Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 184 Posts

·
Registered
Joined
·
96 Posts
Discussion Starter · #1 ·
tadi pagi gue nonton riz khan east 101 talkshow di aljazeera
topiknya ; jakarta's suffering
jakarta adalah kota paling penuh pengorbanan
paling tidak manusiawi untuk ukran mega cities
dialog teleconference
nara sumbernya ; di london ada seorang profesor tata kota
di bangkok ; orang undp, dan di shanghai ; plannolog amerika yg disewa gubernur shanghai unuk menata shanghai menjadi kota kelas dunia
kurang ajar juga si aljazeera
tapi aku jadi sadar
betapa orang2 asing sudah memicingkan mata
kepada infrastruktur di jakarta
sangat tertinggal untuk ukuran negara sekelas indonesia di mata dunia
sangat kontras dengan menterengnya superblok modern
dan puncaknya adalah ; kematian aktifitas kota di tahun 2011
jika tak ada terobosan gubernur membenahi infratsruktur, pemukiman, dan fasilitas umum. dan terbayang wajah gubernur coblos kumis yg sok birokrat
sok pejabat, kayak menteri saja, tapi air-head
padahal jakarta sudah kritis, si kumis gak ada sense of krisis
kota yg sangat tidak efisien, menyebalkan, dan suck !
si kumis asik nunggu proyek
untuk mengembalikan biaya kampanye
dan jakarta semakin menemukan takdirnya
kota mengkilap tapi lumpuh
alamak...
tadi pagi di kompas waterway itu rusak tak terurus
dicoleng pemulung fasilitasnya
malam gelap dipake nginep pemulung
sampah dimana2
KALAU GAK ADA TEROBOSAN, KOTA KITA AKAN LUMPUH
TAK BERBUDAYA DAN DICIBIR BAHKAN OLEH HO CHI MINH CITY
AYO GUBERNUR JANGAN SEMBUNYI DI KANTOR
KERJA ! KERJA ! KERJA !
BIKIN TERBOSAN UNTUK MENJADIKAN JAKARTA NORMAL
JAKARTA SUDAH MEMALUKAN DI ASIA TENGGARA
SI KUMIS ! KAMU BISA !
tapi sejujurnya gue hopeless
masih mending si jenderal itu
sepertinya dulu dia banyak ide terobosan untuk jakarta
biar gak stuck stuck stuck stuck stuck
dan akhirnya nanti lumpuh
I WISH I AM WRONG........
:bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash:
 

·
SSC Indonesia
Joined
·
4,826 Posts
^^ Si kumis belum hopeless lah, lha wong kumisnya aja masih tegak berdiri. Kalau udah rontok, baru itu artinya udah hopeless ngurusin Jakarta.

Waterway itu proyeknya Sutiyoso dalam kejar tayang sebelum lengser. Dari dulu juga udah dibilangin siapa yg mau naik angkutan itu, wong kalinya aja bau gitu. Mungkin orang yg suka bau2an yg seneng.

PR nya Bang Kumis emang masih banyak, dan sampai saat ini belum ada terobosan yg signifikan dari Bang Kumis.

Beberapa minggu lalu, gw ke kecamatan Cilandak ngurus sesuatu, suasananya masih sama saja dengan anggapan orang2 terhadap kantor pemerintah. Panas, tidak ada semangat kerja, tidak ada informasi yg jelas, pokoknya gak ada demen2nya tinggal lama2 disitu (pengennya cepet keluar).

Itu kan padahal hal basic, dan rutin. Sehari2 masyarakat pasti ada aja urusan disitu. Kondisinya dan budayanya, duh prihatin lah. Beda banget ama budaya perusahaan swasta apalagi asing.
 

·
Subaru, Beyond Words
Joined
·
512 Posts
Cape deh.

Gubernur itu khan jauuuuh di atas sana. Very lonely place. Pusingnya semua orang mengandalkan pak gubernur (siapapun gubernurnya).

