SkyscraperCity banner

Status
Not open for further replies.
1 - 20 of 706 Posts

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #1

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #2
The Hotels

(credit to Om Ampelio)





 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #3 (Edited)
The Mall & Plaza

Plaza Ambarrukmo

(courtesy Plaza Ambarrukmo Profile @ facebook)

Galeria Mall

(credit to sizter85)

Malioboro Mall

(credit to sizter85)


Saphir Square


(credit to Gantengscool)
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #4 (Edited)
UNIVERSITAS GADJAH MADA



(credit to Tjokro Ragazzo)
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #6

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #7
KICKFEST @ JEC, 17-19 April 2009

Ajang expo clothing & distro terbesar se-Indonesia :D :D

http://kickfest.com/

Kickfest targetkan transaksi Rp15 miliar
Sabtu, 18 April 2009 10:27:31


JOGJA: Pameran terbesar dari Clothing dan Distro ternama, Kickfest 2009 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) menjadi sarana menampilkan eksistensi pergerakan lokal dalam industri kreatif tanah air.

“Event ini swadaya, tanpa sponsor. Ini sekaligus akan menjadi sarana untuk tunjukkan eksistensi kami sebagai salah satu industri lokal tanah air,” kata Reza Pamungkas, Project Director Independent Network Indonesia, event management Kickfest 2009, di sela acara pembukaan, kemarin.

Ia mengatakan, transaksi pembelian untuk produk distro bukan didasarkan pada kebutuhan, tetapi lebih pada penghargaan pada suatu produk atau merek tertentu. Sedangkan dari sisi penjual, lebih menilai penjualan sebagai penghargaan terhadap produk mereka.

Menurut Reza, ini tampak pada laporan komunitas mereka di Jogja menjelang pelaksanaan Kickfest ini. Dalam dua minggu terakhir, penjualan di distro-dostro di Jogja mengalami penurunan hingga 30%. Penyebabnya, pembeli lebih memilih menunda pembelian dan memilih membeli di event Kickfest.

Di Kickfest, katanya, pembeli bisa bertemu langsung dengan pemilik brand. Selama ini, ada beberapa brand yang hanya menumpang penjualan di toko-toko. Bahkan, dalam event ini, ada beberapa designer yang datang langsung.

Dari event ini, pihaknya memasang target transaksi total Rp15 miliar selama pameran. Jumlah ini, melihat pengalaman Kickfest sebelumnya yang digelar di Bandung tahun lalu. Event yang digelar tiga hari dan diikuti 160 booth clothing itu dikunjungi tak kurang dari 350.000 orang.

“Untuk Kickfest di JEC ini, peserta mencapai 120 merek clothing dan distro menempati 170 stan yang tersedia. Mayoritas berasal dari Bandung, hanya 47 dari lokal Jogja. Mereka telah melalui proses seleksi,” terangnya.

Ade Andriansyah, Sekretaris Kreative Independent Clothing (KICK) mengungkapkan, seleksi yang dilakukan di antaranya usia eksistensi perusahaan minimal empat tahun, memiliki visi yang sama yakni tidak sekadar jualan tapi lebih ke attitude, serta menjunjung nilai originalitas.

Dari kriteria itu, lanjutnya, Kickfest hanya akan menampilkan merek ternama yang berdedikasi tinggi pada pergerakan lokal. Beberapa brand yang ada diantaranya Slackers, Screamous, Invictus, Is This It, Dloops, Airplane, 347/unkl, God Inc dan lainnya.

Saat ini, mereka juga sedang menyiapkan program mini expo yang rencananya akan digelar di Nagoya, Jepang. Mereka ingin memperkenalkan berbagai pergerakan anak muda Indonesia, tak terkecuali produk clothing dan distro. (Nina Atmasari)

http://harianjogja.com/web2/beritas/detailberita/4415/kickfest-targetkan-transaksi-rp15-miliarview.html


beberapa pics dari TKP: (courtesy BHARADYA :D)














^^ada band2an juga..


^^anak sk8r lagi beraksi..
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #11 (Edited)
GUNUNGKIDUL HANDAYANI

Gapura WONOSARI



Bunderan Playen



Pangkalan Udara Gading





Kantor Bupati Gunung Kidul



MAPOLRES GUNUNGKIDUL
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #12 (Edited)
TRIP TO BARON

BARON


which way to go??




the gate




the beach




(^^daku nampang sejenak..)
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #13 (Edited)
TRIP TO KUKUP

KUKUP


Tanjakan yg legendaris




Which way to Kukup??




