SkyscraperCity banner

8101 - 8120 of 8418 Posts

·
Registered
Joined
·
1,253 Posts
Sedikit OOT.
Pernah gak sih nonton video TV pas di kereta K1 atau K3P?

Pernah gak sih merasa isi filmnya gitu2 aja?
Terakhir yg masih inget pas Nonton film di tv kereta itu film Wanted. Itu masih agak lumayan sih
Waktu jaman KATV yang megang bagus2 kok filmnya, sekitaran tahun 2007an sampe 2015an kalau ga salah.
 

·
Registered
Joined
·
158 Posts
^^
Apa jangan2 kontrak KAI sama LSPR udh berakhir ya?
Karena KATV yg ngerjain kontennya dari anak2 LSPR yg praktek gtu.
baru tau kalo ternyata KATV digarap tim dari LSPR... pantes dulu sering banget ada iklannya LSPR sama acara yg entrepreneurship itu di KATV...
sayang banget sih, sekarang TV di kelas eksekutif dan ekonomi post-2016 isinya banyakan tentang KAI aja... sempet bulan September yg lalu naik KA Pangandaran dan diputerin film (kalo gak salah liat filmnya dari penyedia streaming film gitu krn ada logonya di pojok atas), dipikir ada kerja sama gitu dengan si penyedia streaming film, tapi begitu weekend kemarin naik KA Pangandaran lagi, udah gak diputerin film lagi... entah waktu September itu ada uji coba atau "inisiatif" petugas KAI yg lagi dinas, tapi sempat bikin "flashback" ke jaman pas naik kereta eksekutif itu bisa nonton berbagai genre film (sampe terakhir tinggal kartun Si Jengki dan kartun yg dari KPK - CMIIW - krn film yg sering diputerin KATV katanya terbentur masalah copyright)...

by the way, kalo gak salah dulu pernah beredar info kalo Luxury gen 2 bakal dipasang di Argo Parahyangan, tapi kemudian yg dipublish via medsos KAI adalah Luxury gen 2 di Argo Cheribon... tapi selidik punya selidik, per 1 Desember ini Luxury gen 2 resmi digandengkan juga di Argo Parahyangan yg pake rangkaian Sembrani (KA 55L-56L), padahal sejauh ini blm ada info di medsosnya KAI (beda sama pas infoin Luxury gen 2 buat KA Argo Cheribon)...

harganya sendiri dipatok 350rb utk periode angkutan reguler dan 375rb utk periode angkutan Nataru... dibandingin dgn GoPar Priority, selisih harganya GoPar Luxury gak terlalu jauh (60k utk periode angkutan reguler dan 25k utk periode angkutan Nataru)...
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,210 Posts
^^
Jangankan KAI mas. Wong PO2 bus aja sering nyomot foto anak2 mania bus untuk kepentingan komersial.

Giliran foto2 bukan untuk kepentingan komersial aja malah dimintai fee charge atau harus minta izin sama ybs.

Kita aja sering kecolongan kok, foto kita dicomot para model untuk kepentingan endorsenya si model dengan dalih "fun hunting"
 

·
Registered
Joined
·
3,455 Posts
^^
kalau begitu justru lebih parah PT KAI. PO Bus itu setau saya ga semuanya berbadan hukum masih ada yang punya perorangan malah. beda dengan PT KAI yang udah jelas merupakan perusahaan yang punya business process.
 

·
Traveller, Researcher
Joined
·
6,821 Posts
^^
KAI kapan sih mau repot urus royalti? wong dulu foto railfans aja main diambil untuk kepentingan komersil.
Beberapa foto2 saya dari blog Diary Perjalanan KRL aja diambil PT KAI masuk ke slideshow TV di dalam KRL. Sy aja terkejut liat foto saya pas lagi berdiri di dalam KRL, tapi ditaruh juga sih link asal picturenya, jadi bagi saya gpp lah.

