SkyscraperCity banner

8401 - 8420 of 8459 Posts

·
Registered
Joined
·
756 Posts
Kan saya sudah dijelaskan dibawahnya kalau China bisa membuat barang dengan kualitas bagus. Tapi harganya ya di kisaran produk Eropa atau Jepang.
Kalo berkaca dari consumer goods nya, China emang bisa bikin barang kualitas sangat tinggi tapi ya harga juga tinggi. Tapi mereka juga bisa nawarin produk kualitas ancur (yang mana merek dari negara lain gak bakal mau nawarin), kalau emang mampunya cuma bayar produk kelas ini. Nah sayangnya, produk China awal2 masuk Indonesia itu masuk golongan terakhir tadi makanya image mereka jelek.

Nah kayaknya CRRC juga punya filosofi sama, ada produk untuk semua jenis pasar dan kantong. Sekecil apapun duit calon pelanggan, ya mereka bisa ambil. Jadi mereka bisa bikin CRH family yang canggih, tapi juga bisa bikin DMU mblesek kayak di Bangladesh kalo emang mampunya cuma beli itu.
 

·
Your Shit Says
Joined
·
1,231 Posts
Dari thread bandara YIA. Fix akan dilayani dengan double track + elevated rail and KRL. Untuk tahap awal katanya sih KRDE, tapi final KRL bersamaan dengan elektrifikasi jogja-kutoarjo

Oke fix jalur ka bandara pakai double track. Semuanya elevated.













Typical Cross Section











Sumber : ADHI
 

·
Registered
Joined
·
2,838 Posts
Badan Pengkajian dan Penerapan Tekologi (BPPT) bersama PT Industri Kereta Api (Persero) (PT INKA) sepakat jalin kerjasama yang tertuang dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama. Kepala BPPT Hammam Riza dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan ini bertujuan untuk menunjang pengembangan dan pembangunan industri perkeretaapian nasional

Hal ini sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional untuk substitusi impor dan peningkatan TKDN yang diwujudkan dalam Flagship Inovasi Teknologi Perkeretaapian tahun 2020-2024 dengan BPPT sebagai koordinator, ungkap Hammam usai penandatanganan

Berlandaskan pada Nota Kesepahaman Bersama ini, lanjutnya BPPT dan INKA ke depan dapat mengajak semua stakeholder industri perkeretaapian dan transportasi perkotaan untuk berkontribusi dalam konsorsium prioritas riset nasional inovasi teknologi perkeretaapian untuk mencapai target Flagship untuk prototipe kereta regional dengan kecepatan 250 km/jam maupun peningkatan tingkat kandungan lokal kereta perkotaan menuju 80%

Lebh lanjut, guna mencapaian target tersebut, maka pengembangan perangkat laboratorium pengujian baru untuk sistem propulsi untuk teknologi boogie maupun pengembangan test track untuk sarana dan prasarana kereta api menjadi salah satu prioritas

Disaat yang sama Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, INKA adalah satu-satunya pabrik Kereta di ASEAN. Maka kedepannya kata Budi, akan mengembangkan produk kereta kelas menengah keatas dan juga menengah kebawah untuk negara seperti Banglades dan negara Afrika lainnya. Kereta yang kami jual mengutamkan kualitas, jadi kami butuh BPPT untuk kesiapan INKA memproduksi kereta grade A

INKA bisa buat boogie tapi tidak bisa mengetesnya, juga test propulsinya. Saat ini yang sudah dibuat adalah satu set kereta dengan 16 mesin dibuat di PT Pindad. Guna bisa lolos tes propulsi di Spanyol, maka butuh bantuan BPPT, kalau ini berhasil maka TKDN kita akan meningkat

Terkait kereta cepat kata Budi, membutuh riset besar untuk bisa produksi kereta cepat juga diperlukan kerjsama dengan BPPT, kereta cepat sudah punya modal secara teknologi sudah oke, tinggal diperkuat supaya yakin perlu uji coba test propulsi boogie dan test track, ujarnya. (Humas/HMP)
http://instagr.am/p/p%2FB9RPpwwn3Hc/ https://www.instagram.com/p/B9RPpwwn3Hc/
 

·
Registered
Joined
·
167 Posts
Tiang LAA lagi rebahan di depan pintu timur stasiun tugu.
wah mantap.. semoga pekerjaan segmen 1 YK-KT bisa berjalan cepat, sehingga KT-SLO nya juga bisa ngejar..