Penjual ikan hias




The beach




View from the top




Sunset @ Kukup



enjoy.. :cheers1::cheers1:
 

·
Awesome User
Joined
·
9,209 Posts
Discussion Starter #14 (Edited)
Kota Wonosari

Pasar Argosari Wonosari



AMPLAZ-nya Wonosari (Amigo Plaza..)




 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts
Pasar Argosari Wonosari



AMPLAZ-nya Wonosari (Amigo Plaza..)




Wah thanks to Bharadya,soalnya saya jadi nostalgia kota wonosari dulu kalo pulang sekolah mau naik bis ke terminal jalan dulu lewat pasar Argosari..Amigo dulu bekas gedung Bioskop kalo ga salah..Dulu kalo nonton pulang sekolah cuma Rp.500 naik bis cuma rp 100..:):):)
 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts
Konferensi Home Care Asean Digelar di Jogja


KEPATIHAN : Yayasan Emong Lansia (Help Age Indonesia) bekerja sama dengan Korea menyelenggarakan konferensi tingkat ASEAN tentang “home care” atau pendampingan bagi kaum lanjut usia (Lansia) di Yogyakarta, 21 - 24 April 2009.
Humas Yayasan Emong Lansia Murni Arisandi di Yogyakarta, Senin (20/4) mengatakan konferensi itu diikuti utusan dari Korea dan 10 negara anggota ASEAN. Ia mengatakan Korea bersedia mendukung penyelenggaraan konferensi tersebut karena tertarik dengan program “home care” yang dilaksanakan di Indonesia. Selain membahas tentang program “home care”, peserta konferensi akan mengunjungi sejumlah lansia di empat kabupaten di DIY yaitu Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.
 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts
Off Street Parking Dimulai

YOGYAKARTA(SI) – Program pengalihan moda transportasi mulai dilakukan di Kota Yogyakarta. Taman Parkir Ngabean akan dijadikan off street parkingyang dipadukan dengan dua shelter bus Trans Jogja dan parkir khusus sepeda.

Harapannya, masyarakat pengguna kendaraan pribadi bisa memarkirkan kendaraannya di tempat ini dan mengalihkan ke Trans- Jogja atau sepeda. Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan KotaYogyakarta Purnomo Raharjo mengatakan, shelter bus yang akan disediakan di tempat ini ada sebanyak dua unit.

Shelter ini nantinya terintegrasi langsung dengan area parkir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengalihkan moda transportasinya. Dia area khusus juga disediakan tempat parkir dan penyewaan sepeda. ”Jadi, masyarakat ataupun wisatawan yang ingin berkeliling Yogyakarta tinggal memilih moda yang diinginkan,” katanya.

Menurut Purnomo, selain di Taman Parkir Ngabean, rencananya penambahan shelterTrans-Jogja juga akan dibangun di delapan ruas jalan utama lain,seperti Jalan Sultan Agung, depan Pusat Seni Kerajinan Yogyakarta (PSKY),dan Jalan Kusumanegara. Program pengalihan moda transportasi ini, lanjut Purnomo, diharapkan bisa sinergis dengan program Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (Segosegawe).

Masyarakat semakin antusias bersepeda demi mewujudkan lingkungan yang bersih di Kota Wisata ini. ”Untuk penyiapan jalur sepeda kemungkinan Mei,depan,sudah terbangun seluruhnya. Sekarang ini kami masih melakukan tender untuk menentukan rekanan mana yang akan membangun proyek ini,” terangnya.

Jalur khusus sepeda ini nantinya terbentang di 34 penggal jalan raya dan 138 penggal jalan kampung. Di setiap persimpangan jalan, akan disiapkan rambu-rambu penunjuk arah. Jalur ini nantinya menjadi satu sarana untuk memudahkan pengendara sepeda pergi ke tempat tujuan tanpa takut terkena macet.

Jalur ini diharapkan juga bisa jadi sarana wisata bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin menikmati suasana Yogyakarta. Pengamat Transportasi UGM Ahmad Munawar berharap agar kebijakan ini diikuti dengan perencanaan yang matang, sinergis, komprehensif, regulatif, serta berkesinambungan. Sosialisasi mutlak dilakukan secara intensif kepada seluruh masyarakat, khususnya pelaku-pelaku di jalan.

