SkyscraperCity banner

41 - 60 of 355 Posts

·
Registered
Joined
·
1,461 Posts
Alhamdulillah....sekaranglah Provinsi Sumatera Selatan dapat menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Setelah sekian lama menunggu Anugrah dari Allah SWT. Semoga dengan terwujudnya pembangunan TAA dapat membawa kemajuan Kota Palembang sebagai Kota Tercinta. Salam dari Wong Kito Galo di peranatauan.
 

·
. : Visit MUSI 2019 : .
Joined
·
2,246 Posts
^^ kalau rel double track sekarang lagi kontruksi masagus, tapi jalan tol gak tau kapan. Kabarnya pemerintah daerah akan ngedahuluin tol Indralaya-Palembang dan Palembang-Pangkalan Balai, tapi bagi aku Musi III harus nomor satu...
 

·
Swarnadwipa
Joined
·
657 Posts
^^

planning awal

Tanjung Api‑Api dengan luas wilayah 97.196.825 kilometer persegi berdasarkan planning akan dibagi beberapa titik kawasan sesuai pemanfaatan lahan. Terdiri sub kawasan A memiliki luas lahan 13 ribu Ha diarahkan untuk pelabuhan laut, kawasan perindustrian dan lokasi penunjang lainnya. Sub kawasan B yang luasnya diperkirakan 9.324,35 Ha untuk kawasan penunjang produksi dan utilitas. Titik kawasan yang ketiga adalah sub kawasan C seluas empat ribu hektare berfungsi sebagai kawasan penunjang.
Direktur Utama Badan Pengelola dan Pengembangan Kawasan Tanjung Api‑Api Kabupaten Banyuasin, Sofyan Rebuin mengemukakan, sesuai rencana pembangunan kawasan pelabuhan Tanjung Api‑Api yang semula seluas 600 Ha, ternyata setelah dilakukan kembali perhitungan ulang dibutuhkan lahan mencapai 1.000 Ha (hanya 8,09%). Sementara untuk mengakomodir kawasan industri dan pergudangan berada di kawasan Hutan Lindung di Pantai Air Telang diperlukan lahan 12.360 Ha.

Dalam Peta Rencana Lokasi Pelabuhan Tanjung Api‑Api telah disiapkan beberapa pembangunan. Antara lain pelabuhan/terminal general kargo mencapai 80 Ha, pelabuhan laut sekitar 91 Ha, pelabuhan penyebrangan sekitar 21 Ha, pelabuhan 1 stock pile batubara sekitar 80 Ha, pelabuhan peti kemas seluas 80 Ha, pelabuhan /terminal curah cair (CPOIBBM/Migas/Pupuk/semen) di atas lahan sekitar 85 Ha.
yang agustus itu hanya untuk pelabuhan penyeberangan palembang-bangka
sama halnya merak-banten, yang laen masih tahap u/c