Dari thread bandara YIA. Fix akan dilayani dengan double track + elevated rail and KRL. Untuk tahap awal katanya sih KRDE, tapi final KRL bersamaan dengan elektrifikasi jogja-kutoarjo
untuk operasional 29 maret besok apakah ada antisipasi penambahan jadwal kereta bandara YIA ya? mengingat hampir seluruh flight dipindahkan ke YIA akhir maret ini.
 

·
Registered
Joined
·
3,591 Posts
PT. KAI tahun 2020 ini akan meraup laba berapa ya? mengingat pada bulan Maret - April ini saja banyak (sekali) perjalanan keretapi yang dibatalkan karena pandemi Covid-19. Ditambah lagi pemerintah sudah mewanti-wanti warganya agar tidak melakukan mudik di Lebarab 2020 ini.
 

·
Registered
Joined
·
516 Posts
PT. KAI tahun 2020 ini akan meraup laba berapa ya? mengingat pada bulan Maret - April ini saja banyak (sekali) perjalanan keretapi yang dibatalkan karena pandemi Covid-19. Ditambah lagi pemerintah sudah mewanti-wanti warganya agar tidak melakukan mudik di Lebarab 2020 ini.
Saya malah berekspetasi mereka rugi, kecuali jika kondisi sudah lumayan membaik setelah lebaran, mungkin bisa diselamatkan dengan mudik nataru. Kargo pun bisa berkontribusi untuk profit KAI.
 

·
Registered
Joined
·
3,535 Posts
dalam kondisi sekarang sebenernya bisa dimanfaatkan untuk perawatan seluruh armada. checklist-checklist perawatan yang udah tercatat bisa dikerjakan dari sekarang.
 

·
Registered
Joined
·
6,988 Posts
dalam kondisi sekarang sebenernya bisa dimanfaatkan untuk perawatan seluruh armada. checklist-checklist perawatan yang udah tercatat bisa dikerjakan dari sekarang.
Bila memang harus berhenti operasi, saya mengusulkan KA Penumpang bisa didaya gunakan untuk kepentingan penanggulangan bencana Pandemi covid 19, dengan beberapa peran yang dibutuhkan. berikut saya uraikan, dan semoga dapat direspon oleh Kepala BNPB, Kemenkes, kementrian BUMN, Petinggi direksi KAI maupun pihak terkait.

UMUM:
1. Bahwa jalur lintasan KAI telah tersebar luas dan cukup masive di Jawa dan sebagian Sumatera. Sistim transportasi KA termasuk sistim operasinya, secara lengkap terdiri dari jalur lintasan, Moda angkutnya (rangkaian KA), sistim signal, stasiun-stasiun (kecil sampai besar), menghubungkan banyak kota (kecil, sedang dan besar).
2. Dalam kontek Penanggulangan Pandemi, amat sangat diupayakan penanggulangan secara cepat, masive, sistematis dan sangat terkoordinasi. Sistim perkereta apian, dapat berperan dalam kontek pelayanan penanggulangan Pandemi ini.
3. Peran serta perkeretaapian dalam kontek penanggulangan Pandemi, dapat dengan mudah dikoordinasikan dengan sistim penanggulangan konvensional berbasis Fasilitas Kesehatan dan sistim perlogistikan yang konvensional, yang ada di setiap wilayah yang dilintasi sistim perkereta apian.

MACAM PERAN PERKERETA APIAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN COVID 19

1. DUKUNGAN FUNGSI SEBAGAI ANGKUTAN LOGISTIK
KA Barang dan KA penumpang Ekonomi dapat diberdayakan sebagai KA Logistik yang digunakan untuk pengiriman berbagai logistik umum maupun logistik tertentu yang dibutuhkan dalam rangka penanganan Pandemi Cocid 19 berbasis rel. Sebagaimana diketahui bahwa pusat-pusat produksi logistik tersebar di banyak kota/wilayah di Jawa atau Sumatra. Demikian juga setiap wilayah juga membutuhkan pasokan Logistik. Pulau Jawa yang merupakan region besar Pandemi covid 19 sangat membutuhkan sistim pengiriman logistik yang cepat, aman dan murah. Dalam hal ini semua stasiun, mulai dari yang kecil sampai yang besar dapat diatur posisinya sedemikian rupa dalam rangka sistim angkutan logistik.