”Langkah pemerintah ini bisa memberi empati pada pengendara sepeda.Penertiban terhadap parkir dan PKL juga diterapkan secara bertahap, hati-hati dan sesuai prinsip kemanusiaan serta sosialekonomi,” ingatnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Deddy Pranowo Eryono mengatakan, pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan menyiapkan paket- paket wisata bersepeda kepada para wisatawan. ”Kami ingin jalur khusus sepeda bisa cepat jadi,”harapnya.
 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts
Bangunan Cagar Budaya Perlu Payung Hukum

YOGYAKARTA – Bangunan Cagar Budaya (BCB) di Kota Yogyakarta diusulkan untuk dilindungi dengan peraturan hukum. Jika tidak, maka bangunan tersebut dikhawatirkan semakin rusak, berubah, dirobohkan bahkan diperjualbelikan.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta M Sudibyo mengatakan, saat ini di Kota Pelajar terdapat lebih dari 500 bangunan yang diduga sebagai BCB. Sejumlah bangunan bersejarah itu kondisinya memprihatinkan setelah mengalami kerusakan karena gempa dan tidak terawat.

Selain itu, banyak bangunan joglo kuno yang sudah berumur lebih dari 50 tahun dijual oleh pemilik dan berpindah ke luarYogyakarta. ”Padahal Kota Yogyakarta sebagai kota kuno secara resmi telah bergabung dalam Liga Kota Bersejarah (League of Historical Cities) bersama dengan lebih kurang 100 kota bersejarah lainnya di seluruh dunia,”papar Sudibyo.

Menurutdia,instansinya kesulitan menjaga kelestarian bangunan tersebut karena belum ada regulasi yang mengatur keberadaan BCB. Sehingga,keberadaan regulasi penting agar pemerintah bisa bertidak tegas terhadap pelanggaran dan perusakan bangunan. Ketua Jogja Heritage Society Anggie Winarnie berpendapat,dalam peraturan daerah yang nanti akan disusun,pihaknya mengusulkan adanya pasal tentang sanksi pada perusak BCB.

Di tingkat provinsi, menurut Angie sudah ada Perda No 11/2005 yang mengatur tentang Bangunan Cagar Budaya. ”Tapi belum efektif karena tidak ada sanksi yang dikenakan,”keluhnya. Untuk itu, lanjut dia, DIY membutuhkan aturan terpadu untuk melindungi BCB.
 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts
Cerita Mural di Perempatan Galeria






Perempatan Galeria bisa dibilang merupakan salah satu jantung kota Yogyakarta. Perempatan ini menghubungkan daerah-daerah teramai di kota gudeg ini, dari Jalan Jendral Sudirman dengan bangunan Rumah Sakit Bethesda yang tua, Jalan Sagan yang ramai, Jalan solo yang menjadi pusat perbelanjaan dan wilayah Lepuyangan yang terkenal dengan Stasiun Lempuyangan, stasiun tertua di Yogyakarta. Perempatan ini kini menjadi salah satu daerah dengan lalu lintas terpadat.

Melihat atau melewatinya begitu saja, perempatan ini akan terasa hampa. Namun, jika mengetahui sejarahnya, tempat ini seketika menjadi lebih bermakna. Di timur laut perempatan ini dulu pernah berdiri sebuah tempat perjudian. Tempat itu ramai setiuap malam, menjadi semacam Las Vegas di kota Yogyakarta yang kecil. Menurut cerita, siapa yang sekali saja masuk ke tempat perjudian itu akan sulit untuk keluar kembali sebab akan selalu ketagihan dan terikat dengan jaringan penjudi di dalamnya.

Dulu, di sebelah barat tempat perjudian itu, terdapat sebuah warung kecil yang menjual makanan kecil. warung itu menjadi saksi kekalahan para penjudi, sebab di warung itulah banyak penjudi yang kalah bermain berkeluh kesah dan meratapai nasib. Pemain judi yang menang jarang singgah ke warung ini, sebab cenderung menghabiskan uang hasil mainnya untuk kemewahan. Di warung itu juga, para pemain judi yang kalah menatap kemewahan yang ada di seberangnya, Galeria Mall.