untuk kereta double track ke TAA
ini berita terakhir
Double Track Jadi 293 Km

Selasa, 08 Maret 2011 15:06

PALEMBANG, Situs Hukum - Pimpinan dari PT Adani Sumatera Selatan dan PT Servo memaparkan progres pembangunan jalur genda Kereta Api alias double track dan jalan khusus untuk truk batu bara di hadapan Gubernur sumsel Ir H Alex Noerdin dan jajaran, kemarin. Paparan berlangsung di ruang rapat Bina Praja, selama kurang lebih dua jam. Usai paparan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, di atas kertas laporan kedua investor tersebut bagus. "Kita dari pemerintah provinsi memang mendorong itu. Semakin cepat semakin bagus", ujarnya.
Seperti rencana awal, Adani akan menyelesaikan pembangunan double track tersebut dalam waktu 3-4 tahun ke depan. Memang ada lahan di ujung dekat kawasan TAA (Tanjung Api-Api) yang akan coba dipinjam pakaikan kepada pemerintah pusat. Dan pinjam pakai itu, kata Alex, ada prosedurnya sendiri.
"Sebagian Adani sudah mendapat izin, yang lain sudah diajukan. Tinggal menunggu keluarnya perizinan tersebut", ucapnya. Pengajuan pinjam pakai kawasan hutan lindung di TAA tidak perlu izin dari DPRD Sumsel. Beda dengan alih fungsi lahan seperti terdahulu, yang memang secara prosedur perlu persetujuan dewan.
"Target konstruksi fisik mulai Agustus. Mudah-mudahan bisa segera jalan agar pelabuhan TAA terwujud", cetus Alex. Untuk jalan khusus angkutan batu bara yang dibangun PT Servo, tahap pertamanya dari Lahat ke Ulu Sungai Musi akan selesai Agustus, paling lambat September 2011.
"Setelah itu selesai, akhir tahun kita akan tutup jalan umum yang selama ini di lalui. Pokoknya, selesai atau belum Servo kita tutup sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat", tegasnya. Direktur PT Adani Sumsel, Ganesha V mengatakan pihaknya telah menyelesaikan fasibility study (FS).
Saat ini sedang berupaya menyelesaikan legal feasibility dan setelah itu economic feasibility. "Setelah itu kita akan ada perjanjian definitive dengan PTBA, baru mulai kerja", ungkapnya. Perlu adanya izin pinjam pakai kawasan hutan lindung di TAA menurut Ganesha tidak menjadi masalah.
Dijelaskannya, sesuai UU N0 41 Tahun 2009, untuk jalur KA diperbolehkan melewati hutan lindung, tentunya dengan aturan-aturan tertentu dan sesuai prosedur. "Kita akan ikuti prosedur itu. Setelah dapatkan baru kita mulai konstruksi fisiknya", tuturnya.
Untuk diketahui, PT Adani Sumsel merupakan badan khusus hasil kerja sama PT Adanbi Global asal India dengan BUMD milik pemprov Sumsel, PD Pertambangan dan Energi (PDPDE). Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Iskandar Syamwell mengungkapkan, PT Adani belum melaksanakan konstruksi fisik dan masih berkutat dengan penyelesaian berbagai administrasi yang diperlukan.
Namun, kata Iskandar, dalam paparan itu sudah diketahui titik-titik yang akan dilalui. "Untuk double tracknya tidak lagi 270 Km, tapi jadi 293 Km karena mungkin memutari tambang batu bara di Lahat itu", ujarnya. Yang jadi kendala ada di ujung kawasan TAA. Di sana mau tidak mau harus masuk kawasan hutan lindung.
"Dari pemprov Sumsel menyarankan untuk dilakukan pinjam pakai. Kalau dulu kan alih fungsi, tapi tidak boleh. Itulah yang kemudian jadi masalah. Dari kami juga mengusulkan pinjam pakai", bebernya. Diharapkan, karena pinjam pakai ini dari pemprov Sumsel ke pemerintah pusat, bisa lebih cepat dan mudah untuk keluar izinnya.
Yang perlu dipinjam pakai pada kawasan hutan lindung untuk jarak sepanjang 24 Km. Lahan yang diperlukan hanya seluas untuk jalan KA tersebut. Walaupun dari Adani akan bangun rel gantung, tetap diperlukan izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan. "Relnya memang gantung, tapi kan pengerjaan tiangnya di lahan hutan lindung. Jadi tetap perlu izin itu", imbuh Iskandar.
Walau nanti harus membuka sedikit wilayah hutan lindung, namun mungkin akan sebanding dengan pendapatan yang akan diperoleh kalau Adani berhasil mengeluarkan 100 juta ton batu bara setiap tahunnya. Bagaimana dengan PT Servo? Dikatakan Iskandar Syamwell, meski akan segera menyelesaikan 116 Km dari 228 Km jalan khusus batu bara, tapi Servo juga masih akan melakukan pembebasan lahan.
Diketahui, pembangunan jalan khusus angkutan batu bara ini dilakukan dua tahap. Tahap pertama untuk pembebasan lahannya sudah mencapai 90 persen, yakni dari Lahat hingga ke Ulu Sungai Musi. Sedangkan tahap dari Ulu Musi ke Banyuasin (TAA) sepanjang 90 Km yang juga bertahap dibebaskan.
Paling tidak ada 50 jembatan yang perlu dibangun. Jalur khusus ini juga berlintasan dengan rel KA, jalan umum dan pipa gas. "Kata mereka dalam paparan tadi, Agustus sudah bisa running angkutan di sana", katanya.
Diakuinya, DPRD Sumsel juga berharap jalan khusus angkutan batu bara ini bisa segera selesai sehingga perda batu bara bisa segera diterapkan. (46)
Sumber : Palembang, Sumatera Ekspres.