Susahnya adalah kalau anak - buah juga mengandalkan gubernurnya (one man show). Lebih susah kalau anak buah juga pada kepingin jadi gubernur (ikan kecilnya kepingin jadi warlord kayak di Cilandak itu, ikan gedenya kepingin jadi gubernur benernya). Tapi paling susah kalau gubernurnya ngomong a, anak buahnya bertindak b. Lha yg terakhir, apa gunanya pemilu?

Tapi mana yg paling susah :
a. Gubernur keputusannya salah terus
b. Gubernur otoriter
c. Gubernur mencla mencle
d. Gubernur tidur
e. Gubernur omong kosong (janji palsu)
Jangan salah ya, ini pertanyaan teoritis belaka, ndak mengarah ke siapa pun, apalagi Presiden kita yang tercinta, apalagi Pak Foke yg jadi pilihan warga Betawi tercinta.
 

·
Banned
Joined
·
2,798 Posts
Kalau gua jadi gubernur Jakarta yang pertama gua lakukan :

1. Dilarang buang sampah sembarang, terutama ke kali di denda keras.

2. Daerah yang kumuh-kumuh di tata ulang, kagak ada alasan buang penduduk untuk tinggal sembarangan.

3. Infrastruktur diperbaiki, terutama public transportasi.

4. Semua warga kota Jakarta di data pakai digital, jadi kagak ada yang ilegal. Kalau yang menampung ilegal dari daerah yang nampungnya di denda besar sekali.

5. Bukan hanya malls saja yang dibangun, tapi museum, perpustakaan bertaraf international.

6. Jalur kendaraan bermotor 2 dua dipisahkan, serta dilarang mobil berpolusi.
 

·
Registered
Joined
·
96 Posts
Discussion Starter · #5 ·
gue pilih gubernur otoriter !

Cape deh.

Gubernur itu khan jauuuuh di atas sana. Very lonely place. Pusingnya semua orang mengandalkan pak gubernur (siapapun gubernurnya).

Susahnya adalah kalau anak - buah juga mengandalkan gubernurnya (one man show). Lebih susah kalau anak buah juga pada kepingin jadi gubernur (ikan kecilnya kepingin jadi warlord kayak di Cilandak itu, ikan gedenya kepingin jadi gubernur benernya). Tapi paling susah kalau gubernurnya ngomong a, anak buahnya bertindak b. Lha yg terakhir, apa gunanya pemilu?