2. DUKUNGAN FUNGSI TRANSPORT KHUSUS BAGI TIM BNPB DAN TENAGA MEDIS
Dalam rangka penanganan Covid 19, BNPB dan para pihak terkait dapat melaksanakan pemindahan atau pengiriman personel dengan cepat dan aman menggunakan KA. (sistim kontrol personel akan sangat mudah dan cukup terisolasi). Contohnya, bila ada wilayah yang membutuhkan bantuan tambahan tenaga medis, dapat segera ilakukan dengan menggunakan KA tersebut (sehari dapat diadakan sekian perjalanan untuk kepentingan ini).

3. DUKUNGAN DENGAN ALIH FUNGSI MENJADI RANGKAIAN KA RUMAH SAKIT DARURAT (STAY DITEMPAT)
Kereta-kereta yang dihentikan operasinya selama masa darurat ini, dapat dialihfungsikan sebagai RS darurat, guna mendukung fasilitas-fasilitas kesehatan di semua wilayah yang memerlukan, terutama bila tingkat Pandemi sudah sangat besar dan masive. RS Darurat berbasis KA bisa diseting menjadi RS yang menampung PDP atau pasien Covid skala ringan dan sedang, bisa segera dikirim ke wilayah yang membutuhkan dan dapat ditempatkan di Stasiun yang dituju, pada jalur Rel yang dipasifkan. Rangkaian KA ini dapat ditempatkan selama waktu yang dibutuhkan. Rangkaian KA ini terdiri dari gerbong-gerbong yang menjadi fungsi-fungsi bidang keRumahsakitan. 1 rangkaian gerbong RS terdiri dari:
  • Gerbong Oficial (1 gerbong)
  • Gerbong UGD (1 gerbong) - membutuhkan modifikasi khusus
  • Gerbong triase dan observasi (1 Gerbong)
  • Gerbong Rawat Isolasi non intensive care (2-3 gerbong)- membutuhkan modifikasi khusus
  • Gerbong Rawat Isolasi Intensive care -darurat (1 gerbong)- dilengkapi ventilator- butuh modifikasi khusus
  • Gerbong Laboratorium dan Radiologi (X ray - rontgen) - (1 gerbong)- butuh modifikasi khusus
  • Gerbong stok Gas medis dan alkes (termasuk PDP) (1 gerbong)
  • Gerbong stok logistik umum (1 gerbong)
  • Gerbong istirahat tenaga medis (1 gerbong)
  • Gerbong Restorasi/ Unit penyedia Gisi darurat (1 gerbong)
  • Gerbong Pembangkit (1 gerbong)
Mobil ambulance dapat disediakan dan diangkut dengan KA logistik.
Rangkaian ini, secara total bisa menggunakan 11 sd 14 Gerbong sesuai kebutuhan.
Beberapa ruang atau gedung di Stasiun dapat juga dirubah fungsinya menjadi pendukung KA RS ini, Antara lain menjadi Area Loading/Anloading Pasien rujukan, pos mobil ambulance, Ruang tunggu pasien, Ruang pemeriksaan (rawat jalan), ruang istirahat tenaga medis dan BNPB (isolasi secara area).
Sebagai catatan khusus, sangat mungkin di kota besar/sedang dimana fasilitas stasiunnya memadai, dapat ditempatkan 2 sampai 3 rangkaian KA RS yang standbay sesuai kebutuhan di wilayah yang dilayani stasiun tsb. Akses saling koordinasi dalam pelayanan bersama, dapat dikerjasamakan dengan Fasilitas kesehatan setempat mulai dari Puskesmas, RS setempat (RS kelas D, C, B maupun A)

4. DUKUNGAN SEBAGAI ANGKUTAN RUJUKAN PASIEN GAWAT/DARURAT BERBASIS REL
Dalam hal khusus/ tertentu, dimana kebutuhan rujukan pasien ternyata cukup/sangat tinggi, sangat mungkin dilakukan rujukan pasien covid19 secara cukup banyak dan membutuhkan fasilitas evakuasi masal yang aman dan terisolasi dengan baik. Dalam hal ini sangat mungkin diadakan rujukan pasien menggunakan fasilitas KA rujukan. KA rujukan berstatus sebagai KA Luar biasa yang terdiri dari gerbong-gerbong sebagai berikut:
  • Gerbong Oficial (1 gerbong)
  • Gerbong Isolasi non Intensive (2-4 gerbong)
  • Gerbong Isolasi Intensive care (1-2 gerbong)
  • Gerbong Tindakan medis darurat - masa perjalanan (1 gerbong)
  • Gerbong Tenaga Medis dan restorasi (1 gerbong)
  • Gerbong stok Gas medis, alkes dan logistik (1 gerbong)
  • Gerbong Pembangkit (1 gerbong)
Rangkaian KA rujukan keseluruhan terdiri dari 8 sampai 12 gerbong.

