Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 24 Posts

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #2 ·






^^ lucu juga designya..dari samping bodynya kaya di tempelin bekas atap rumah orang gitu...hahahaha..pisssssss..saya cuma bercanda. setelah penyempurnaan2 berikutnya pasti nih APC tambah mancung deh.



^^^ inside view dari APC AMFIBI..
 

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #5 ·
KERJASAMA KONSORSIUM PENELITIAN KAPAL PERANG NASIONAL TYPE DESTROYER TAHUN 2012 – 2014 (AAL – ITS – UI – ITB – UNS – PENS)

Indonesia masih belum mandiri dalam bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista). Dengan berbekal keinginan yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan sistem pertahanan nasional, ITS melalui Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional (KPKPN) menggagas pembuatan kapal perang anti radar. Tak tanggung-tanggung, riset ini didanai pemerintah senilai Rp 1,8 Miliar tiap Tahunnya. ITS tak bekerja sendiri, mengingat riset ini adalah riset nasional, maka ITS dibantu oleh beberapa perguruan tinggi negeri lain. Yaitu Akademi Angkatan Laut (AAL), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Konsorsium ini bermula dari workshop inisiasi bidang kapal perang yang dilaksanakan Agustus 2011 lalu. Dari workshop itulah ITS mengambil langkah lebih lanjut terkait penelitian kapal perang tersebut. Termasuk pembuatan proposal untuk kemudian diajukan ke pemerintah. ''Pembuatan proposal untuk konsorsium ini telah selesai sejak akhir tahun 2011,'' ungkap Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, Ketua KPKPN. Baru seteleh itu, digelar workshop nasional bidang kapal perang pada akhir Februari lalu. Penggarapan kapal perang ini dibagi menjadi tujuh kelompok kerja berdasarkan bagian kelengkapan kapal. Ketujuh kelompok kerja tersebut masing-masing menangani karakterisasi komposit, metalurgi fisik, ship standard and Mission Requirement, auto pilot, steering control, material untuk radar dan Combat Material System (CMS). Dari pembagian tersebut, Mayor Laut (E) Oman Sukirman, M.T dari AAL berperan dalam kegiatan Ship Standard and Mission Requirement serta pengumpulan data primer, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo dari UNS turut serta dalam pembuatan karakterisasi komposit. Sedangkan metalurgi fisik ditangani oleh Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan dari UI. “Kapal yang banyak sekarang ini sebagian besar merupakan produk-produk lama. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika Indonesia terus menerus bergantung pada negeri lain padahal potensi dalam negeri sangat besar” papar Bpk. Mayor Oman dalam paparan sesi ke-2 workshop di Nasdec (22/2). Keunggulan kapal perang ini nantinya yaitu dibuat dengan material anti radar. ''Anti radar baru pertama kali diterapkan di pesawat tempur Amerika. Konon wartawan tidak bisa mendekat dari jarak 100 meter,'' jelas Drs Mochamad Zainuri M.Si yang juga ditemui saat konferensi pers diskusi ilmiah di Nasdec (22/2). Zainuri yang telah meneliti bahan anti radar sejak tahun 2005 itu mengungkapkan bahwa material anti radar yang digunakan pada kapal tersebut dibuat dari pasir besi. Hingga saat ini, material tersebut telah berhasil dibuat dan dapat menyerap radar hingga 99 persen. “Kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi besar, tentu sangat mengangkat bendera AAL dimata akademisi di seluruh Indonesia. Apalagi kerjasama besar ini hanya melibatkan perguruan tinggi yang memiliki peneliti-peneliti yang dianggap oleh Kementerian Ristek paling berkompeten” kata Gubernur AAL laksda TNI Agus Purwoto. Jenderal berbintang dua ini menegaskan pula bahwa dirinya sangat mendukung bentuk kerjasama ini apalagi bila melibatkan Kadet dan Dosen AAL secara aktif. “Hal tersebut guna lebih meningkatkan kemampuan analisis para Dosen AAL maupun Kadet, serta lebih menimbulkan kemauan untuk mengembangkan Alutsista yang ada khususnya milik TNI AL” tegas orang nomor satu di AAL ini. http://www.aal.ac.id/index.php?o ... mp;catid=34:akademi
 

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #9 ·
Flexible Evolution shoes: Mahasiswa Surabaya Ciptakan Sepatu Multi Ukuran

SURABAYA – Bisa jadi ini adalah temuan pertama di dunia, atau paling tidak di Indonesia. Seorang mahasiswa Universitas Surabaya berhasil menciptakan sepatu yang bisa digunakan untuk berbagai ukuran kaki.
Temuan tersebut bisa jadi solusi bagi siapa pun yang ukuran kakinya berubah dan sulit mencari sepatu yang bisa “mengikuti” perkembangan kaki itu.