Kini, tempat judi itu sudah tidak terdapat lagi. Namun, jejak keberadaan tempat judi itu masih terdapat, berupa mural bertema "Membeli Mimpi" yang digagas oleh Farhanski dan Apotik Komik. Mural itu tergambar di dinding sebelah barat tempat perjudian. Gagasan mural tersebut berasal dari pengalaman Farhanski ketika melihat para penjudi yang kalah main berkeluh kesah di warung. Mural itu seolah ingin memberi sindiran pada para penjudi yang menggantungkan hidup seluruhnya pada keberuntungan.

Gambaran mural yang hendak menyentil para penjudi yang sering main di sebelah timur kawasan tersebut tampak jelas. Misalnya lewat sebuiah tulisan besar yang berbunyi "Urip Waton Ngelinding", berarti hidup asal berputar. Tulisan tersebut hendak menyentil hidup seorang penjudi yang seolah-olah berada di putaran dadu, atau asal menggelinding saja seperti roda, tanpa perencanaan dan upaya untuk meraih hidup yang lebih baik. Jika menang, langsung kaya, demikian juga jika kalah, langsung miskin seketika.

Tulisan lain yang masih menyentil para penjudi berbunyi, "Nggelindinge wong ndhuwur iso mabur, nggelindinge wong ngisor mundak ndlosor", kira-kira berarti bahwa kemenangan bisa mengantarkan orang ke angkasa sementara kekalahan bisa membawa orang jatuh ke tanah. Sedikit tulisan yang hendak menyadarkan berada di sebelah utara tembok, berbunyi, "Rejeki niku Gusti allah sing ngatur, ora usah ngoyo lan nggresulo", berarti rejeki itu Tuhan yang mengatur, tak perlu ngoyo dan berkeluh kesah.

Gambar-gambar pada mural pun mendukung pesan-pesan dalam teks yang hendak disampaikan. Ada gambar 'raja' dan 'ratu', tokoh-tokoh dalam kartu yang sering dipergunakan untuk judi. Terdapat pula gambar-gambar barang mewah yang sering dimenangkan kala berjudi, semisal saja berlian. Banyak terdapat gambar roda dan kaki manusia, mungkin menggambarkan pesan yang disampaikan bahwa hidup seorang penjudi ibarat roda yang terus menggelinding tanpa bisa diprediksi.

Semula, gambaran mural yang menyindir para penjudi itu tampil memenuhi tembok, namun kini hanya tampak sebagian saja. Beberapa bagian, terutama bagian bawah, kini ditumpuk dengan bentuk mural lain yang dibuat oleh orang yang berbeda. Kehadirannya mungkin saja dianggap merusak gambaran sebelumnya, namun sebenarnya juga ingin menanggapi aktivitas lain yang sering berlangsung di perempatan ini. Lagi-lagi mural bisa menceritakan kisah keseharian perempatan Galeria ini.

Kisah keseharian itu adalah pemasangan poster-poster iklan di dinding yang bermural itu. Perempatan Galeria dengan keramaiannya tentulah sangat strategis untuk mempromosikan beragam kebutuhan. Sayangnya, pemasangan poster iklan itu seolah tak peduli dengan keberadaan mural yang sengaja ingin turut merawat dinding yang tak terperhatikan itu. Alhasil, beberapa orang pun mengecat beberapa bagian mural yang ditempeli poster sebagai bentuk protes.
 

·
Blue Blood
Joined
·
3,165 Posts

Taru Martani yang berdiri sejak tahun 1918 menawarkan paket wisata berharga bagi anda, terutama para pecinta tembakau. Anda bisa melihat langsung proses produksi cerutu linting tangan bermutu sekaligus membelinya 'fresh from the fabric'

Pabrik Cerutu Taru Martani, Legenda Cigar van Java

Bagi anda para pecinta tembakau, tentu sangat menggembirakan bisa berkunjung ke Taru Martani, pabrik yang memproduksi cerutu sejak tahun 1918. Anda pasti akan merasa seperti berkunjung ke tempat soulmate yang menemani sepanjang waktu dilahirkan. Bagi anda yang tak suka menikmati tembakau, setidaknya bisa melihat sejarah panjang pabrik yang menghidupi banyak orang ini.