5. DUKUNGAN SEBAGAI KA KOORDINASI/OFICIAL LAPANGAN BNPB
Dalam pelaksanaan pengendalian Covid 19 yang menyeluruh di suatu region (Pulau Jawa), KA Koordinasi/Official ini mendapat perlakuan sangat khusus yang dapat melakukan pergerakan ke semua rute yang ada sesuai kebutuhan. KA tersebut dapat terdiri dari gerbong-gerbong tetap maupun tidak tetap yang akan dilepas/pasang sesuai kebutuhan di titik-titik / stasiun tertentu. KA ini menjadi bagian utama layanan operasional BNPB dalam rangka koordinasi antar wilayah secara khusus.

Jadi kira-kira begitu. Dalam hal ini memang kenyataannya, Dirjen Perkeretaapian sementara ini masih memperlakukan sistim perkereta apian di Indonesia, secara umum sebagai fungsi angkutan barang dan orang saja. Sehingga billa dilakukan suatu alih fungsi dengan segera, menjadi suatu hal baru dan membutuhkan perubahan/penyesuaian yang membutuhkan waktu. Bila saat ini, Dirjen KA maupun pihak terkait (kemenkes, TNI dll) mempunyai/sudah memiliki kereta atau gerbong-gerbong khusus, maka hal ini akan sangat cepat dikerahkan. Untuk itu, saran saya... ke depan setidaknya Ditjen Perkeretaapian seharusnya mempunyai beberapa rangkaian KA khusus yang siap dioperasikan untuk fungsi-fungsi diatas. Ddalam masa Bencana Enndemi saat ini, bila bertindak cepat, saya pikir seharusnya Ditjen KA melalui koordinasi dengan PT.KAI (disertai dengan pendanaan) dan pihak terkait dapat mengusahakan fungsional KA untuk keperluan tersebut. Sangat mungkin bila direalisasikan beberapa rangkaian, yang dapat digunakan untuk mendukung BNPB di daerah-daerah yang sangat memerlukan.

Demikian saran dan masukan saya bagi Kemenhub khususnya Ditjen perkeretaapian, Kementerian Kesehatan, Kementrian BUMN, PT. KAI, BNPB dan semua pihak terkait dan tentunya forumer di sini. Semoga yang membaca ini, salah satu dari anggota pihak terkait, yang dapat meneruskan ke petinggi yang berwenang.
 

·
Registered
Joined
·
445 Posts
Bila memang harus berhenti operasi, saya mengusulkan KA Penumpang bisa didaya gunakan untuk kepentingan penanggulangan bencana Pandemi covid 19, dengan beberapa peran yang dibutuhkan. berikut saya uraikan, dan semoga dapat direspon oleh Kepala BNPB, Kemenkes, kementrian BUMN, Petinggi direksi KAI maupun pihak terkait.

UMUM:
1. Bahwa jalur lintasan KAI telah tersebar luas dan cukup masive di Jawa dan sebagian Sumatera. Sistim transportasi KA termasuk sistim operasinya, secara lengkap terdiri dari jalur lintasan, Moda angkutnya (rangkaian KA), sistim signal, stasiun-stasiun (kecil sampai besar), menghubungkan banyak kota (kecil, sedang dan besar).
2. Dalam kontek Penanggulangan Pandemi, amat sangat diupayakan penanggulangan secara cepat, masive, sistematis dan sangat terkoordinasi. Sistim perkereta apian, dapat berperan dalam kontek pelayanan penanggulangan Pandemi ini.
3. Peran serta perkeretaapian dalam kontek penanggulangan Pandemi, dapat dengan mudah dikoordinasikan dengan sistim penanggulangan konvensional berbasis Fasilitas Kesehatan dan sistim perlogistikan yang konvensional, yang ada di setiap wilayah yang dilintasi sistim perkereta apian.

MACAM PERAN PERKERETA APIAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN COVID 19

1. DUKUNGAN FUNGSI SEBAGAI ANGKUTAN LOGISTIK
KA Barang dan KA penumpang Ekonomi dapat diberdayakan sebagai KA Logistik yang digunakan untuk pengiriman berbagai logistik umum maupun logistik tertentu yang dibutuhkan dalam rangka penanganan Pandemi Cocid 19 berbasis rel. Sebagaimana diketahui bahwa pusat-pusat produksi logistik tersebar di banyak kota/wilayah di Jawa atau Sumatra. Demikian juga setiap wilayah juga membutuhkan pasokan Logistik. Pulau Jawa yang merupakan region besar Pandemi covid 19 sangat membutuhkan sistim pengiriman logistik yang cepat, aman dan murah. Dalam hal ini semua stasiun, mulai dari yang kecil sampai yang besar dapat diatur posisinya sedemikian rupa dalam rangka sistim angkutan logistik.