Cuma kalo ditaruh buat iklan atau banner di stasiun, ya mesti protes
 

·
Professional Instagrapher
Joined
·
1,210 Posts
^^
kalau begitu justru lebih parah PT KAI. PO Bus itu setau saya ga semuanya berbadan hukum masih ada yang punya perorangan malah. beda dengan PT KAI yang udah jelas merupakan perusahaan yang punya business process.
Ada bbrp PO yg merepost foto anak2 mania bus untuk kepentingan komersil tanpa izin sudah berbadan hukum PT atau CV, terutama di Instagram.

Tapi ada bbrp PO yg sudah mulai sadar untuk menggunakan jasa fotografi profesional melalui SPK untuk promosi di Instagramnya. Seperti Rosalia Indah, Lorena/Karina.

Terkecuali kalau emang hanya akun repost untuk kepentingan sendiri. Tapi pun kalau dalam UU, meskipun cuman akun repost tapi tujuannya komersial (membantu mempromosikan PO ybs secara tak langsung atau mempromosikan akun dia sendiri dlm bentuk brand), tetap harus bisa diproses secara hukum.

Cuman kebanyakan hasil foto anak2 bismania yg direpost oleh akun2 PO ini adalah anak2 SMA atau Kuliah
 

·
Registered
Joined
·
1,253 Posts
^^ kalau dirunut kebelakang, foto foto jaman 80 - 90 - 2000an punya KAI atau PO bus itu justru kliatan lebih bagus dan tajem, seperti yang terlihat di kalender dinding atau meja. Apalagi kalau punya kalender jaman perumka pasti lebih seneng hehe, tapi setelah jaman turangga dan gajayana pake strip ala 99an jadi garing. Apa kameranya udah dijual semua itu ckck.
 

·
Registered
Joined
·
2,010 Posts
ya wajar aja sih.
Film menangkap cahayanya langsung, pixel count bisa dibilang Infinite, developing nya Analog, wajar kalo tajam (kalo ngambil fotonya bener tapi).
Lah sekarang, sensor nangkap cahaya, dipikselasi, pixel count limited tergantung kameranya, processing digital dan mungkin dikecilin resolusinya biar ngeditnya enteng, Fotografer dengan tangan dewa sekalipun kalo kameranya cuma 1 mega pixel bahkan kurang ya tetap aja fotonya ngeblur.

ya gak heran sih.
 

·
Traveller, Researcher
Joined
·
6,821 Posts
^^ kalau dirunut kebelakang, foto foto jaman 80 - 90 - 2000an punya KAI atau PO bus itu justru kliatan lebih bagus dan tajem, seperti yang terlihat di kalender dinding atau meja. Apalagi kalau punya kalender jaman perumka pasti lebih seneng hehe, tapi setelah jaman turangga dan gajayana pake strip ala 99an jadi garing. Apa kameranya udah dijual semua itu ckck.
Saya sering iseng2 tanya2 org fotografer yg suhu2 (bukan newbie atau milenial) termasuk di forum fotografi, bahasa nya nyaris sama: kamera analog >> kamera digital :lol:

Sya sering 'terhenti sejenak' memandang foto2 lama Jembatan KA Sungai Serayu yg kesohor itu, kemudian foto2 jadul KA Ekonomi Jabodetabek dan foto2 lama Stasiun Medan. Ketajaman gambarnya bikin terhanyut, vintage juga iya :cheers:
 

·
Ես ցանկա
Joined
·
4,613 Posts
cuma kamera analog itu rawan film kebakar, kita foto 10 kali, ternyata cuma 5 yang jadi
Kalau sampai begini, berarti orangnya nggak bisa motret sama sekali :lol:
 

·
Registered
Joined
·
3,455 Posts
kamera analog bagus sebenarnya bukan sekedar karena pake film. tapi juga karena jaman itu lensa kamera bener-bener berkualitas karena fotografi saat itu emang hobi ekslusif. beda dengan sekarang yang banyak lensa kualitas rendah demi ngejar harga murah.