Tapi mana yg paling susah :
a. Gubernur keputusannya salah terus
b. Gubernur otoriter
c. Gubernur mencla mencle
d. Gubernur tidur
e. Gubernur omong kosong (janji palsu)
Jangan salah ya, ini pertanyaan teoritis belaka, ndak mengarah ke siapa pun, apalagi Presiden kita yang tercinta, apalagi Pak Foke yg jadi pilihan warga Betawi tercinta.
lebih baik otoriter kayak bang yos
jakarta yg kacau balau hanya selesai dengan tangan besi
radikal tapi masuk akal
banyak pakar yg bisa disewa
modal juga gede
apbd jakarta kan 20 triliun
masa gak ada yg bisa dipake buat infrastruktur
gendutin aja tuh birokrasi
kalau duit kurang
NAIKIN PAJAK, ATAU NODONG KONGLOMERAT
YANG KEENAKAN TINGGAL DI JAKARTA
TAPI DOING NOTHING
ATAU LEGALKAN AJA JUDI, BUAT BIAYA BANGUN JAKARTA
MUMPUNG FPI DKAN DIBUBARKAN
tapi yang pasti
gue gemas gemas gemas gemas dan gggeeemmmaaassss
dengan gaya alon-alon ala bang kumis
terlalu alon-alon
kesannya nunggu, nunggu, nunggu, nunggu, nunggu, nunggu,
gak ada inisiatif, inisiatif, inisiatif, inisiatif, inisiatif, inisiatif, inisiatif,
rob di jakarta utara dibiarin
macet kayak setan gak punya terobosan
JALAN2 DIBIARKAN SEMPIT GAK DIPERLEBAR
MASAK DARI TAHUN 50-AN JALAN UTAMA CUMAN THAMRIN-SUDIRMAN
60 TAHUN GAK ADA LAGI UPAYA PELEBARAN JALAN
SEKELAS THAMRIN-SUDIRMAN
TEMBUSIN TUH SENAYAN-TB SIMATUPANG
TEMBUSIN JUGA/ PERLEBAR KUNINGAN-PEJATEN-FATMAWATI
LEBARIN JALAN S PARMAN, MT HARYONO, KEBAYORAN LAMA, CILEDUG, PRIOK
PERLEBAR JALAN-JALAN UTAMA DI KODYA
MASA PULUHAN TAHUN/ PANJANG JALAN SEGITU2 SAJA
KETERLALUAAANNNNN....
angkutan massal ; monorail gagal mendapat pembiayaan
KALAU SEMUA WARISAN SUTIYOSO,
LALU APA YG DILAHIRKAN BANG KUMIS
banyak yg bisa dilakukan
SANA PERGI KE JEPANG CARI INVESTOR MRT
PERGI KEK KE TIMUR TENGAH, CARI INVESTOR BANJIR KANAL
PERGI SANA KE SEOUL
BELAJAR BAGAIMANA CARA SEOUL MELEBARKAN JALAN2
ADA PULUHAN JALAN SEKELAS THAMRIN-SUDIRMAN DI SEOUL
ATAU GAK USAH JAUH2, KE SINGAPURA SAJA ATAU KUALA LUMPUR
ADA PULUHAN JALAN SEKELAS THAMRIN-SUDIRMAN
WARGA MAU KOK BERKORBAN ASAL GANTIRUGI COCOK
YA MEMANG PAKAI BIAYA
UTANG KEK KALAU PERLU KE BANK DUNIA/ ADB
ATAU TERBITKAN OBLIGASI DAERAH
SEKALI LAGI OBLIGASI DAERAH OBLIGASI DAERAHO BLIGASI DAERAH
OBLIGASI DAERAH OBLIGASI DAERAH OBLIGASI DAERAH OBLIGASI DAERAH
BANYAK CARA MEMBIAYAI
gue heran dan tak habis pikir
apa detik ini yg dipikirkan bang kumis
saat jakarta semakin merana
serius, gue gak habis pikir kawan.......
 

·
Log Out
Joined
·
2,680 Posts
pilkada dulu sy gak pilih bang kumis tuh...semacam udah punya feeling kalo dia gak bakalan mampu ngatasin kemelut dan persoalan paling urgent di jakarta...

duh...menyedihkan juga dengan kabar seperti ini, meski memang selama ini gak bisa di tampik secara pribadi berdasarkan pengalaman sehari2 sebagai warga jakarta...
jakarta emang terlalu banyak PR yang harus diselesaikan terutamanya menyangkut PUBLIC CORNER
 

·
Registered
Joined
·
96 Posts
Discussion Starter · #8 ·
yg barusan terpikir sama gue....

si win kesel amat.. :D

kan baru jalan bentar si foke.. :)
nanda, gak juga kalau baru jalan bentar
pilkada DKI tahun 2007 lalu
sekarang sudah setengah tahun
apalagi si kumis sudah 20 tahun jadi orang pemda DKI
so, gak ada visi dan misi yg jelas
mestinya dia tahu dan bergerak
lha wong sudah puluhan tahun tahu persoalan jakarta
ATAU JANGAN-JANGAN TIDAK TAHU
ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU
KARENA SI KUMIS BERMAIN SAVE
BIAR GAK ADA YG DISAKITI, WARGA SUKA GAK DIGUSUR,
WARGA SUKA JAKARTA DAMAI,
DAN AKHIRNYA WARGA PUN MEMBENARKAN
BAHWA MEMANG SUDAH NASIB KOK JAKARTA MACET DAN AWUT2AN
KUMIS INGIN MENJAIDKAN SEMUA TEMAN
BIAR LANGGENG JADI GUBERNUR
3 PERIODE KALAU PERLU
KALAU SUDAH TERKENAL, BISA JADI PRESIDEN
WELEH WELEH WELEH WELEH SI KOMO LEWAT
JADI KITA, 10 JUTA WARGA JAKARTA
NASIBNYA DISANDERA OLEH SATU ORANG KUMIS?
SATU ORANG MENGHAMBAT KEMAJUAN 10 JUTA ORANG????????????????????
YANG BENER SAJA KAWAN.............
 