2. DUKUNGAN FUNGSI TRANSPORT KHUSUS BAGI TIM BNPB DAN TENAGA MEDIS
Dalam rangka penanganan Covid 19, BNPB dan para pihak terkait dapat melaksanakan pemindahan atau pengiriman personel dengan cepat dan aman menggunakan KA. (sistim kontrol personel akan sangat mudah dan cukup terisolasi). Contohnya, bila ada wilayah yang membutuhkan bantuan tambahan tenaga medis, dapat segera ilakukan dengan menggunakan KA tersebut (sehari dapat diadakan sekian perjalanan untuk kepentingan ini).

3. DUKUNGAN DENGAN ALIH FUNGSI MENJADI RANGKAIAN KA RUMAH SAKIT DARURAT (STAY DITEMPAT)
Kereta-kereta yang dihentikan operasinya selama masa darurat ini, dapat dialihfungsikan sebagai RS darurat, guna mendukung fasilitas-fasilitas kesehatan di semua wilayah yang memerlukan, terutama bila tingkat Pandemi sudah sangat besar dan masive. RS Darurat berbasis KA bisa diseting menjadi RS yang menampung PDP atau pasien Covid skala ringan dan sedang, bisa segera dikirim ke wilayah yang membutuhkan dan dapat ditempatkan di Stasiun yang dituju, pada jalur Rel yang dipasifkan. Rangkaian KA ini dapat ditempatkan selama waktu yang dibutuhkan. Rangkaian KA ini terdiri dari gerbong-gerbong yang menjadi fungsi-fungsi bidang keRumahsakitan. 1 rangkaian gerbong RS terdiri dari:
  • Gerbong Oficial (1 gerbong)
  • Gerbong UGD (1 gerbong) - membutuhkan modifikasi khusus
  • Gerbong triase dan observasi (1 Gerbong)
  • Gerbong Rawat Isolasi non intensive care (2-3 gerbong)- membutuhkan modifikasi khusus
  • Gerbong Rawat Isolasi Intensive care -darurat (1 gerbong)- dilengkapi ventilator- butuh modifikasi khusus
  • Gerbong Laboratorium dan Radiologi (X ray - rontgen) - (1 gerbong)- butuh modifikasi khusus
  • Gerbong stok Gas medis dan alkes (termasuk PDP) (1 gerbong)
  • Gerbong stok logistik umum (1 gerbong)
  • Gerbong istirahat tenaga medis (1 gerbong)
  • Gerbong Restorasi/ Unit penyedia Gisi darurat (1 gerbong)
  • Gerbong Pembangkit (1 gerbong)
Mobil ambulance dapat disediakan dan diangkut dengan KA logistik.
Rangkaian ini, secara total bisa menggunakan 11 sd 14 Gerbong sesuai kebutuhan.
Beberapa ruang atau gedung di Stasiun dapat juga dirubah fungsinya menjadi pendukung KA RS ini, Antara lain menjadi Area Loading/Anloading Pasien rujukan, pos mobil ambulance, Ruang tunggu pasien, Ruang pemeriksaan (rawat jalan), ruang istirahat tenaga medis dan BNPB (isolasi secara area).
Sebagai catatan khusus, sangat mungkin di kota besar/sedang dimana fasilitas stasiunnya memadai, dapat ditempatkan 2 sampai 3 rangkaian KA RS yang standbay sesuai kebutuhan di wilayah yang dilayani stasiun tsb. Akses saling koordinasi dalam pelayanan bersama, dapat dikerjasamakan dengan Fasilitas kesehatan setempat mulai dari Puskesmas, RS setempat (RS kelas D, C, B maupun A)