Lensa Canon seri L dan nikon seri nano ya itu kualitas lensa-lensa jaman dulu. makanya masih banyak fotografer yang pake lensa manual dulu di kamera DSLR/Mirrorless pake adaptor. ya karena emang lebih bagus aja kualitasnya
 

·
Ես ցանկա
Joined
·
4,613 Posts
kamera analog bagus sebenarnya bukan sekedar karena pake film. tapi juga karena jaman itu lensa kamera bener-bener berkualitas karena fotografi saat itu emang hobi ekslusif. beda dengan sekarang yang banyak lensa kualitas rendah demi ngejar harga murah.

Lensa Canon seri L dan nikon seri nano ya itu kualitas lensa-lensa jaman dulu. makanya masih banyak fotografer yang pake lensa manual dulu di kamera DSLR/Mirrorless pake adaptor. ya karena emang lebih bagus aja kualitasnya
Kalau berdasar pengalaman saya pakai kamera film, hasil kualitas gambarnya itu lebih alami warnanya. Dan resolusi gambarnya aslinya ya "alami" alias tidak bisa diukur pakai dot dan pixel seperti halnya jepretan kamera digital.
Bisa dilihat seperti foto jepretan saya dari tahun 2004 ini:



Saya sebenarnya kurang setuju kalau kamera film dibilang "kamera analog" karena banyak kamera film generasi akhir yang sudah menggunakan sistem pengukur cahaya digital, serta fitur-fitur otomatis seperti pemutar roll dan pengatur diafragma otomatis. Bahkan mereka juga sudah ada display digital untuk mengetahui jumlah screen yang tersisa serta ISO (kalau ini tidak bisa diubah seperti kamera digital).
Istilah "analog" kesannya kamera itu display penunjuknya serba analog (kamera SLR film Canon yang saya pakai untuk mengambil gambar diatas adalah kamera model seperti itu).
Setahu saya istilah "kamera analog" untuk mendeskripsikan kamera film itu ciptaanya generasi milenial, karena dulu waktu booming kamera digital awal tahun 2000an silam, saya tidak pernah mendengar istilah "kamera analog". Yang ada "kamera film".
Saya sendiri akhirnya beralih ke kamera digital tahun 2007 silam. Awalnya kamera pocket sebelum beralih ke DSLR di tahun 2012.
 

·
Registered
Joined
·
483 Posts
Besok peralihan Gapeka 2017 ke 2019, ada yang unik. Kereta Bandung yang diperpanjang relasinya sampai Gambir semuanya menggunakan nama Argo Parahyangan tetpi menggunakan nomor kereta Gapeka 2017. Misal di Gapeka 2017 nomor 49 untuk Turangga, tetapi khusus besok nomor 49 untuk Argo Parahyangan peralihan (seharusnya nomor gapeka 2019 untuk Turangga adalah 77).

Mulai 4 Desember 2019, Argo Parahyangan dilengkapi dengan kelas Luxury.
55 8K1 + 1Luxury BD 1100 - GMR 1431 D
56 8K1 + 1Luxury GMR 0712 - BD 1031 D

Mulai 5 Desember 2019, Argo Wilis dilengkapi dengan Priority
1 8K1 + 1Priority SGU 0700 - GMR 2315 1567
2 8K1 + 1Priority GMR0500 - SGU 2054 4567
 

·
Ecce Ancilla Domini
Joined
·
909 Posts
kayaknya booking system KAI memang hanya bisa 30 days ahead ya sekarang, bukan H-90 lagi....
^^
Yup sistem pemesanan maks 30 hari sudah dijalankan sekitar awal tahun.
Memang harusnya H-30 aja. Kalo H-90 kelamaan. Apalagi yang merencanakan liburan. Udah H-90 beli tiket eh ternyata dapat kerjaan atau ada halangan lain.

Malah saya pernah menyarankan untuk KA ekonomi PSO cukup H-7 aja. Gak usah sampe H-30 atau H-90. Jadi semua terfasilitasi. Yang mau beli jauh2 di awal terfasilitasi, yang mau beli dadakan pun masih bisa ada peluang.
 
8101 - 8120 of 8418 Posts
Top