Skyscraper City Forum banner
1 - 1 of 1 Posts

·
Registered
Joined
·
2 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Royal Golden Eagle adalah sebuah perusahaan sumber daya alam yang terkenal dan terbesar di Asia. Pendirinya sendiri adalah seorang pengusaha yang sukses dan memiliki beberapa anak perusahaan yang terkenal, bernama Sukanto Tanoto. Salah satu anak perusahaan SUkanto Tanoto adalah Asian Agri. Asia Agri yang berdiri pada tahun 1979, yang mana merupakan perusahaan kelapa sawit pertama yang mendukung pemberdayaan petani dan Asia Agri juga merupakan pelopor perusahaan kelapa sawit dengan skema petani plasma yang dibinanya.

Asia Agri juga merupakan salah satu perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya untuk bermitra dengan petani kelapa sawit selama 30 tahun. Dalam hal ini, petani tetap memiliki tanah mereka dengan mendapatkan bibit unggul dan bimbingan cara berkebun yang berkelanjutan sesuai dengan norma-norma global. Petani yang menjadi mitra Asian Agri juga tidak perlu risau terhadap pemasaran hasil sawit mereka karena Asian Agri akan otomatis menampungnya dengan harga yang pantas dan tidak akan merugikan petani.

Kemitraan yang telah berlangsung bertahun-tahun telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan ribu bahkan jutaan anggota masyarakat di tiga provinsi yaitu di Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Selain itu juga, mereka sedang bermitra dengan kurang lebih 29.000 petani. Di samping itu dalam perhitungan setiap keluarga petani yang beranggotakan suami, istri, dan tiga orang anak, maka jumlah anggota masyarakat yang langsung terbantuk kesejahteraannya melalui mereka mencapai kurang lebih 150.000 orang. Terbukti bahwa efek multiplier Asian Agri menyejahterahkan masyarakat dapat mencapai jutaan orang.

Selain itu juga, manfaat besar yang didapat oleh masyarakat tidak serta merta ada, perlu perjuangan yang keras dan panjang untuk melaluinya, yang diawali oleh kesadaran pemilik perusahaan untuk memastikan kegiatan perusahaan dapat berguna buat masyarakat banyak, negara, dan pastinya untuk lingkungan. Mayoritas dari petani tersebut adalah para transmigran yang datang dari Jawa mengukuti program pemerintah di era Orde Baru yang intensif di antara tahun 1979 dan 1984. Dalam program dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan, menyeimbangkan serta mendistribusikan populasi penduduk terkait dengan peningkatan kesejahteraan warga negara di seluruh Indonesia.

Program ini juga juga didukung oleh pemerintah dengan meluncurkan Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi atau dengan nama lain PIR-Trans di tahun 1986. Program PIR-Trans ini merupakan program kerja sama yang dilakukan antara pemilik perkebunan dan para petani transmigran. Setiap pendatang berhak untuk mendapatkan 2 hektar lahan kosong yang digunakan untuk pembudidayaan kelapa sawit dengan pabrik-pabrik yang berlokasi di sekitar area tersebut.

Pada program tersebut Asian Agri juga berkontribusi dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan dan memfasilitasi pelatihan bagi para petani. Selain itu juga, mereka juga berperan dalam membangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan para petani dalam melakukan kegiatan nantinya. Dan hal tersebutlah adalah salah satu jejak 30 tahun kerja sama Royal Golden Eagle dengan petani kelapa sawit.

https://swa.co.id/swa/trends/pengaruh-anderson-tanoto-di-raja-garuda-mas
 
1 - 1 of 1 Posts
Top