4. DUKUNGAN SEBAGAI ANGKUTAN RUJUKAN PASIEN GAWAT/DARURAT BERBASIS REL
Dalam hal khusus/ tertentu, dimana kebutuhan rujukan pasien ternyata cukup/sangat tinggi, sangat mungkin dilakukan rujukan pasien covid19 secara cukup banyak dan membutuhkan fasilitas evakuasi masal yang aman dan terisolasi dengan baik. Dalam hal ini sangat mungkin diadakan rujukan pasien menggunakan fasilitas KA rujukan. KA rujukan berstatus sebagai KA Luar biasa yang terdiri dari gerbong-gerbong sebagai berikut:
  • Gerbong Oficial (1 gerbong)
  • Gerbong Isolasi non Intensive (2-4 gerbong)
  • Gerbong Isolasi Intensive care (1-2 gerbong)
  • Gerbong Tindakan medis darurat - masa perjalanan (1 gerbong)
  • Gerbong Tenaga Medis dan restorasi (1 gerbong)
  • Gerbong stok Gas medis, alkes dan logistik (1 gerbong)
  • Gerbong Pembangkit (1 gerbong)
Rangkaian KA rujukan keseluruhan terdiri dari 8 sampai 12 gerbong.

5. DUKUNGAN SEBAGAI KA KOORDINASI/OFICIAL LAPANGAN BNPB
Dalam pelaksanaan pengendalian Covid 19 yang menyeluruh di suatu region (Pulau Jawa), KA Koordinasi/Official ini mendapat perlakuan sangat khusus yang dapat melakukan pergerakan ke semua rute yang ada sesuai kebutuhan. KA tersebut dapat terdiri dari gerbong-gerbong tetap maupun tidak tetap yang akan dilepas/pasang sesuai kebutuhan di titik-titik / stasiun tertentu. KA ini menjadi bagian utama layanan operasional BNPB dalam rangka koordinasi antar wilayah secara khusus.

Jadi kira-kira begitu. Dalam hal ini memang kenyataannya, Dirjen Perkeretaapian sementara ini masih memperlakukan sistim perkereta apian di Indonesia, secara umum sebagai fungsi angkutan barang dan orang saja. Sehingga billa dilakukan suatu alih fungsi dengan segera, menjadi suatu hal baru dan membutuhkan perubahan/penyesuaian yang membutuhkan waktu. Bila saat ini, Dirjen KA maupun pihak terkait (kemenkes, TNI dll) mempunyai/sudah memiliki kereta atau gerbong-gerbong khusus, maka hal ini akan sangat cepat dikerahkan. Untuk itu, saran saya... ke depan setidaknya Ditjen Perkeretaapian seharusnya mempunyai beberapa rangkaian KA khusus yang siap dioperasikan untuk fungsi-fungsi diatas. Ddalam masa Bencana Enndemi saat ini, bila bertindak cepat, saya pikir seharusnya Ditjen KA melalui koordinasi dengan PT.KAI (disertai dengan pendanaan) dan pihak terkait dapat mengusahakan fungsional KA untuk keperluan tersebut. Sangat mungkin bila direalisasikan beberapa rangkaian, yang dapat digunakan untuk mendukung BNPB di daerah-daerah yang sangat memerlukan.

Demikian saran dan masukan saya bagi Kemenhub khususnya Ditjen perkeretaapian, Kementerian Kesehatan, Kementrian BUMN, PT. KAI, BNPB dan semua pihak terkait dan tentunya forumer di sini. Semoga yang membaca ini, salah satu dari anggota pihak terkait, yang dapat meneruskan ke petinggi yang berwenang.
berarti mirip kayak di india ya?
 

·
Your Shit Says
Joined
·
1,231 Posts
Ingat kuburan kereta di purwakarta? Mungkin bisa jadi gerbong bekas itu di stack sedemikian rupa lalu gelar bed RS. Instalasi MEP aku rasa mudah dan cepat
 

·
Registered
Joined
·
6,988 Posts
berarti mirip kayak di india ya?
Intinya jaringan jalan rel KA bersifat tertutup dan sistemik (seperti halnya Jalan Tol, tapi lebih sistemik jalan Rel), memungkinkan dialihkan menjadi sistim khusus isolasi maupun semi isolasi. Misal dari A ke B diantaranya ada 10 stasiun. Stasiun A dan B difungsikan sebagai Stasiun Logistik Utama dan RS Utama. Lalu dari 10 stasiun diantaranya secara selang seling 5 stasiun difungsikan sebagai RS Daruraat (status Isolasi), dan yang 5 lainnya sebagai stasiun logistik.

