran dana tersebut, penyelesaian tahap pertama bisa rampung pada Agustus 2020

Saat ini sudah mencapai sekitar Rp1,5 triliun dari total Rp2,7 triliun. InsyaAllah Agustus ini selesai tahap 1

Elvyn membeberkan proyek terminal Kijing menjadi salah satu dari fokustiga rencana ekspansi dan penyelesaian IPC pada tahun ini. Sejauh ini, tuturnya, progres pembangunan pada tahap pertama telah mencapai 45 persen

Elvyn menjabarkan Kijing direncanakan sebagai pelabuhan terintegrasi.Pelabuhannya, sebut dia, akan terdiri atas pelabuhan multi purpose, personal multi purpose terminal container, terminal bulk

Pelindo II melengkapi terminal dengan fasilitas bongkar muat cair (liquid) selain peti kemas dan multipurpose. Terlebih, di kawasan sekitar terminal banyak produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)

IPC juga telah merancang adanya area industri pada bagian belakang terminal tersebut

Keberadaan area industri tersebut untuk memudahkan memproduksi barang-barang tertentu sehingga mempermudah dan memperbanyak arus keluar masuk barang

Setelah selesai secara keseluruhan, Terminal Kijing diproyeksikan mampu menangani bongkar muat peti kemas sebanyak 1,95 juta TEUs per tahun. Adapun, kapasitas terminal cair mencapai 12,1 juta ton per tahun

Kapasitas curah kering mencapai 15 juta ton per tahun. Sementara, kapasitas terminal multipurposesebesar 1 juta ton per tahun

Selain terminal Kijing, IPC pada tahun ini akan menyelesaikan terminal Kali Baru di Jakarta Utara dan segera memulai pengembangan pembuatan kanal di jakarta atau Tanjung Priok - Bekasi yang khusus untuk mendistribusikan barang-barang melalui kanal tersebut

Di luar itu, IPC tengah menawarkan sejumlah proyek untuk kemungkinan bekerja sama dengan pelabuhan pelabuhan lain di Asean

Elvyn mengatakan salah satunya adalah kerja sama lebih jauh dengan operator pelabuhan di Malaysia, yakni Sabah dan Serawak

Selain itu kami harapkan Sabah ini juga bisa bekerja sama dengan kita untuk peningkatan arus balik keluar masuk antara Indonesia - Malaysia khususnya Malaysia Timur, yaitu Sabah dan Serawak
http://instagr.am/p/p%2FB9bshCCHoVW/ https://www.instagram.com/p/B9bshCCHoVW/
 

·
Registered
Joined
·
103 Posts
Berita lama, semoga saja bisa ter realisasi :D Bisa mobilan ke negeri jiran

Roro Dumai-Melaka Beroperasi Oktober
RIAU | Rabu, 19 Februari 2020 - 09:43 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Roro yang akan menghubungkan antara Dumai-Malaka ditargetkan akan beroperasi pada Oktober 2020 mendatang. Jelang pengoperasian tersebut, Pemerintah Provinsi Riau saat ini masih melakukan perbaikan di pelabuhan Dumai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Taufik OH mengatakan, perbaikan berupa peningkatan kapasitas dikarenakan kapal Roro yang akan bersandar berukuran besar. Karena selama ini, pelabuhan Dumai tersebut hanya melayani rute domestik saja.
"Untuk peningkatan kapasitas pelabuhan tersebut, saat ini kami sedang mempersiapkan dokumen lelang untuk pekerjaan proyek peningkatan pelabuhan Sri Junjungan di Dumai," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dengan ditambahnya kapasitas pelabuhan tersebut, maka diharapkan nantinya pelabuhan tersebut bisa digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dari kapal yang berkapasitas 1.500 GT hingga 3.000 GT.
"Kalau dengan kondisi pelabuhan yang sekarang itukan baru untuk kapal berkapasitas 400 GT. Makanya perlu ditingkatkan lagi supaya kapal yang kapasitasnya 1500 GT sampai 3000 itu bisa menggunakan pelabuhan itu," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap proses pekerjaan pelabuhan Roro Dumai-Malaka bisa selesai dikerjakan sebelum Oktober 2020. Sebab sesuai kesepakatan delegasi pemerintah indonesia dengan malaysia, Roro Dumai-Malaka dioperasikan Oktober 2020.
"Mudah-mudahan bisa segera selesai lelang, sebelum Oktober harus sudah selesai, karena progres di IMTGT terakhir disepakati oleh delegasi malaysia, Indonesia dan Thailand, Roro Dumai - Malaka itu harus dioperasikan di Oktober 2020 ini," sebutnya.
Untuk fasilitas pendukung pelabuhan, menurut Taufiq, hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak pemerintah kota (Pemko) Dumai. "Fasilitas pendukung itu tanggungjawab Pemko Dumai disuport oleh kementrian," ujarnya.(sol)

 
761 - 766 of 766 Posts
Top