SkyscraperCity banner
1 - 20 of 54 Posts

·
Unregistered User
Joined
·
3,496 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Rendering:


Name: MT. Haryono Square
Usage: Mixed use, 21 floors consist of:
- Apartment 260 units
- Office 4 floors
- Shopping arcade 43 units
Status: Strata title
Confirmed tenants: KFC, A&W, Dunkin Donuts, Kino Take
Developer: Sukses Karya Perdana, PT (Gapura Prima Group)
Expected completion: Sept 2009
Land size: 6000 m2
Location: Intersection of Jl Otista and Jl MT Haryono
Google Earth:
 

·
Unregistered User
Joined
·
3,496 Posts
Discussion Starter · #2 ·
Ditulis pada Juni 3, 2008 oleh Hilda Alexander

MT Haryono Square, Manfaatkan Kenaikan Harga BBM

Tak ada pengembang yang sepercaya diri Grup Gapura Prima. Kendati klan bisnis ini hanya menempati urutan kedelapan dari rating raja-raja properti yang dilansir Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp6,5 triliun, namun mereka terus bergerak maju. Tak puas hanya memiliki 14 poyek properti (5 apartemen, 2 trade center, dan 7 residensial), kini melansir MT Haryono Square melalui anak usahanya PT Sukses Karya Perdana.

Proyek ini menempati area seluas 6.000 m2 dan berada persis di ujung perpotongan Jl Dewi Sartika, Jl Otista, Jl Gatot Subroto dan Jl MT Haryono, Jakarta Timur. MT Haryono Square merupakan proyek mixed use keempat Grup Gapura Prima setelah The Bellezza, di Jakarta Selatan, Serpong Town Square (Tangerang) dan Paragon Solo (Jawa Tengah).

Konsepnya biasa dan tak baru. Menghimpun 260 unit apartemen, shopping arcade sebanyak 43 unit, dan perkantoran 4 lantai yang terangkum dalam satu bangunan setinggi 21 lantai. Semua fungsi properti di sini berstatus kepemilikan strata title. Adapun harga yang ditawarkan, mulai dari Rp10 juta/m2 untuk unit apartemennya dan 500 juta ke atas untuk unit komersialnya. Harga ini di luar 12 unit grand suites berukuran 101 m2, senilai Rp1,4 miliar. Sementara unit terkecil berdimensi 32 m2.

Menurut Presiden Direktur PT Sukses Karya Perdana, Sebastian Gunadi, MT Haryono Square dirancang untuk memenuhi kebutuhan para komuter yang berasal dari kawasan sub urban macam Bekasi dan Bogor. “Jumlah mereka sangat banyak dan potensial untuk digarap, sekitar 3 juta orang. Nah, 1 persennya saja dari mereka yang berhasil kami raup, maka tak perlu waktu lama untuk merampungkan proyek ini,” ujarnya.

Dengan mengincar segmentasi pasar yang spesifik seperti itu, tampaknya MT Haryono Square bakal terserap cepat. Mengingat lokasinya sangat strategis dan mudah diakses. Tidak saja oleh angkutan umum penumpang seperti bis besar, bis ¾ dan angkot, juga bis jalur khusus Transjakarta yang haltenya tepat di depan proyek ini.

Bagi para komuter yang berasal dari Bekasi dan Bogor yang kebetulan bekerja di Jakarta, tampaknya MT Haryono Square perlu dipertimbangkan. Ini merupakan pilihan realistis. Memilikinya berarti akan memangkas biaya hidup, khususnya transportasi (bensin dan tol), cukup signifikan.

Perhitungan obyektifnya begini; ongkos transportasi saat ini dari Bekasi ke Jakarta dan sebaliknya adalah Rp2 juta dan Rp3 juta untuk rute Bogor-Jakarta (pp). Nominal ini kian membengkak jika kita gandakan 30% pasca kenaikan harga BBM, bertambah sebesar Rp600.000. Nah, kalau pendapatan Anda sekitar Rp6 juta per bulan, separuhnya ‘terbuang percuma’. Tidak cuma ongkos transportasi, waktu untuk keluarga pun bakal kian menyusut. Sebaliknya, separuh penghasilan yang ‘terbuang percuma’ itu akan bernilai jika dialihkan menjadi cicilan pemilikan apartemen.

Menarik juga motivasi dan strategi PT Sukses Karya Perdana merilis MT Haryono Square pada momen gonjang ganjing kenaikan harga BBM. Keputusan yang dipilih terbilang nekat, kendati dalam perspektif efisiensi boleh dikatakan sangat jitu. Kenapa nekat? Sebab, saat ini daya beli kelas menengah yang masih sensitif terhadap gejolak harga, cenderung menurun. Dus, berinvestasi di sektor properti bukan merupakan pilihan terbaik mengingat kenaikan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan melainkan membubungnya harga bahan bangunan. Apalagi angka inflasi diprediksi menyentuh 9% dan suku bunga KPR/KPA ikut melonjak sebagai efek kenaikan harga BBM. Asal tahu saja, beberapa bank swasta nasional, seperti PermataBank dan PaninBank sudah mengisyaratkan kenaikan suku bunga sebesar 1-3%.