sumber : http://www.situshukum.com/bisnis-investasi/double-track-jadi-293-km.shkm

untuk jalan tol sendiri sampe sekarang belum ada kabarnya
karena diprioritaskan tol tol patungraya (indralaya - palembang - betung)
menurutku belum terlalu mendesak tol ke TAA.... karena jalan ke sana udah mirip tol (jalannya bagus, sepi dan relatif lurus jalannya)
 

·
vampire
Joined
·
2,292 Posts
^^ thanks mas SaboKingKing bwt info nya.. really really appreciate kalo ada yg punya gambar updates terakhir di lapangan :cheers:
 

·
. : Visit MUSI 2019 : .
Joined
·
2,246 Posts
^^ makasi bang sabokingking atas share-nya...
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,502 Posts
Discussion Starter #47
di daerah Prabumulih, akses ke TAA...





Uploaded with ImageShack.us
 

·
. : Visit MUSI 2019 : .
Joined
·
2,246 Posts
Oh..., jadi yang itu jalan buat ke pel. TAA. Baru tau ni bang. Thanks atas share-nya...
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,502 Posts
Discussion Starter #50
berati dah mulai pembangunan double tracknya, mgkin msh pembebasan lahan ya bg dyto?
mantab nih:banana:
^^yup, termasuk survey jalur yang melewati Musi Banyuasin juga sudah final:)
 

·
Registered
Joined
·
2,356 Posts
Fasilitas Tambahan TAA Sedot Rp25 M :)
Wednesday, 30 March 2011
PALEMBANG– Pembangunan fasilitas atau paket tambahan pada proyek Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) pada 2011 diperkirakan menghabiskan dana APBD sekitar Rp25 miliar.

Karena besarnya dana yang dibutuhkan tersebut, DPRD Sumsel meminta fasilitas tambahan itu harus dibangun sesuai perencanaan yang ada. Fasilitas tambahan tersebut meliputi pembangunan koridor penghubung dan landscape pelabuhan senilai Rp2.925.288.850, pembangunan jalan keluar-masuk di pelabuhan penyeberangan senilai Rp3.457.077.800,pengadaan jembatan timbang Rp2.208.710.950, pengadaan mekanikal dan elektrikal Rp1.348.470.400, pembangunan jalan akses penyeberangan feri ke pelabuhan seki-tar Rp2 miliar, dan jalan utama sepanjang 9,44 km senilai Rp14 miliar.

“Jadi, dari sejumlah fasilitas tambahan yang akan dibangun tersebut dikerjakan Dinas PU BM dan Dishub Kominfo Sumsel,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Yudha Rinaldi. Menurut dia, berbagai fasilitas tambahan tersebut memang sengaja dibangun agar Pelabuhan TAA dapat beroperasi dengan layak. Seperti jalan keluar masuk TAA sepanjang 9,44 km, nantinya jalan ini akan menjadi jalan utama menuju Pelabuhan TAA. Fasilitas tambahan Pelabuhan TAA itu ditargetkan selesai pada 2011 ini sesuai anggaran yang sudah diproyeksikan.

