Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 133 Posts

·
there's no free lunch
Joined
·
2,616 Posts
Discussion Starter · #2 ·
Kader PKB Mengamuk di Arena Muktamar

Mangkanya jadi orang jgn GOBLOK!!!


Liputan6.com, Semarang: Wawan Prasetyo, kader Partai Kebangkitan Bangsa mengamuk dan berteriak histeris di arena pembukaan Muktamar PKB di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/4). Wawan merasa ditipu setelah gagal menjadi anggota legislatif Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Padahal ia telah menyetor uang Rp 350 juta.

Wawan adalah calon legislator yang memperoleh suara terbanyak di antara caleg PKB lainnya. Namun, karena berada di nomor urut bawah, ia gagal menjadi anggota DPRD Kabupaten Sleman. Padahal, Wawan sudah dijanjikan akan duduk di lembaga legislatif asal menyetor sejumlah uang.

Orang tua Wawan yang berada di Desa Magersari, Kelurahan Candibinangun, mendukung upaya yang dilakukan anak sulungnya. Keluarga juga mengaku merasa dikhianati Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Syuro PKB Sleman.

Dalam perjanjian awal, calon yang memperoleh suara terbanyak akan duduk sebagai anggota DPRD meski berada di urutan bawah. Kenyataannya, kendati Wawan mendapat suara terbanyak di daerah pemilihan dua Sleman justru calon lain yang disetujui DPC dan Dewan Syuro PKB Kabupaten Sleman.

Selain merasa dikhianati Wawan juga harus kehilangan uang Rp 350 juta. Pihak keluarga menolak menyebutkan sumber uang tersebut. Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB Ali Masykur Musa menyatakan, partai tidak pernah meminta uang kepada para caleg.(YYT/Yudi Sutomo)
 

·
there's no free lunch
Joined
·
2,616 Posts
Discussion Starter · #3 ·
Studi Banding Anggota DPR Dinilai Tak Efektif


Liputan6.com, Jakarta: Kekhawatiran sejumlah kalangan dengan rencana studi banding anggota Badan Legislasi DPR ke sejumlah negara, termasuk Belanda, mungkin menjadi kenyataan. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda menyebutkan, kegiatan mereka tak efektif. Selain Parlemen Belanda sedang reses, sejumlah anggota Dewan terlihat berbelanja barang-barang merek terkenal seperti Gucci dan Bally. Informasi ini diterima SCTV di Jakarta, Jumat (29/7).

PPI melampiri kabar ini dengan sejumlah foto saat anggota DPR berada di lobi Hotel Radisson SAS Amsterdam Airport. Foto tersebut diambil pada Kamis kemarin. Tampak jelas di foto itu, sejumlah anggota Dewan menenteng tas belanjaan merek terkenal.

Anggota Dewan yang mengikuti studi banding ini antara lain, Nursyahbani Katjasungkana dari Partai Kebangkitan Bangsa, Pataniari Siahaan (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Andi Mattalatta, dan Yahya Zaini (Partai Golongan Karya), Agus Tjondro Prayitno dan Maiyasyak Johan (Partai Persatuan Pembangunan), Ishaq Saleh (Partai Amanat Nasional), serta Yusuf Fanie Andin Kasim dari (Partai Bintang Reformasi).

Sejauh ini, belum ada konfirmasi dari para anggota Badan Legislasi DPR itu karena selama di Belanda, telepon seluler mereka tidak aktif. Tanpa bermaksud menuduh, jika yang diungkapkan para pelajar di Belanda itu benar, patut disayangkan. Kegiatan DPR yang berbiaya mencapai ratusan juta rupiah ini tidak efektif dan di tengah kesulitan keuangan yang dihadapi baik negara maupun rakyat Indonesia.

Pandangan miring seputar studi banding para wakil rakyat itu memang sudah santer terdengar sejak rencana hingga keberatan mereka. Seakan tutup kuping dengan semua kritik, para anggota Dewan terbang juga pada Ahad silam. Mereka berkilah, studi banding dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas undang-undang Indonesia [baca: Anggota DPR Melancong Juga ke AS].

Studi banding yang berlangsung sejak 24 hingga 31 Juli itu bukan saja menuai kritik dari dalam negeri. Ketika berada di negara tujuan pun, program ini sempat diboikot oleh PPI di Prancis. Sikap kritis para pelajar ini mungkin tak bisa disalahkan. Namun program studi banding ke mancanegara, apalagi bertujuan menangguk ilmu dan pengalaman guna memperbaiki sistem undang-undang Indonesia, juga tidak salah. Tetapi ketika program itu dilaksanakan di tengah kondisi negeri sedang dilanda berbagai krisis, wajar jika muncul kritik dan kecaman.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
 

·
Registered
Joined
·
6,022 Posts
these MPs have a right to shop branded goods and go overseas to have fun. But when they do it so blatantly under the guise of 'studi banding' using state funds, it is just inappropriate and insensitive to the millions of INdonesians out there.
 