·
Registered
Joined
·
96 Posts
Discussion Starter · #9 ·
1 ORANG MENYANDERA NASIB 10 JUTA ORANG !!!!!!!!

pilkada DKI tahun 2007 lalu
sekarang sudah setengah tahun
apalagi si kumis sudah 20 tahun jadi orang pemda DKI
so, MESTINYA sudah ada visi dan misi yg jelas
mestinya dia tahu dan bergerak
lha wong sudah puluhan tahun tahu persoalan jakarta
ATAU JANGAN-JANGAN TIDAK TAHU
ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU
KARENA SI KUMIS MAUNYA BERMAIN SAVE
BIAR GAK ADA YG DISAKITI, BIAR WARGA MENYUKAINYA
KARENA GAK DIGUSUR,
JAKARTA TERKESAN DAMAI,
DAN AKHIRNYA WARGA PUN MENERIMA DAN MEMBENARKAN
BAHWA MEMANG SUDAH NASIB KOK JAKARTA MACET DAN AWUT2AN
KUMIS INGIN MERANGKUL SEMUA MENJADI TEMAN
TEMAN PENYOKONG KEKUASAANNYA
BIAR LANGGENG JADI GUBERNUR JAKARTA
3 PERIODE KALAU PERLU
KALAU SUDAH TERKENAL, BISA JADI PRESIDEN
WELEH WELEH WELEH WELEH SI KOMO LEWAT
BISA JADI KITA INI, 10 JUTA WARGA JAKARTA
NASIBNYA DISANDERA OLEH SATU ORANG BERKUMIS?
SATU ORANG MENGHAMBAT KEMAJUAN 10 JUTA ORANG????????????????????
YANG BENER SAJA KAWAN.............
 

·
HRH Prince of Woles
Hogwars Groundskeeper
Joined
·
13,508 Posts
...males g bacanya......CAPS LOCK nya nyala terus.......
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
Sang jendral juga gak bagus2 amat kok,,,, ketahuan banget kejar setorannya ... Pas buka jalur busway,,, ehhhh Busnya masih kurang ... ehhh petugasnya belum siap ... mana bangun koridornya satu-satu lagi ..... dan banyak ehh, ehh, ehh, lainnya.

kalau si Kumis, bangun jalur buswaynya serentak .... tapi gak jelas, apa bus2 yang dipesen dari Tiongkok datangnya serentak juga :p~ ....

Kalau masalah banjir & polusi udara sama aja ...

Sang jendral buat ini dan itu, padahal masa jabatannya udah habis. Kirain karena ada dedikasi ... ehhh gak tahunya ketahuan mo ikut Pemilu Presiden .... Capee dee ....
 

·
Banned
Joined
·
2,798 Posts
21/06/08 23:54

Jakarta yang Serbaneka


Oleh Maria D. Andriana

Jakarta (ANTARA News) - Ridwan Saidi salah seorang tokoh Betawi, merasa bersalah karena selama ini sebagai orang Betawi dia maupun komunitas etnis tersebut gagal menyampaikan "gaya hidup" metropolis yang menghargai keberagaman kepada warga pendatang di Jakarta.

"Dulu di Jakarta masyarakatnya hidup rukun meskipun dari suku bangsa dan etnis berbeda, karena sejak dulunya kota ini dihuni masyarakat berbagai bangsa," kata Ridwan Saidi dalam diskusi Budayawan Betawi di Newseum Bataviase Nouvelles di Jakarta, Jumat malam.