Sepatu berukuran fleksibel itu dibuat I Gusti Ngurah Putra Adisthanaya dengan menempatkan tuas di bagian bawah sepatu. Tuas tersebut bisa menggerakkan bagian tengah sepatu hingga maju-mundur untuk tambahan ukuran sebesar enam milimeter.


“Karya saya itu mendapat juara pertama dalam lomba Desain Kulit dan Produk Kulit 2012 yang diselenggarakan Disperindag Jatim pada 1-30 Oktober lalu,” kata mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk, Fakultas Industri Kreatif Ubaya, I Gusti Ngurah Putra Adisthanaya, Senin (26/11).
Didampingi dosen pembimbingnya, Kumara Sadana Putra, mahasiswa berdarah Bali kelahiran Surabaya pada 2 April 1990 itu menjelaskan ukuran sepatu yang bisa diatur secara fleksibel melalui tuas itu adalah 40 hingga 45.


“Tuas di bagian bawah sepatu itu mirip sliding flasdisk yang bisa diatur maju-mundur, lalu pada tuas itu juga ada kuncinya, sehingga kalau ukuran diubah menjadi 43 dan dikunci, maka ukuran 43 itu tidak akan bergeser atau ukurannya berubah,” katanya.


Menurut mahasiswa yang akrab disapa Destha itu, dirinya hingga kini belum menemukan model sepatu seperti itu. Karena itu, ia akan mematenkan karyanya dan setelah hak paten keluar sepatu tersebut akan diproduksi secara massal bekerjasama dengan dunia industri.


“Motif sepatu yang saya ikutkan lomba itu saya beri gambar Batik Jlamprang atau batik Jawa Timur bermotif Pekalongan. Motif Jlamprang itu saya aplikasikan di bagian samping sepatu dengan kombinasi warna hijau dan merah muda yang cocok untuk wanita,” katanya.


Sepatu yang diberi nama Flexible Evolution Shoes itu mengalahkan 96 karya dalam kategori lomba Sepatu Casual Wanita. Gagasannya berawal dari pengalaman saat membeli sepatu di mal.


“Saat itu ada seseorang yang cukup tinggi dan ingin membeli sepatu yang sama, tapi tidak ada ukurannya. Pengalaman itu membuat saya berpikir untuk mendesain sepatu yang fleksibel atau ukurannya bisa diatur,” katanya.


Setelah itu, dirinya merancang prototipe sepatu fleksibel yang digunakannya saat berangkat kuliah. Itu membuat banyak teman mahasiswa yang penasaran dan ingin melihatnya. “Dari ketertarikan itulah, saya akhirnya iseng-iseng ikut lomba dan ternyata menang,” kata peraih hadiah trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp7 juta itu.


Setiap tahun, Disperindag Jatim mengadakan lomba serupa. Destha juga bukan kali pertama ikut serta dalam lomba desain produk kulit itu. Pada 2009 ia meraih posisi juara kedua melalui desain sepatu pria yang berjudul dryfash. Tahun 2011 kembali dia menjadi juara kedua desain sepatu pria berjudul Airshoes.



Dalam perlombaan yang sama dan kategori yang sama pula, juara ketiga diraih Putra, dosen pembimbing Destha, yang membuat desain sepatu dan diberi nama Pivot.

“Saya mendesain sepatu Pivot terinspirasi saat melihat teman hendak wudhu. Teman saya terpaksa menginjak bagian belakang sepatu (back vamp) untuk keperluan mengambil air wudhu,” kata dosen yang baru saja merampungkan studi strata 2 di Milan, Italia itu.


Desain sepatu Pivot dirancang dapat memutar back vamp (bagian belakang sepatu) ke upper vamp dengan bantuan sumbu putar pada bagian sepatu yang dekat dengan mata kaki. (Antara/sae)
source: http://www.kabar24.com/index.php/fl...asiswa-surabaya-ciptakan-sepatu-multi-ukuran/

:applause: mahasiswa yang doyan tauran pasti gak bisa kaya gini.

Mahasiswa Surabaya Ciptakan Kursi Roda Pintar

SURABAYA– Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Wahyu Mohammad Ihsan dan Arif Priyanto, menciptakan kursi roda pintar untuk mempermudah penyandang cacat melakukan aktivitas.


“Kursi roda yang kami sebut Reconfiguration Wheel Chair itu merupakan hasil riset kami selama setahun untuk tugas akhir,” kata Arif yang bertugas merancang mekanik, mengatur kecepatan, dan mobilitas itu di Surabaya, Sabtu (21/7).