·
Urban Monk
Joined
·
2,432 Posts
So funny... those MP never attend any meeting in house of representative, but once there is a 'study banding', they come at once, not only them, but with their family hehehehe
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
HOW YOU THINK ABOUT THIS PIC

Meski dikecam, anggota Baleg DPR ngotot studi banding, antara lain ke Belanda. Olala....padahal parlemen Belanda sedang reses sampai 29 Agustus 2005. Lantas? Sebagian dari mereka belanja barang merek mewah, Bally dan Gucci.



Pataniari, sejumlah anggota Baleg DPR yang ikut rombongan adalah Nursyahbani Katjasungkana (PKB), Andi Matalatta (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Tjondro Prayitno (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR). Foto: PPI Belanda



Mengantre sambil menenteng Gucci di Radisson SAS Hotel Amsterdam Airport. Mitra studi banding sedang liburan (vakansi), lalu ini studi banding apa? Foto: PPI Belanda



Andi Matalatta, anggota Baleg dari Fraksi Partai Golkar, tampak menentang barang yang dibelinya bermerek Gucci. Barang bermerek ini menjadi lifestyle ala Hollywood. Foto: PPI Belanda.



Ayo pikul sebanyak-banyaknya, rek, mumpung di Belanda. Yahya Zaini (Fraksi Partai Golkar) tampak juga membawa barang bawaan.
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Another pics



Merek-merek mewah ditumpuk diatas troli. Sayang parlemen Belanda sedang reses, kalau tidak mereka pasti geleng-geleng kepala melihat penampilan wakil rakyat RI ini. Konon, anggota parlemen Belanda jarang membeli barang bermerek seperti ini. Foto : PPI Belanda



Salah satu merek top, Bally, yang memenuhi troli atau dipikul rombongan Baleg DPR di Belanda. Foto : PPI Belanda
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
sanhen said:
From which polical party those bastards are? I will not give my vote to them on the next election.
sejumlah anggota Baleg DPR yang ikut rombongan adalah Nursyahbani Katjasungkana (PKB), Andi Matalatta (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Tjondro Prayitno (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR)
 

·
Registered
Joined
·
6,022 Posts
Blue_Sky said:
sejumlah anggota Baleg DPR yang ikut rombongan adalah Nursyahbani Katjasungkana (PKB), Andi Matalatta (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Tjondro Prayitno (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR)
Sanhen, I guess that leaves all the major parties out, with the exception of Demokrat and PKS... :rofl:
 

·
Registered
Joined
·
6,022 Posts
btw, those lucky dudes most probably claim those gucci and bally as travelling expenses...and get their money back.... :bash: :bash: :bash:
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Alvin said:
btw, those lucky dudes most probably claim those gucci and bally as travelling expenses...and get their money back.... :bash: :bash: :bash:
That is obvious...
coz all their expenses from air ticket, accomodation include food etc is provided by Indonesian government
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Pernyataan Sikap PPI Prancis ttg shopping DPR

Pernyataan Keprihatinan PPI Prancis atas Kunjungan Anggota Badan Legislasi DPR Republik Indonesia ke Paris
Kepada Yth:
Yang mulia Anggota Badan Legislasi DPR
Republik Indonesia

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Prancis (PPI Prancis), sebagai bagian komunitas masyarakat Indonesia di Prancis, menerima undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis untuk menghadiri acara ramah-tamah dengan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Republik Indonesia. PPI Prancis mengucapkan terima-kasih kepada KBRI Prancis atas undangan ini.

Berdasarkan informasi yang kami peroleh, kunjungan Yang mulia anggota Badan Legislasi DPR kali ini adalah melakukan studi banding proses penyusunan rancangan UU di Prancis. PPI Prancis mendukung upaya studi banding yang dilakukan anggota DPR-RI. PPI Prancis berpendapat bahwa dengan studi banding diharapkan anggota DPR-RI dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan sehingga dapat menjalankan fungsi sebagai legislator secara lebih baik.

