SkyscraperCity banner
1 - 20 of 536 Posts

·
Registered
Joined
·
4,636 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Indonesia launches rocket into space

It's (probably is)a Small rocket but it a giant leap for the Indonesian civilization. Good Job LAPAN :applause: hopefully the future of Space program in Indonesia is bright:cheers:

=====================================================

Indonesia launches rocket into space

Now to Indonesia where the national space agency has successfully launched a rocket into space. It's the first step in a program designed to make Indonesia less dependant on other nations in the aeronautic field.

Presenter: Stephanie March
Speakers: Muhammad Muchlas, Head of the National Aeronautics and Outer Space Institute's Cooperation Division; Dr Morris Jones, Sydney Space Flight Analyst.

MARCH: In a country not renown for it's space program, when scientists from Indonesia's state funded aeronautical agency successfully launched an experimental rocket from West Java, there were calls for celebration.

MUCHLAS: Because we launched in early morning there was no wind, no rain, it was very good conditions

MARCH: Muhammad Muchlas is from the National Aeronautics and Outer Space Institute - or LAPAN.

The launch was the first stage of a five year program to enable Indonesia to launch it's own satellites into space.

So far, Indonesia have been forced to use rockets from neighbouring countries like India to launch satellites.

Sydney Space Flight Analyst Morris Jones says the launch shows that Indonesia serious about having a world class space program.

JONES: They have launched satellites, they have developed scientific instruments, they have conducted astronomical observations and now they're moving to the ultimate phase of wanting to develop a rocket, to launch satellites, from their own territory.

MARCH: He says it's very difficult to get a rocket that can successfully, and reliably operate as a space launch vechicle.

JONES: Let;s not forget that NASA who have been doing it for decades still has trouble operating reliable space transportation systems, now what LAPAN in ind is trying to do is a lot less complex than a NASA rocket but that doesn't make the task easy.

MARCH: Dr Jones says it's unlikely that Indonesia will use this type of technology in a defence capacity.

JONES: I think the overall security impact will not be a really serious problem, i think this vehicle would be more suitable for launching satellites than other types of purposes

MARCH: And whilst the launch doesn't pose any security threat to the asia region, it may stoke some rivalries with neighbouring states.

JONES: Nations in Asia are currently in the middle of a regional space race: the Koreans have just launched their first astronaut, the Indians are getting ready to build their own crew capsule for putting astronauts in space, China has sent a space probe to the moon, Japan has also done it, and later this year China is going to have their first space walk from their own space craft. So there is a lot of activity going on and it's all to do with national prestige, and technology and economic development.
 

·
HRH Prince of Woles
Mod in training
Joined
·
13,463 Posts
^^ kan beritanya ada di thread technology fa :D
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
It is indeed a giant leap techology-wise ... but, the question how much it cost seems also another giant leap ....
 

·
Liverpool holic
Joined
·
9,713 Posts
LAPAN ini udah lama banget nyoba buat nerbangin roket,

dari skala kecil, trus besar tambah besar.. tambah tinggi.. dst..
ada yang gagal sih..tp gapapalah, emang harus bertahap kayanya..

tp LAPAN ini BUMN apa LSM ya?
koq jarang kedengeran?
kalo kepanjangannya Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, CMIIW
harusnya udah banyak kasi sumbangsih selain roket..
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
^^ Kalau LSM sih kayaknya gak mungkin, aku rasa semacam BADAN INDEPENDEN milik negara :) ...
 

·
HRH Prince of Woles
Mod in training
Joined
·
13,463 Posts
kaya LIPI gitu deh...
 