Ia pun berkisah, semasa muda di permukimannya di Betawi Tengah, para tetangga berasal dari berbagai suku bangsa. Bila di pagi hari ia membuka pintu dan jendela rumah, ia akan melihat tetangga di sebelah kanan adalah warga berasal dari Bombay, di sebelah kiri rumah Chairil Anwar, di depan ada warga Jerman yang masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Chaidir dan tetangga lain berasal dari Ambon, Bali, orang China dan banyak lagi.

Menurut dia, leluhur orang Betawi memang bermacam-macam, bahkan apabila ditelusur ke atas, kebanyakan akan bertemu dengan orang asing sebagai leluhur, entah Belanda, Jerman, Bombay, Arab.

Sekitar awal tahun 1970-an kerukunan agama juga berjalan baik, orang Betawi biasa bermain di halaman gereja, di halaman kelenteng, kalau Natal beranjangsana ke tetangga yang nasrani, sebaliknya ketika lebaran Idul Fitri mereka yang mengunjungi kami, katanya.

"Belanda dansa tidak kita timpuki, boleh aja berdansa tapi kami intip," tutur pria yang lahir di Jakarta, 2 Juli 1942 dan dikenal sebagai anggota DPR dan budayawan Betawi itu.

Keberagaman yang sudah mengakar dalam kehidupan orang Betawi itulah yang membuat Jakarta sejak masih bernama Batavia menjadi kota kosmopolitan.

Daya tarik Jakarta itu menyebabkan banyak orang dari daerah berdatangan, kebanyakan mereka berasal dari komunitas yang tunggal, mengenal satu budaya dan satu agama, sehingga ketika berada di Jakarta menurut Ridwan Saidi belum bisa menyesuaikan diri dengan keragaman.

"Ini salah saya, sebagai warga Betawi kami tidak bisa mengajak pendatang untuk memahami budaya yang beragam," katanya.

Ridwan lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia itu menyadari diri sebagai orang aseli Jakarta ketika masa sekolah dasar. Pada waktu itu, jika tiba waktu libur kebanyakan teman-temannya pulang kampung dan Ridwan tidak pernah diajak pulang kampung oleh orang tuanya.

"Mau pulang kemane, kita tidak punya kampung," kata enyaknya yang membuat Ridwan sadar atas posisi dirinya sebagai "bukan orang udik" sehingga tidak bisa mudik.

Namun Ridwan seperti juga banyak orang lain pun mempertanyakan asal usul orang Betawi dan dia aman geram oleh pernyataan penulis Lance Castles yang menyebut orang Betawi sebagai keturunan budak.

Mengenai posisi Jakarta sebagai kota kosmopolitan, terbentuk karena wilayah ini dihuni warga yang meliputi berbagai etnik dan suku bangsa, sehingga penduduk asli, yaitu orang Betawi, secara historis dan tradisi sudah terbiasa dan mudah menerima pendatang.

Mona Lohanda, ahli sejarah dan arsipatoris tentang Jakarta atau Batavia pada masa silam, pernah mengemukakan bahwa dalam perjalanan sejarahnya kota Batavia dan kemudian menjadi Jakarta sejak awal sudah dihuni oleh beragam etnis, suku bangsa.

Tradisi berbaur dengan masyarakat yang beraneka bangsa itu melahirkan sikap hidup orang Betawi yang selalu mudah bergaul, tegas Mona.

Seorang pemuda Betawi, JJ Rizal yang juga menekuni sejarah etniknya mengaku tidak terganggu dengan pernyataan Lance Castles yag menyebut orang Betawi sebagai keturunan budak. Menurutnya ada banyak leluhur orang Betawi.

Sebenarnya Lance Castles bahkan menuliskan sesuatu yang lebih mulia yaitu menyatakan bahwa Republik Indonesia berutang pada Jakarta, pada Batavia, karena di kota inilah orang Indonesia dibentuk dan republik diproklamirkan.