Namun dalam menerapkan ini semua , dalam rangka persiapannya, dibutuhkan waktu untuk memodifikasi secara cepat. Misalkan paling lama 2 minggu. Dari jenis-jenis gerbong yang masuk dalam rangkaian KA RS, setidaknya kita butuh modifikasi khusus antara 6 sd 7 gerbong (Gerbong UGD 1 unit, Gerbong Triase dan Observasi 1 unit, Gerbong Isolasi non Intensive 2 - 3 unit, Gerbong ICU Isolasi 1 unit dan Gerbong Diagnostik (Lab dan Rontgen X ray) 1 unit. Selebihnya modifikasi ringan dan sedang untuk gerbong ofisial dan istirahat tenaga medis, yang bisa menggunakan gerbong executive dengan pengaturan tempat duduk agar bisa tidur lebih nyaman, ruang kerja dengan skat bongkar pasang. Untuk keperluan makan dan bagian gizi dapat menggunakan gerbong restorasi. Sedangkan untuk keperluan logistik medik dan logistik umum dapat menggunakan gerbong barang (seperti KA Parcel). Sedangkan untuk keperluan pasokan listrik menggunakan gerbong pembangkit. Jadi bila akan dibuat 10 rangkaian RS Darurat, maka dibutuhkan modifikasi khusus pada 60-70 gerbong, selebihnya modifikasi ringan dan sedang dan tanpa modifikasi.

O iya, untuk kapasitas daya tampung RS darurat ini, dapat diperkirakan sebagai berikut:
1. Gerbong UGD, dapat berkapasitas 4-6 bed pasien,
2. Gerbong triase dan observasi, berkapasitas 2 triase dan 6 observasi
3. Gerbong Isolasi non intensive, berkapasitas 12 bed per gerbong (bila ada 2 gerbong bisa 24 bed dan bila 3 gerbong bisa 36 bed, bila 4 gerbong bisa 48 bed)
4. Gerbong isolasi Intensive, berkapasitas 6 bed (dilengkapi nurse station), bila ada 2 gerbong sejenis dapat menampung 10 bed pasien.
jadi secara keseluruhan formasi kapasitas bisa diatur, mulai dari kapasitas (24 isolasi biasa + 6 isolasi intensive = 30 bed), (36 + 6 = 42 bed) atau (48+12=60 bed).

Untuk wilayah tertentu yang berstatus zona merah, maka dapat dikerahkan 2 sampai 3 rangkaian KA dengan kapasitas maksimal (60 bed pe rangkaian), atau tergantung kebutuhan.

Sebagai hal tambahan dari uraian diatas, KA RS darurat disertakan tambahan fasilitas ambulance lapangan (minimal 2 unit) yang digunakan untuk pengantaran/penjemputan pasien. Ambulance dapat disediakan oleh Puskesmas atau dinas kesehatan setempat. Sedangkan bila sampai ada pasien yang meninggal, dapat memfungsikan salah satu ruang di stasiun sebagai ruang jenazah, sekaligus untuk pembersihan den sterilisasi jenazah sesuai protap yang berlaku. Adadpun sistim sirkulasi pada rangkaian KA, sirkulasi internal di dalam rangkaian kereta menjadi sirkulasi operasional internal, dikombinasi 1 sisi sebelah kiri atau kanan rangkaian (peron) sebagai sirkulasi operasional bersih, sedangkan sisi lainnya sebagai sirkulasi kotor. Perlu juga suatu tambahan kebutuhan terkait kebutuhan penanganan disposal/limbah medis, bisa saja ditambahkan 1 container / gerbong khusus untuk sterilisasi alat, dan juga untuk penempatan alat pengolah limbah cair. gerbong tsb bisa ditambahkan di belakang sebelum gerbong pembangkit (paling belakang).

Area sekitar jalur parkir KA RS darurat tersebut harus benar-benar diisolasi (sebagai ring 1 - utama) dengan pembatasan pagar (bisa menggunakan pagar kawat berduri atau BRC yang cukup tinggi, setidaknya 2m) dan dipantau menggunakan cctv pada bagian sisi luar gerbong, pemantauan dilakukan di ruang oficial). Untuk pemeliharaan penyehatan lingkungan sekitar rangkaian KA (ring 1), setiap hari dapat dilakukan disinfectan rutin.
 

·
Registered
Joined
·
6,988 Posts
Ingat kuburan kereta di purwakarta? Mungkin bisa jadi gerbong bekas itu di stack sedemikian rupa lalu gelar bed RS. Instalasi MEP aku rasa mudah dan cepat
Wah kalo pake KA bekas atau yang sudah mangkrak, akan terlalu lama modifikasinya, karena harus mengadakan perbaikan dulu karena adanya kerusakan sebelum mangkrak atau karena kerusakan yang terjadi akibat mangkrak.
 