Akan tetapi, Sebastian punya pandangan berbeda. Menurutnya, bertempat tinggal di tengah kota adalah keputusan bijak dan tepat. “Sub urban dweller yang berpikiran praktis semestinya mempertimbangkan efisiensi. Paradigma ini harus ditularkan agar efisiensi dalam semua lini kehidupan bisa terwujud. Ujung-ujungnya kan bisa menekan biaya hidup dan kemacetan dapat dikurangi,” paparnya.

Kampanye marketing ini ternyata bersambut positif. Sejak soft launching pada Februari hingga pertengahan Mei 2008, telah terjual 30% dengan volume Rp80 miliar. Targetnya untuk periode Agustus-September mencetak penjualan 70%, yang berarti pembangunan sudah melewati tahap struktur. “Melihat animo pasar, saya kira target bakal terealisasi dengan mudah,” tandas Sebastian seraya menambahkan Himalaya Insurance akan mengisi satu lantai perkantoran. Sementara nama-nama popular macam KFC, A&W, Dunkin Donuts, Kino Take telah memberikan konfirmasi untuk membuka gerainya di sini.

Demi mewujudkan MT Haryono Square sebagai tempat tinggal para komuter, PT Sukses Karya Perdana harus merogoh kocek sekitar Rp200 miliar. Termasuk biaya akuisisi lahan yang telah dilakukan setahun lalu dari pemilik lama yakni perusahaan pergudangan. Rencananya, MT Haryono Square beroperasi pada September 2009.
 

·
Log Out
Joined
·
2,680 Posts
padahal aku lihat udah cukup lama loh project ini terlihat bilboard-nya di kawasan itu ( sebenarnya kalo gak salah sih Otista ya ? )

btw.. nan ? kapan naik TJ nih ? ke atau dari cawang ?
sengaja ya sekedar buat hunting gambar :D
 

·
Log Out
Joined
·
2,680 Posts
^^ :D...kali aja niat ! btw tanahnya keliatan sempit ya ?
sepertinya ga sebanding dengan luas project yang terlihat di maket-nya
 

·
Log Out
Joined
·
2,680 Posts
nah betul! gw juga ngira kaya gitu,,,
apa renderingnya aja yang keliatan gede ya? :nuts:
kali aja...gak tau juga sih
btw rendering sama bilboard yang terpasang dilokasi project sama persis kok gambarnya, mungkin aja skala yang dipakai buat rendering 1 : 100 artinya 1 cm = 100 cm :D
 

·
Registered
Joined
·
2 Posts
Nih beritanya....

PEMKOT JAKTIM BEKA _


Home
Disegel, Proyek Apartemen MT Haryono Square Berlanjut


wiastuti
BERITAJAKARTA.COM — 26-12-2008 17:17
Tindakan tegas perlu dilakukan petugas Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan Jakarta Timur (Sudin P2B Jaktim) terhadap proyek apartemen MT Haryono Square di Jl Otista, Jatinegara. Karena proyek yang pernah disegel pada 29 Agustus lalu, pengerjaannya terus saja berlangsung. Papan segel berukuran 1,5x2 meter ditutupi kain dan sejumlah pot tanaman agar tidak terlihat.

Rencananya MT Haryono Square yang satu sisinya berada di Jl MT Haryono dan sisi lainnya menghadap Jl Otista akan digunakan sebagai apartemen dan mal. Karena luas tanahnya 5.800 meter persegi, maka izin diurus ke Dinas P2B DKI. Kenyataannya, bangunan yang rencananya untuk 17 lantai dengan dua basement tersebut sudah dipasangi papan segel merah berukuran 1,5 x 2 meter di pintu depannya.

Sampai saat ini belum ada permohonan IMB dari pemilik bangunan baik ke Sudin P2B Jaktim maupun Dinas P2B DKI. Sejumlah pekerja di lokasi mengatakan mereka hanya mendapat perintah mengerjakan bangunan. “Soal tidak ada izin bukan urusan kami. Memang untuk papan segel kami disuruh menutupnya,” kata salah satu pekerja.

Kepala Sudin P2B Jakarta Timur, Bambang Sujimanto, yang pernah menyegel langsung bangunan tersebut sudah menegur pemilik soal segel yang ditutupi. “Mereka janji akan membuka lagi tutup segel dan menghentikan pekerjaan,” katanya, Jumat (26/12). Mengenai adanya kegiatan proyek itu kendati telah disegel dibantahnya. "Semalam hujan jadi ada sedikit longsor. Pekerja hanya membersihkan tanah sisa longsoran," ujarnya mencoba menutupi pengerjaan proyek yang disegel. Ia berjanji, kalau pemiliknya tetap mengerjakan akan ditegur.