"Di Jakarta Tuhan menciptakan orang Indonesia" tulis Lace Castle mengenai komunitas beragam antarsuku yang berbaur dan membentuk identitas baru sebagai orang Indonesia.

Menurut Rizal, sarjana sejarah lulusan Universitas Indonesia, pembentukan identitas baru ini adalah sesuatu yang lazim. Seseorang yang keluar dari akar budayanya (kaum urban misalnya) ada kemungkinan dia akan mempertahankan budayanya menjadi lebih kental, tetapi ada kemungkinan lain pula akan melebur dengan budaya di tempat yang baru.

Pater Adolf Heuken, SJ yang juga dikenal sebagai penulis sejarah Jakarta menegaskan, leluhur budak hanya salah satu komponen dari sekian banyak komunitas warga yang mendiami Batavia.

"Orang Bali dan beberapa suku lainnya datang ke Batavia sebagai orang bebas yang mencari pekerjaan, bukan budak," tuturnya.

"Yang seharusnya malu bukan keturunan para budak itu tetapi adalah mereka yang memperbudak manusia," tegasnya.

Hari lahir Jakarta dipertanyakan

Dalam diskusi budayawan Betawi yang diselenggarakan untuk menyongsong hari Jadi Jakarta ke 481, di Newseum Bataviase Nouvelles, empat budayawan yang dihadirkannya menanggapi pertanyaan peserta yang mempertanyakan keabsahan tanggal 22 Juni sebagai hari lahir Jakarta.

Ridwan Saidi misalnya bereaksi sangat keras, mengecam penentuan tanggal tersebut sebagai hari lahir kota Jakarta, dan khususnya mengelu-elukan Pangeran Fatahillah sebagai pahlawan bahkan direncanakan dibuat patung untuk mengenang dan menghormatinya.

"Fatahillah itu menyerbu orang Betawi, membakar rumah dan membuat rakyat Betawi sengsara, bagaimana mungkin bisa dijadikan pahlawan?" cetusnya, dalam diskusi dengan moderator budayawan Taufik Rahzen.

Sementara JJ Rizal mengaku lebih bisa memahami jika sebuah kota memerlukan penentuan tanggal lahir sebagai penanda. Menurutnya, penentuan tanggal lahir suatu kota lebih banyak dialkukan dalam pendekatan politis ketimbang sejarah.

"Sebut saja tanggal tertentu disepakati sebagai hari lahir Jakarta, untuk menentukan identitas. Ini urusan politik bukan urusan sejarah," tegasnya.

A. Heuken,SJ juga menyampaikan pendapat bahwa penetapan tanggal lahir suatu kota memang biasa dibuat, tetapi orang harus mulai memisahkan latar belakang sejarah dan mitos.

"Sejarah itu perlu bukti nyata yang jelas, bukan mitos yang tidak diketahui kebenarannya. Apakah penyerbuan pasukan Fatahillah adalah awal lahir kota Jakarta? Perlu ada pembuktian," katanya.

Berbicara tentang sejarah memang menurut Rizal, penokohan Fatahillah sangat tidak tepat untuk Jakarta, karena sosok itu juga masih gelap.

Banyak orang menafsirkan Fatahilah adalah orang yang sama dengan Sunan Gunung Jati, salah seorang wali dari sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia.

"Ini jelas salah karena mereka dua orang yang benar-benar berbeda," tegasnya.

Mengenai masa depan Jakarta, Rizal, pemuda aseli Betawi yang lahir di kawasan Rawa Belong, mengingatkan agar sebaiknya identitas kota Jakarta kembali dihidupkan dalam keseharian.

"Hanya Bang Ali Sadikin (gubernur) yang mampu memahami dan menghidupkan ikon-ikon Betawi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, pemimpin yang sekarang tidak bisa, oleh karena itu sungguh tepat apa yang ditulis oleh Marco Kusumawijaya yang menyebut `Jakarta Tunggang Langgang` karena memang kota ini tidak tahu juntrungannya." tegas Rizal.