Taru Martani berdiri pertama kali di daerah Bulu, pinggir Jalan Magelang, dengan nama N.V. Negresco. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1921, pabrik itu pindah lokasi ke wilayahnya sekarang, Baciro, sebelah barat Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Pada masa penujajahan Jepang, nama pabrik sempat diubah menjadi Java Tobacco Kojo. Saat itulah pabrik ini mencapai kejayaannya karena didukung oleh mesin-mesin pembuat rokok putih yang didatangkan pemerintah Jepang dari B.A.T Cirebon.

Cukup mudah bila ingin berkunjung, anda tinggal merundingkan kedatangan dengan pengelola pabrik. Setelah mendapat ijin, anda bisa menjelajahi lokasi pabrik seluas 2 hektar ini dengan dipandu oleh salah seorang karyawan. Anda bisa melihat langsung dan bertanya apapun tentang proses produksi cerutu. Tak ada biaya yang harus dikeluarkan bila ingin mengunjungi pabrik ini, namun waktunya terbatas pada hari kerja, yaitu antara Senin hingga Jumat pukul 08.00 - 14.00 WIB.

Memasuki kawasan pabrik ini, anda bisa menikmati keindahan arsitektur Eropa. Hingga kini, setiap bagian bangunan, baik ruangan produksi maupun administrasi, masih tetap dipertahankan seperti semula sehingga nuansa arsitektur Eropa masih sangat kental. Kesan angker dan muram sama sekali tak terlihat meski usia bangungan sudah puluhan tahun, sebaliknya justru terkesan dinamis.

Produksi cerutu di pabrik ini melewati beberapa tahap. Pada tahap persiapan, tembakau kering yang sebagian besar diperoleh di wilayah Besuki, Jember, Jawa Timur dikeluarkan dari gudang untuk pembasahan selama semalam. Tujuannya agar lembab dan tidak rontok saat diolah. Daun tembakau kemudian dipisahkan menurut kualitas fisiknya, ada yang digunakan untuk campuran isi cerutu, (filler), pembungkus dalam (omblad/binder) dan pembungkus luar (dekblad/wrapper).

Tembakau yang telah disortir kemudian disiapkan untuk memasuki tahap pembuatan kepompong cerutu. Pada tahap ini, cerutu dibalut dengan omblad dan selanjutnya dilinting menggunakan dekblad. Di sinilah keunikan pembuatan cerutu Taru Martani, pelintingan cerutu masih mengandalkan ketrampilan para pekerja namun bisa menghasilkan ukuran yang relatif seragam satu sama lain. Selesai tahap ini, cerutu yang telah dilinting dipotong dan disortir.

Pada tahap terakhir produksi, cerutu memasuki tahap fumigasi, pendinginan, pengeringan dan fermentasi agar hama tembakau (lasioderma) mati. Tahap ini sangat penting sebab cerutu yang bebas hama akan memiliki umur simpan yang lebih panjang dan kenikmatannya pun lebih tahan lama. Selesai tahap tersebut, cerutu diberi label atau merek, dibungkus dan dikemas untuk selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Hingga saat ini, Taru Martani telah memproduksi 14 jenis cerutu, yaitu Cigarillos, Extra Cigarillos, Senioritas, Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Royal Perfecto, Rothschild, and Churchill. Sementara sebagai variasinya, Taru Martani memproduksi cerutu dalam tiga aroma, yaitu nature cigar atau murni tembakau, flavour cigar atau tembakau dengan tambahan aroma (mint, vanila, rhum, hazelnut) dan mild cigar.

Beberapa merek cerutu legendaris pantas dibeli dan dicicipi ketika berkunjung. Senator dan Mundi Victor adalah cerutu utama yang mesti dicoba karena telah diproduksi sejak awal berdirinya pabrik ini, meski baru diberi merek pada tahun 1952. Cerutu lain yang pantas dicoba adalah Adipati, Ramayana dan Borobudur yang telah diproduksi sejak tahun 70-an. Bila menginginkan, anda juga dapat membeli tembakau rajang dengan merek Van Nelle, Drum, dan Countryman.

Mengunjungi Taru Martani dan mencicipi cerutu buatannya membuat anda menjadi bagian dari komunitas internasional pecinta cerutu bermutu. Sebab, produk cerutu Taru Martani yang dikenal dengan Cigar van Java ini telah dinimati oleh berbagai kalangan di penjuru dunia, mulai dari Asia, Belanda, Belgia, Jerman, Cekoslovakia, Amerika dan Eropa.

 
1 - 20 of 706 Posts
Status
Not open for further replies.
Top