Namun demikian, PPI Prancis berpendapat bahwa studi banding dengan berkunjung langsung ke negara yang hendak dilakukan perbandingan adalah bukan satu-satunya cara mendapatkan hasil yang efektif. Kini, dengan kemajuan teknologi, pelaksanaan studi banding dapat dilakukan dengan cara lain dengan hasil yang efektif, misalnya tele-conference dan web-conference. Untuk mendapatkan bahan atau dokumen secara lebih detail dapat dilakukan dengan memanfaatkan perwakilan Indonesia di negara tersebut dan atau bisa dilakukan dengan membuka informasi di situs internet.

Dalam suasana di tanah air sedang mengalami permasalahan yang berat dan kompleks, seperti kemiskinan bangsa dengan utang luar negeri mencapai 134 miliar dollar AS, di antara tangisan bayi dan anak Indonesia yang menderita busung lapar, meningkatnya angka kemiskinan yang jumlahnya hampir 40 juta orang, krisis BBM yang melanda seluruh pelosok nusantara, pelaksanaan studi banding dengan mendatangi ke negara tujuan saat ini bukanlah cara dan waktu yang tepat. Pelaksanaan studi banding seperti ini hanya akan mengurangi citra Yang mulia anggota Badan Legislasi DPR-RI dan DPR-RI secara kelembagaan dimata masyarakat dalam dan luarnegeri. Disamping itu hal ini dapat mempersepsikan rendahnya sense of crisis anggota DPR yang terhormat.

PPI Prancis sangat prihatin atas permasalahan bangsa Indonesia dewasa ini demikian pula sangat prihatin atas pelaksanaan studi banding anggota Dewan yang terhormat kali ini.

Demikian pernyataan keprihatinan PPI Prancis.


Paris, 26 Juli 2005
Rudianto Ekawan
Ketua PPI Prancis 2004-2005



source:
http://www.ppibelanda.org/index.php?option=com_content&task=view&id=13&Itemid=1
 

·
Urban Monk
Joined
·
2,432 Posts
Masuk TV ga sih?
Hmmm.. kalo ada yg studi banding ke Melbourne
Let me know ya
I will follow them and take photo when they do such things.
And of course, post the photo to the media!
Wohooo let kick those political party out of DPR!!!
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Ketua DPRD dan Ketua PDIP Sukoharjo Ditangkap Saat Berjudi

TEMPO Interaktif, Solo:Ketua DPRD Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, dan Ketua DPD PDIP Sukoharjo Pardino, ditangkap aparat Polresta Solo ketika sedang berjudi di sebuah hotel di Solo, Kamis (11/8) malam. Wardoyo juga tercatat sebagai wakil ketua DPD PDIP Sukoharjo, dan Pardino adalah anggota DPRD Sukoharjo.

Keduanya ditangkap bersama seorang anggota polisi, Abripka Mulyadi dan seorang warga bernama Purwanto ketika sedang berjudi kartu remi.

Menurut Kepala Polwil Surakarta, Kombes Abdul Madjid, keempat tersangka saat ini diperiksa di Mapolresta Solo. “Barang bukti berupa kartu remi dan uang sejumlah Rp 707 ribu ikut dibawa sebagai barang bukti,” katanya, Jumat (12/8) pagi.

Ia enggan menjelaskan peristiwa penangkapan terebut. Namun ditegaskan Abdul Madjid, semua aparat di bawah kendalinya diminta tegas meski yang ditangkap adalah pejabat dan pimpinan partai politik. Imron Rosyid

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2005/08/12/brk,20050812-65208,id.html
 

·
Awesomeness
Joined
·
1,209 Posts
I'm reading a book right now called "Reorganising Power in Indonesia - The Politics of Oligarchy in an Age of Markets" by Richard Robison and Verdi R. Hadiz. It was published last year with a few additions this year, and it's just jaw-dropping to me. It documents how individuals didn't just steal millions or tens of millions of dollars, but hundreds of millions of dollars each. Others have taken billions, as you all know.

The last few chapters deal with some interesting issues about how the old oligarchy has transformed to deal with democracy and the form of capitalism that exists in Indonesia. It's too hard to explain, but I'm sure most of you know the story already. I'm just ignorant on this subject. Kind of makes me sick deep down inside.
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Dirut dan Kacab PDAM Nyaris Baku Hantam

Akibat Diturunkan Posisinya
Dirut dan Kacab PDAM Nyaris Baku Hantam


SUMEDANG, (GM).-
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum ( Dirut PDAM) Kab. Sumedang, Drs. Manu Adisantosa, A.K. nyaris baku hantam dengan mantan Kepala Cabang PDAM Ujungjaya, Yudi Pagar Alam, Senin (3/10).