Bang Ali menurut Rizal mampu menghadirkan ikon Ondel-ondel dan Kembang Kelapa lengkap dengan filosofinya, untuk kehidupan warga kota Jakarta.

Kembang Kelapa menurutnya adalah lambang kemakmuran, dengan memasang ikon tersebut, orang Jakarta dipacu untuk mengingat dan mengupayakan tujuan hidup menjadi lebih sejahtera dan makmur.

Sementara itu ondel-ondel adalah lambang penolak bala dan keburukan.

"Seharusnya, ketika melihat ondel-ondel warga Jakarta menjadi sadar untuk menjauhi kejahatan, keburukan misalnya korupsi, tidak berdisiplin dan hal negatif lainnya," tegasnya.

Banyak ragam Jakarta, banyak bukti sejarah yang bisa diungkap dan didokumentasikan, karena Jakarta juga menyimpan banyak cerita.

Setidaknya itulah yang diyakini oleh Alwi Shawab budayawan Betawi yang mengaku sudah menulis lebih dari 800 artikel tentang Betawi dan menerbitkan sejumlah buku.

"Pokoknya tidak akan ada habisnya, tetapi untuk mendapatkan informasinya tidak gampang, harus mau menelusuri sendiri ke narasumber pertama, dan itu masih saya lakukan," kata Alwi pensiunan wartawn dari LKBN ANTARA yang kemudian melanjutkan karir jurnalistiknya di harian Republika itu.(*)

COPYRIGHT © 2008
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,522 Posts
si win kesel amat.. :D

kan baru jalan bentar si foke.. :)
Monorel saja terkatung-katung... foke payah neh....
gw sangat setuju dengan artikelnya WIN:eek:kay:
 

·
Liverpool holic
Joined
·
9,713 Posts
Monorail emang masalah gubernur ya?
bukannya itu masalah si JM yang bermasalah krn ga dapet dana?

monorail itu emang proyek swasta kan?
malah di foke ini ada PT Jakarta MRT yang lebih menjanjikan
lebih cepet progress-nya n dana lebih jelas,, :)

untuk lebih jelasnya masuk ke thread Jakarta MRT ajah.... ;)
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,522 Posts
Walaupun yang melaksanakan Swasta, yang punya nih kota kan Gubernur Jakarta, kok didiamkan saja...... Kayaknya di Monorel juga ada tuh... Lagian tiang-tiangnya buat nggak enak dilihat:)
 

·
Subaru, Beyond Words
Joined
·
512 Posts
Nah, pertanyaan ini akhirnya keluar juga.

Apakah:
a. Emang gubernurnya salah pilih
b. Sumber daya di Pemprov kurang memadai
c. Gubernur sudah bekerja tapi emang permasalahannya banyak dan .... hopeless
d. Gubernur sudah banyak berbuat, tapi kita aja yg rese.
 

·
Klojen City
Joined
·
4,291 Posts
gilee sekarang sampah di kali tambah banyak aja. apa nggak ingat banjir besar, jakarta tambah klelep. Angkot tambah banyak, isinya satu dua penumpang aja, dishub lolosin terus. jakrta makin macet. sumpeek :bash::bash::bash::bash::bash::bash: gmn kl jakarta kita outsource ke orang asing aja:cheers::cheers::eek:hno:bang kumis tinggal ceremony aja gunting pita sini situ, urusan manajemen beresssss:cheers:
 

·
cowojakarta
Joined
·
2,589 Posts
ih kalo gua yang jadi gubernur angkot ma kopaja dan saudaranya gua larang loh jadi kaga bikin macet. terus gua kembangin dah transportasi makronya kayak bangun subway ma monorel ma k.a terus gua alihin noh listrik dari pemerintah ke swasta biar kaga byar pet byar pet lagi stress gua kaga ada listrik melulu. terus kaga ada tuh ktp2 an lagi jd JKT-Card buat kartu residentil penduduk khusus kota jakarta
 
1 - 20 of 184 Posts
Top