Seperti diketahui, sebelumnya penyegelan MT Haryono Square yang dilaksanakan Rabu (19/11) tersebut sudah diproses dengan pemberian surat peringatan penghentian pekerjaan pembangunan (SP4) pada 29 Agustus lalu. Namun, lanjut Bambang yang memimpin penyegelan saat itu, pemilik bangunan tetap melaksanakan pekerjaan. “Setelah diberikan SP4, pemilik bangunan tidak juga mengajukan permohonan perizinan dan tetap membangun. Sehingga terpaksa kami segel sebelum bangunan bertambah,” tutur Bambang.

Saat ini kondisi bangunan baru setengah pondasi sehingga tidak perlu dilakukan pembongkaran. Bambang menjelaskan, pemilik bangunan baru tahap mengurus surat izin penunjukan penggunaan tanah (SIPPT) yang belum tentu selesai dalam waktu dekat. “Untuk membuat IMB harus membuat planning dulu di Tata Kota. Setelah itu mengajukan izin pendahuluan (IP). Jika IP sudah keluar, bangunan boleh dikerjakan sambil menunggu proses penyelesaian IMB,” jelasnya.

Ditempat terpisah, aparat Sudin P2B Jaktim melaksanakan pembongkaran terhadap pembangunan tempat peristirahatan bagi penguna jalan tol Jagorawi di Jl Buton Ujung RT 02/07 Munjul, Cipayung karena menyalahi izin. Meski lokasi bangunan berada di area jalan tol, namun aparat Sudin Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Jakarta Timur tetap membongkarnya, Jumat (26/12) siang.

Kasie Penertiban Sudin P2B Jaktim, Usman Lubis, menyatakan sebenarnya bangunan untuk tempat istirahat dan SPBU itu sudah mengantongi IMB No 1460/PIMB/T/2008 tanggal 26 Juni 2008. Tetapi ada sejumlah bangunan baru yang tidak sesuai dengan permohonan IMB-nya dan terpaksa dibongkar. "Kami bertindak tegas karena mereka membuat bangunan baru yang tidak ada dalam IMB,” katanya didampingi Koordinator lapangan Rusman R.

Sebelum dilakukan pembongkaran, P2B Jaktim sudah memberikan surat peringatan kepada pemilik serta menyegel bangunan agar tidak meneruskan pekerjaan. “Karena tidak ada upaya dari PT Bina Runa selaku pemilik bangunan, terpaksa kami bongkar,” kata Usman. Untuk pelaksanaan pembongkaran, petugas sudah mendapat surat perintah eksekusi bangunan No 3390/1.785.2 tanggal 24 Desember 2008. “Berdasarkan surat itulah kami melakukan pembongkaran. Jangan sampai ada anggapan bahwa petugas tidak menindak bangunan besar yang jelas melanggar,” lanjut Usman.




Reporter: wiastuti
Cetak Berita Ini

Foto Video Audio


Tidak ada video

Tidak ada audio



Video Terbaru Lainnya
29-01-2009
Gubernur Minta Monas Diperbaiki
29-01-2009
Kartu Pegawai Elektronik
29-01-2009
Wagub Hadiri Perayaan Imlek

Potret Jakarta Lainnya
Kartu Pegawai Elektronik










BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta
Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822488, 3454486; Email : [email protected]
 

·
Oceana Community Union
Joined
·
9,178 Posts




Sepertinya tinggal menyelesaikan apartemennya.. kemaren liat video konstruksinya di pameran.
 

·
Nomadic
Joined
·
11,592 Posts
^^
Pic proyek di ambil dari jalan tol arah Tg. Priok, sorry kalau kejahuan :lol::lol::lol:

 

·
Nomadic
Joined
·
11,592 Posts
Kemarin lewat tol jalan MT Haryono, proyek ini kelihatannya cukup lancar. Kira2 sudah sekitar 12 lantai yang jadi and still rising.:banana::banana::banana:

Oh ya, apartement yang persis banget di sebrang proyek ini juga sudah mulai di kerjakan tuh. Mohon diliput ya yang sering lewat sana:):)
 

·
Nomadic
Joined
·
11,592 Posts
^^
Tadi sempat lewat toll MT Haryono, tapi sayang picnya buram karena ngambilnya dari dalam patas yang sedang melaju kencang, mana kacanya buram juga lagi.:bash:

Cuma dapat 2 pic yang gak jelas gitu.:lol::lol::lol:



 
1 - 20 of 54 Posts
Top