Didampingi rekannya Wahyu yang membuat mekanik dan kontrol lengan untuk mengatur ketinggiannya, dia menjelaskan kursi roda yang dikontrol menggunakan remote itu dapat diposisikan ketinggiannya sesuai kebutuhan pengguna.


“Setidaknya, ada tiga tingkatan transformasi, yaitu transformasi minimum, strandar, dan maksimal,” kata mahasiswa semester akhir jurusan Mekatronika PENS itu.


Menurut Wahyu, pengaturan itu membuat penyandang cacat tidak perlu meminta bantuan orang lain bila ingin mengambil benda, misalnya untuk mengambil benda yang letaknya di atas, seperti buku di rak lemari.
“Kursi roda itu juga dapat membantu menaikkan penggunanya hingga setinggi orang berdiri dan jika benda terjatuh atau posisinya di lantai, maka kursi pun dapat disetel dengan diturunkan menggunakan remote, agar pengguna dapat mengambil benda tersebut,” katanya.


Kursi roda itu dioperasionalkan dengan menggunakan aki berdaya 24 volt. Dalam kondisi normal, kursi dapat dipergunakan seperti kursi roda biasa dengan memposisikan di ketinggian standar serta mampu bergerak normal dengan kecepatan 0.3 meter per-detik.


“Kendala yang kami alami selama pembuatan kursi adalah masalah desain kursi dan motor yang digunakan. Desain kursi sempat diubah beberapa kali. Mekaniknya rumit. Selain itu, kami juga harus memastikan keamanan pengguna dengan mengatur keseimbangan kursi jika dipakai,” kata Arif.
Tidak hanya itu, mereka pun harus keluar masuk pasar barang bekas untuk mencari motor yang sesuai. Masalah dana pun menjadi tantangan tersendiri, mengingat kursi ini telah menguras kocek mereka hampir Rp10 juta.


“Jadi, cukup dengan duduk di kursi roda dan memegang remote di tangan, maka penyandang cacat dapat lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa membebani orang di sekitarnya. Mereka pun bisa lebih mandiri,” katanya.


Dia mengharapkan, karya yang pertama kali di Indonesia itu dapat dikembangkan risetnya sehingga bentuknya lebih menarik dan sempurna untuk kemudian diproduksi massal.
“Kami akan mematenkan kursi roda pintar itu,” katanya. (Antara/nel)
source:http://www.kabar24.com/index.php/mahasiswa-surabaya-ciptakan-kursi-roda-pintar/

dari pada tawuran terus merusak fasilitas kampus, mendingan ciptain apapun itu, walaupun hasilnya aneh. :cheers:
 

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #10 ·
Dahlan Iskan Tantang Mahasiswa Ciptakan Beras Sintetis dari Sagu



BOGOR: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menantang mahasiswa dan universitas untuk menciptakan teknologi yang dapat menjadikan tepung sagu mirip seperti beras.

“Beras sintetis ini tidak hanya menyerupai tapi dari segi rasa, bentuk dan aromanya harus mirip dengan beras,”kata Dahlan dalam acara System Expo 2012 di IPB Bogor.
source: http://www.kabar24.com/index.php/dahlan-tantang-mahasiswa-ciptakan-beras-sintetis-dari-sagu/
 

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #14 · (Edited)
mbak audrey, itu destroyer cuma penelitian doang atau emang ada rencana mau buat ?
lah program korvet nasional aja rada ragu saya...
semuanya hanya berakhir pada tahap proposal, siapa yang berani ngejamin coba ? emang mau dibikin dimana..PAL ? :cheers:tanyakan kepada PAL yang bergoyang..mending duit kasikan ke LAPAN.
 

·
Registered
Joined
·
10,192 Posts
Discussion Starter · #17 ·
Mahasiswa UGM Juara Kompetisi Periklanan di Jepang

[QUOTEYOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meraih The Standard CM Category Award, atau penghargaan terbaik kategori standar dalam kompetisi periklanan "7th Gatsby Student CM Award" di Tokyo, Jepang.

"Keempat mahasiswa itu meraih penghargaan atas karya mereka yang berjudul Ultra Shiny Man. Mereka adalah Cahya Purusatama, Nur Arief Hidayat, Matahari Asysyakuur, dan Rakryan Astungkara," kata staf humas Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Nugraha di Yogyakarta, Selasa (27/11/2012).