“Jika memungkinkan,pembangunannya harus selesai sebelum pelaksanaan SEA Games, November 2011.Apalagi, mengingat launching Pelabuhan TAA akan dilakukan pada Agustus 2011,” tukas politikus PDI Perjuangan ini. Yudha juga menyebutkan, mengenai pembangunan Dermaga TAA yang katanya sudah selesai,pihaknya hingga kini belummenerimalaporanresminya.

Sebelumnya,KepalaDishubkominfo Sumsel H Sarimuda menyatakan, pihaknya akan meresmikan dermaga dan pelabuhan laut TAA pada Agustus mendatang.“Pak Gubernur telah memerintahkan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel untuk mempercepat perbaikan jalan di TAA,yang kondisinya rusaksekitar1km. Jikaaksesjalan tersebut selesai, dermaga dan pelabuhan dapat segera dioperasikan pada 2012,”katanya.

Selain mempercepat pembangunan, beroperasinya Dermaga dan Pelabuhan TAA membuat pihaknya akan melakukan relokasi Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir Palembang. Dengan begitu, fungsi Pelabuhan TAA dapat berjalan baik.Terlebih, dengan lokasi yang sangat strategis sehingga pengembangan transportasi Sumsel dapat lebih maju. retno palupi
 

·
Swarnadwipa
Joined
·
657 Posts
btw gedung apa tuh bang sabo? apa gedung terminal penyeberangan feri TAA - Mentok ya? (kayaknya jauh dr dermaga ya)

Btw apa baru itu fasilitas disana? sry banyak nanya, abs penasaran sih:lol:
keliatannya sih penyebrangan TAA - mentok (sori kalo salah)
gedung itu sih keliatannya untuk ruang tunggu penumpang...
 

·
. : Visit MUSI 2019 : .
Joined
·
2,246 Posts
^^ uda jadi dermaganya. Bearti bakal jauh perjalanan kalo mau ke Bangka lagi...
Ahay..., that's OK, itung2 jalan2
 

·
iyos
Joined
·
672 Posts
Pemprov Pinjam Jalan PT MHP


Tuesday, 05 April 2011
PALEMBANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan meminjam jalan milik PT Musi Hutan Persada (MHP) sepanjang sekitar 91 km untuk dijadikan jalan alternatif angkutan batu bara.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Sigit Wibowo seusai menghadiri pertemuan tertutup antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan Dirut Perencanaan PT MHP,Minoru Hirosaki dan jajaran PT MHP di ruang tamu Gubernur kemarin.

Menurut Sigit, pertemuan dengan PT MHP digelar dalam rangka me-nindaklanjuti kebijakan yang akan dikeluarkan Gubernur Sumsel tentang larangan angkutan batu bara melewati jalan umum mulai akhir tahun ini. “Gubernur akan mengeluarkan kebijakan per Desember tahun ini bahwa angkutan batu bara tidak boleh melalui jalan umum,untuk itulah kita jajaki kemungkinan agar tidak memasuki jalan raya, namun melewati dikonsensi jalan milik PT MHP sepanjang 91 km,”jelas Sigit. Peminjaman jalan milik PT MHP tersebut akan berakhir jika rel kereta api (KA) batu bara yang dibangun PT Adani Global akan selesai, penggunaan jalan PT MHP ini tidak lain untuk menghindari rusaknya jalan umum karena tonase angkutan batu bara, dan juga mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan umum akibat angkutan batu bara.

Menurutnya, titik koordinat jalan yang akan dipakai sepanjang 91 km,mulai Merapi sampai Pendopo. Setelah kawasan Pendopo,masih akan ada sambungan jalan lagi menuju Tanjung Lago kawasan Tanjung Api-Api. Dirut Perencanaan PT MHP Minoru Hirosaki memberi sinyal positif terkait keinginan Pemprov Sumsel tersebut. ”Kami akan laporkan usulan ini ke pusat agar dapat dibahas lebih lanjut,”ujarnya. ade satia pratama
 
41 - 60 of 355 Posts
Top