Kejadian yang membuat heboh sejumlah karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dipicu oleh ketidakpuasan Yudi Pagar Alam atas kebijakan pimpinannya yang telah menurunkan posisinya. Semula, Yudi yang menjabat Kepala Cabang PDAM Ujungjaya diturunkan menjadi pejabat fungsional di PDAM Induk.

Menurut Yudi, SK No. 862/SK.30/PDAM/ 2005 perihal penurunan jabatannya cacat hukum karena SK itu dibuat oleh direktur berdasarkan persetujuan Badan Pengawas dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta tidak melalui tahapan-tahapan penurun saksi, sesuai mekanisme yang berlaku.

Yudi menganggap, kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinannya telah melangkahi kewenangan bupati.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 14/88 pasal 23, badan pengawas hanya memberikan pertimbangan atau rekomendasi kepada bupati. "Dengan demikian, keberadaan lembaga itu tidak memiliki kapasitas untuk mengatur atau memberi putusan yang bersifat mempengaruhi direktur untuk membuat suatu kebijakan perihal penurunan jabatan seseorang, khususnya di lingkup PDAM," tutur Yudi.

Perang argumentasi di antara kedua belah pihak tidak bisa dielakkan lagi dan Yudi sempat menggebrak meja atasannya.

Yudi yang terlihat emosi mengancam akan mem-PTUN-kan pimpinannya ke pengadilan jika yang bersangkutan tidak mencabut kembali putusannya.

Menurut Manu Adisantosa, A.K. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, tindakan yang dilakukan bawahannya itu wajar. Hal ini bisa terjadi dan dilakukan oleh siapa saja. Begitu pula dalam melampiaskan kekesalan atau kekecewaan, bisa dilakukan dengan berbagai bentuk dan bergantung cara penyampaiannya.

"Itulah demokrasi dan yang jelas, tidak benar jika di antara kami telah terjadi baku hantam seperti yang diisukan di luar," ujarnya. (B.108)**


http://www.klik-galamedia.com/200510...omlengkap.php?
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
1 tahun SBY : Indonesia Negara Nomor 6 Paling Korup Sedunia

Jakarta - Setahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, peringkat korupsi Indonesia belum beranjak secara signifikan. Indonesia masih masuk 10 besar negara paling korup di dunia, tepatnya berada di urutan ke-enam negara paling korup.

Ini terungkap dari hasil penelitian Transparency International yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2005).

Dari penelitian dilakukan terhadap 159 negara di dunia, Indonesia menempati urutan 137 atau keenam dari bawah dengan corruption perceptions index (CPI) 2,2. Skala nilai dalam ICP adalah 0 sampai 10. Indonesia mendapat nilai yang sama dengan Azerbaijan, Kamerun, Ethiopia, Irak, Liberia, dan Uzbekistan.

Di kawasan Asia Tenggara hanya Myanmar dengan skor 1,8 yang peringkatnya lebih buruk dari Indonesia, sehingga Indonesia menjadi runner-up negara paling korup di Asia Tenggara.

Di tingkat dunia, Myanmar merupakan negara nomor dua paling korup. Sedangkan negara paling korup adalah Bangladesh dan Chad. Negara paling bersih adalah Islandia, negara terbersih kedua adalah Finlandia dan Selandia Baru.

Indonesia tertinggal jauh dari Singapura yang ICP-nya 9,4 dan menjadi negara paling bersih nomor lima. Indonesia juga kalah dari negara tetangga Malaysia yang memiliki skor 5,1, Thailand 3,8, Vietnam dan Laos masing-masing 3,3, Filipina 2,5, dan Kamboja 2,3.

Dibandingkan dengan tahun 2004, perbaikan ICP dan peringkat Indonesia relatif kecil, yakni dari ICP 2,0 menjadi 2,2. Sementara dari segi peringkat, dari 146 negara yang disurvei, Indonesia berada pada urutan ke-133 atau urutan kelima dari bawah.

Dengan perbaikan yang sangat kecil itu, rapor Indonesia dalam pemberantasan korupsi masih merah. "Rapornya tetap merah. Pemberantasan korupsi di Indonesia masih kalah cepat dengan korupsinya," kata Todung.

Pemerintahan SBY-JK juga dinilai gagal dalam memanfaatkan kesempatan emas untuk melakukan pemberantasan korupsi. "Pemerintah bisa memperbaiki hal ini dengan menyelesaikan kasus-kasus korupsi besar seperti kasus suap di MA dan kasus Bank Mandiri," demikian Todung Mulya Lubis.

Bisakah? Kita lihat tahun depan. (gtp)

http://jkt1.detiknews.com/indexfr.ph...962/idkanal/10
 
1 - 20 of 133 Posts
Top