·
Registered
Joined
·
571 Posts
kalau di jabar, sudah keliataan aktivitas reaktivasi rel mati, nah kabar di jateng gimana ya...?? karena justru pemda pemda lebih suka adanya jalan tol.
mohon updatenya

terima kasih
 

·
Registered
Joined
·
484 Posts
Mulai besok, KA arah Jakarta dibatalkan semua. Tiketnya sudha ditarik dari RTS. Jangan kaget kalau banyak kereta stabling di stasiun-stasiun kecil krn memang tidak ada tempat untuk menyimpan rangkaian. Atau bahkan ada yang disimpam di tempat yang jauh dari titik keberangkatan maupun kedatangan.
 

·
Registered
Joined
·
880 Posts
Berikut daftar 47 KA jarak jauh keberangkatan dari tiga stasiun di Jakarta yang dibatalkan.

1. KA 7006 Pangandaran relasi Gambir - Banjar dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

2. KA 8 Argo Lawu relasi Gambir-Solo dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

3. KA 24 Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon dibatalkn tanggal 1-30 April 2020

4. KA 26 Argo Cheribon relasi Gambir-Tegal dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

5. KA 46 Argo Parahyangan relasi Gambir - Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

6. KA 68A Argo Parahyangan relasi Gambir - Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

7. KA 70F Argo Parahyangan relasi Gambir - Bandung dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

8. KA 50 Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

9. KA 7030 Argo Parahyangan relasi Gambir - Kiaracondong dibatalkan tanggal 1-30 Apil 2020

10. KA 88 Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

11. KA 110B Singasari relasi Pasar Senen-Blitar dibatalkan tanggal 1 April - 1 Mei 2020

12. KA 136 Dharmawangsa relasi Pasar Senen-Surabaya Turi dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

13. KA 140B Mataram relasi Pasar Senen-Solo dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

14. KA 252 Majapahit relasi Pasar Senen-Malang dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

15. KA 258A Jaka Tingkir relasi Pasarsenen-Purwosari dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

16. KA 254A Jayakarta relasi Jakarta Kota-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 1-14 April 2020

17. KA 2A Argo Wilis relasi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

18. KA 14 Argo Muria relasi Gambir-Semarang Tawang dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

19. KA 20 Argo Cheribon relasi Gambir-Tegal dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

20. KA 34 Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

21. KA 30 Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

22. KA 22 Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

23. KA 28 Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

24. KA 66F Argo Parahyangan relasi Gambir- Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

25. KA 42A Argo Parahyangan relasi Gambir- Kiaracondong dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

26. KA 7002 Argo Parahyangan relasi Gambir - Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

27. KA 56A Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

28. KA 52 Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

29. KA 78A Turangga relasi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

30. KA 82 Sembrani relasi Gambir-Surabaya Turi dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

26. KA 7002 Argo Parahyangan relasi Gambir - Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

27. KA 56A Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

28. KA 52 Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

29. KA 78A Turangga relasi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

30. KA 82 Sembrani relasi Gambir-Surabaya Turi dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

31. KA 84A Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta dibatalkan tanggal 1-30 April 2020

32. KA 86A Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

33. KA 104B Mutiara Selatan relasi Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

34. KA 108B Malabar relasi Pasar Senen-Bandung-Malang dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

35. KA 112A Gaya Baru Malam relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

36. KA 134 Gumarang relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

37. KA 142A Bogowonto relasi Pasar Senen-Lempuyangan dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

38. KA 144A Gajahwong relasi Pasar Senen-Lempuyangan) dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

39. KA 146 Fajar Utama YK relasi Pasar Senen-Yogyakarta dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

40. KA 148A Senja Utama YK relasi Pasar Senen-Yogyakarta dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020

41. KA 158A Sawunggaling relasi Pasarse Senen-Kutoarjo dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

42. KA 202 Tawang Jaya relasi Pasar Senen-Semarang Poncol dibatalkan tanggal 1 April -1 Mei 2020

43. KA 260A Kutojaya Utara YK relasi Jakarta Kota-Kutoarjo dibatalkan tanggal 2-30 April 2020

44. KA 264 Menoreh relasi Jakarta Kota-Semarang Tawang dibatalkan tanggal 1 April-1 Mei 2020.

45. KA 128A Anjasmoro relasi Pasar Senen-Jombang dibatalkan tanggal 6-30 April 2020

46. KA 262 Tawangjaya Premium relasi Pasar Senen-Semarang Tawang dibatalkan tanggal 6-30 April 2020

47. KA 12 Argo Sindoro relasi Gambir-Semarang Tawang dibatalkan tanggal 6-30 April 2020
 
8401 - 8420 of 8459 Posts
Top