Menurut dia Gatsby Student CM Award merupakan kontes pembuatan karya film pesan komersial dengan tema produk Gatsby. Kategori yang dilombakan pada kompetisi tersebut, yakni kategori grand prix dan kategori award.
"Dewan juri yang terlibat dalam kompetisi itu berasal dari para praktisi dan akademisi periklanan ternama di Jepang. Atas prestasi yang diraih itu mahasiswa UGM memperoleh hadiah uang tunai sebesar 100.000 yen, Edius, dan Memorial Cube," katanya.

Cahya Purusatama mengatakan kemenangan yang diraih dalam kompetisi itu, karena ide yang menonjol dan pemikiran mendalam dari karya yang mereka buat. Ide tersebut adalah bagaimana membuat wajah seseorang cerah tidak berminyak dengan produk pembersih muka.

"Sebelum lolos ke babak final mereka harus menyisihkan 22 finalis lain dari beberapa negara Asia seperti Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, dan Thailand,.

Nur Arief mengatakan UGM pada kompetisi itu mengirimkan tiga karya. Namun, setelah diseleksi akhirnya hanya satu karya yang dinyatakan lolos yakni Ultra Shiny Man.

"Karya yang sebagian mengambil inspirasi dari film Ultraman tersebut dibuat di kampus UGM dengan waktu kurang dari satu minggu. Pembuatannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari," katanya.[/QUOTE]

source:http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/27/2317295/Mahasiswa.UGM.Juara.Kompetisi.Periklanan.di.Jepang

selalu ada hikmah dibalik lamanya commercialbreak di tv-tv indonesia :applause:
 

·
Palembang
Joined
·
1,186 Posts
semuanya hanya berakhir pada tahap proposal, siapa yang berani ngejamin coba ? emang mau dibikin dimana..PAL ? :cheers:tanyakan kepada PAL yang bergoyang..mending duit kasikan ke LAPAN.
bener tuh, kasih aja uangnya ke LAPAN, ajak seluruh akademisi di Indonesia untuk buat roket 300km ++ deterjennya pasti terasa :lol:
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,522 Posts
Asian Junior Robot Cup 2017 International Islamic School of Malaysia



SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dua orang siswa SMP Xaverius Maria Palembang, Vincent Gunawan dan Jezreel Kosasih berhasil mengharumkan nama Sumatera Selatan di kancah internasional dengan perolehan perunggu di Asian Junior Robot Cup yang digelar oleh International Islamic School Malaysia beberapa waktu lalu.

Vincent dan Jezreel menampilkan robot kreatif dan robot follow line. Kedua robot ini berhasil menarik perhatian dewan juri dalam kelas robot kreatif. "Untuk robot kreatif kami membuat robot yang dilengkapi dengan tongkat untuk orang buta. Yang dinilai pada saat lomba itu adalah prestasi dan kreatvitas kami," ujar Vincent, Rabu (8/2/2017).

Vincent mengaku awalnnya mereka tidak menduga akan menjadi pemenang dalam ajang internasional tersebut. Mengingat pesaing pada ajang itu berasal dari negara-negara maju di Asia.

"Persaingannya benar-benar sengit, ada banyak negara yang ikit dalam lomba tersebut, saya kurang tahu dari negara mana saja, tapi kalau dilihat dari cirinya yang yang dari Afrika, Malaysia, dan beberapa negara lainnya," ujarnya.

Persiapan yang dilakukan untuk mengikuti perlombaan ini juga relatif singkat. Karena sebelum melaju ke tingkat internasional mereka berdua terlebih dahulu harus bersaing mulai dari tingkat kota Palembang hingga nasional.

Jezreel Kosasih menambahkan, robotnya yang dibawa untuk diikutkan lomba memang sudah dibuat sebelumnya dan pada saat sampai di Malaysia tinggal mengoperasikan dan mempresentasikan. "Untuk pembuatan robotnya sendiri bisa sampai dua minggu dan penyempurnaan juga dibutuhkan dua minggu. Robot yang kami bawa dari Indonesia ada robot kreatif, drone, dan follow line. Semuanya dipresentasikan dihadapan juri dengan Bahasa Inggris," ujarnya.

Sementara itu, Guru Pendamping Lomba, Bambang Utoro menyatakan bahawa pihak sekolah sangat bangga atas prestasi yang diraih. Apalagi pesaing yang dihadapi Vincent dan Jezreel merupakan siswa SMA.

"Satu hal lagi yang membuat mereka hanya mendapatkan perunggu adalah karena robot yang dibuat merupakan robot manual tetapi lawannya sudah menggunakan robot pabrikan, untuk itu ke depan, kategorinya akan dipisah," ujarnya.
source: http://palembang.tribunnews.com/2017/02/08/vincent-dan-jezreel-juara-kontes-robot-internasional
 
1 - 20 of 24 Posts
Top