·
Registered
Joined
·
1,312 Posts
RX-320 SUKSES MELUNCUR

Program Roket Pengorbit Satelit Memasuki Tahap Awal

Lapan kembali melakukan uji terbang roket hasil penelitian dan pengembangannya. Setelah berhasil uji statik terhadap motor roket bertipe RX-320, Tim Peroketan Lapan melanjutkan dengan tahapan uji terbang pada Senin (19/05) di Stasiun Uji Terbang Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Roket dengan tipe RX-3228.02.01 sebagai roket terbesar buatan Lapan selama ini, berhasil meluncur mulus. Keberhasilan ini sebagai tanda program pembuatan Roket Pengorbit Satelit memasuki tahap awal.
Uji terbang yang untuk pertama kalinya terhadap RX-320 ini disaksikan langsung Deputi Bidang Teknologi Wahana Dirgantara (De Tekgan), Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara (Ka Pustekwagan), Ir. Yus Kadarusman Markis, Dipl. Ing., Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara (Ka Pustekelegan), Drs. Toto Marnanto Kadri, serta beberapa pejabat dan staf terkait.
Menurut Ka Pustekwagan, roket yang mempunyai daya dorong 52 tondetik tersebut dirancang dengan tujuan untuk mendukung program pembuatan Roket Pengorbit Satelit (RPS) secara mandiri. Rencananya, RPS terdiri dari empat tingkat kombinasi dari dua jenis roket, yaitu RX-420 dan RX-320. “Nah, RX 320 ini nantinya menempati tingkatan terakhir,” jelasnya.
Roket diluncurkan dengan tujuan uji rancang bangun. Roket ini berspesifikasi panjang 4736 mm, diameter 320 mm, dan berat total 532 kg. Pukul 06.15 WIB, roket berhasil meluncur sesuai prediksi jarak jangkau yakni sekurangnya 42 km. Hal ini ditunjukkan oleh data Global Positioning System (GPS) yang dipasang pada roket. “Data terakhir yang bisa dipantau menunjukkan angka 42,1 km. Ini pun posisi roket masih terbang di atas laut,” imbuh Ka Pustekwagan.
Roket ini membawa muatan payload engineering test dengan tujuan untuk mendiagnosa perilaku aerodinamika, olah gerak, trayektori, dan kondisi lingkungan. Data tersebut berhasil diterima oleh Stasiun Bumi Telemetri, Tracking, and Command (TT&C) yang ada di lokasi fasilitas peluncuran tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan titik awal pengembangan untuk membangun satelit nano telah dimulai. Sesuai rencana Kepala Lapan, Dr. Ir. Adi Sadewo Salatun, kegiatan ini menjadi tahap pertama bagi pembangunan program pembuatan RPS pertama Indonesia.
Selain RX-320, dilakukan pula uji terbang terhadap RX-70. Uji terbang ini ditempuh untuk melakukan uji pada launcher. Roket ini juga berhasil meluncur dari launching pad yang ditempatkan di atas kendaraan Jeep. Roket dengan berat 9760 gram ini juga sukses meluncur sesuai prediksi yakni jarak jangkau 7,2 km. (Humas/And)

 

·
Kulia I Ka Nu'u
Joined
·
954 Posts
Great news, I checked out some data about this and not very many countries have their own satellites in space even in the 21st century. A huge step forward for Indonesia.
 

·
Liverpool holic
Joined
·
9,713 Posts
klo ga salah satu rudalnya bakal nyampe Malaysia dengan jarak jelajah sejauh 400 km
apa yang di atas itu ya?
 

·
Liverpool holic
Joined
·
9,713 Posts
Melangkah Menuju Peluncuran Satelit :cheers:
Jumat, 26 Desember 2008 | 07:05 WIB

OLEH YUNI IKAWATI

Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai wahana pengorbit satelit.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, antara lain amonium perklorat.

Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen berdiameter 320 mm atau Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 pada Selasa (23/12) di Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.

Pada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.

Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem kendali pada sirip belakang.

Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran RK-100 fase II pada Juni 2008.

Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.

Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.

Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.

Konfigurasi Rx-420-320

Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.

Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. ”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.

Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang direncanakan.

Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.

Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 320.

Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun,” tambah Adi.

Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 km per detik.

Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material roket bersifat tertutup.

”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai Yus.

Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.

Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit satelit.

Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.


sorce : kompas..com
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
WUihhh, mantaps :D ....

Besok harus ada orang Indonesia yang jadi astronot .... tapi kalau bisa beneran astronot yang kapabel jangan karena ada perjanjian dagang pesawat tempur :tongue2:
 
1 - 20 of 536 Posts
Top