SkyscraperCity banner
1 - 20 of 236 Posts

·
Registered
Joined
·
1,478 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Kota Parepare adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 99,33 km² dan berpenduduk sebanyak ±140.000 jiwa. Salah satu tokoh terkenal yang lahir di kota ini adalah B. J. Habibie, presiden ke-3 Indonesia.

Mari kita daftarkan berbagai proyek yang di-propose di kota ini
 

·
Registered
Joined
·
1,478 Posts
Discussion Starter · #2 ·
[PARE-PARE] Projects and Development

Kota Parepare adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 99,33 km² dan berpenduduk sebanyak ±140.000 jiwa. Salah satu tokoh terkenal yang lahir di kota ini adalah B. J. Habibie, presiden ke-3 Indonesia.

Mari kita daftarkan berbagai proyek yang di-propose di kota ini
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
SELASA, 12 OKTOBER 2010

SBU Pelaksana Renovasi IGD Diragukan

BACUKIKI BARAT -- Pihak pelaksana renovasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Andi Makkasau Parepare, CV Ridha selaku pelaksana pembangunan diragukan.
Pasalnya, CV Ridha dituding tidak dilengkapi Sub Bidang dalam Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang dikeluarkan Lembaga Pengusaha Jasa Konstruksi (LPJK). Perwakialan Tim 7 , Agussalim kepada PARE POS, mengaku sudah melaporkan hal ini di pihak Kepolisian. Ia bahkan mengindikasikan adanya "permainan" yang dilakukan antara pelaksana kegiatan, PPK dan ULP selaku pelaksana tender. Agussalim menyesalkan, jika PPTK dan ULP selaku pihak pelaksana lelang tender dan pemeriksa dokumen tidak memperhatikan dan mencermati hal itu. Padahal, kata dia, hal itu sudah tertuang dalam Dokumen Lelang. "Data yang kami peroleh, meski tidak dilengkapi sub bidang pekerjaan yang dimaksud, CV Ridha, tetap menang dengan penwar tertinggi dari 4 penawar terendah lainnya," ujarnya. CV. Ridha, kata dia merancang anggaran pembangunan renovasi IGD dengan nilai Rp 868.700.000. Sementara 3 penawar rendah lainnya, diantaranya CV. Mulya Bakti kurang lebih Rp. 700 juta, CV. Munadar kurang lebih Rp. 600 juta dan CV.Panda kurang lebih Rp. 600 juta. Sekretaris ULP, Andi Wisnah T yang ditemui terpisah menerangkan, bahwa SBU yang digunakan CV. Ridha, selaku pemenang tender dan berhak mengerjakan rehab gedung IGD karena tergolong dalam Great 4 yang dianggap mampu mengerjakan anggaran di bawah Rp 1 M, sementara Sub. Bidang pekerjaanya, merujuk kepada bidang pekerjaan yang tergolong dalam bangunan-bangunan non perumahan lainnya, termasuk perawatannya. Sub Bidang ini, katanya juga tercatat dapat melaksanakan jasa pembangunan gedung kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan sanotarium. (fen)

source : http://www.parepos.co.id/read/32442/46/sbu-pelaksana-renovasi-igd-diragukan
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
berita terkait pasar lakessi:)


Masyarakat Inginkan Pembangunan Pasar Lakessi Segera Rampung

Kamis, 05 Agustus 2010 05:07 Arwah Rahman


Kisru_Pasar_Lakessi01PAREPARE – Pajabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Pasar Lakessi, Julius Upa, ST, M.Si, mengatakan, dirinya bisa memahami berbagai pemberitaan seputar pembangunan Pasar Lakessi yang diributkan di media massa beberapa hari terakhir. “Apa yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat mengenai pembangunan Pasar Lakessi, pada dasarnya merupakan gambaran besarnya harapan masyarakat terhadap proyek ini, yang tentunya kita semua menginginkan dapat segera rampung,” tegas Julius kepada www. pareparekota.go.id, Kamis (5/8).

Perihal perpanjangan masa kontrak proyek dari rencana 24 bulan pada tahun 2008, namun hingga Juli 2010 belum rampung, Julius menjelaskan, hal tersebut dikarenakan adanya perubahan sejumlah item pekerjaan dan penambahan nilai kontrak, sehingga secara otomatis berpengaruh pada jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

Item tambahan dimaksud meliputi kedalaman tiang pancang, volume rimbal, serta volume beton. “Penambahan terjadi karena dalam perencanaan awal volume ketiga item dimaksud sangat kecil, sehingga secara teknis dan kondisi kebutuhan lapangan mengharuskan dilakukannya penambahan volume. Jika tidak, pekerjaan selanjutnya tidak dapat dilakukan,” katanya.

Dia mencontohkan, pekerjaan pemasangan rim balok yang dalam perencanaan tertulis 0,49 kubik, sementara kebutuhan lapangan mengharuskan kurang lebih 200 kubik. Pekerjaan ini hanya dapat dilanjutkan jika volume rimbal ditambah, sebab dengan volume 0,49 kubik tidak memungkinkan dilakukan pemasangan batu,” terangnya.

Kata Julius, kondisi ini sebenarnya sejak awal telah disadari dan bukan karena kesalahan perencanaan. Pihaknya selaku PPTK tetap menerima perencanaan awal tersebut dan selanjutnya menuangkannya dalam kontrak, karena keterbatasan pagu anggaran yang tersedia saat itu.

Sesuai Aturan

Ditanya, apakah kebijakan penambahan volume tersebut dimungkinkan dari segi aturan, Julius menerangkan bahwa pihaknya telah mengkonsultasikannya dengan pihak pemberi dana (Bank Dunia). “Mereka setuju. Selain itu, terkait kebijakan pembangunan Pasar Lakessi ini, termasuk kebijakan penambahan volume, telah dua kali dilakukan audit oleh BPKP (2008 dan 2009), dan kesimpulannya, tidak terdapat temuan audit tahun sebelumnya yang perlu ditindaklanjuti,” kata Julius lagi.

Begitu juga pihak USDRP, dalam laporan keuangan mereka tahun 2008, 2009 serta 2010 dikatakan bahwa dalam pembangunan Pasar Semi Modern Lakessi telah tersaji secara wajar dalam semua hal. Perihal tambahan anggaran 20 Miliar dari APBD Kota Parepare menurut Julius, hal tersebut tidak benar. “Yang benar adalah Rp. 24, 282 miliar yang diperuntukan bagi tambahan pekerjaan yang tidak ada dalam kontrak. Tambahan pekerjaan dimaksud adalah bangunan sayap (Ruko Samping) dan tambahan bangunan utama, serta dana eskalasi,” katanya.

Secara hukum katanya, kebijakan tambahan dana bagi pembangunan Pasar Lekssi, legal, dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan karena ketika ada kebutuhan tambahan bangunan yang memang tidak teranggarkan dalam bangunan utama, maka tentu dibutuhkan subsidi dari APBD. Untuk bangunan tambahan saat ini sementara berjalan, sementara untuk bangunan utama yang mengalami penambahan akan diamandemen/menjadi satu kesatuan utama dengan kontrak bangunan Pasar Lakessi (masih dalam proses).

Terkait dana eskalasi, saat ini kata Julius, berkasnya telah ada di BPKP pusat untuk persetujuan. Pengajuan diusulkan BPKP provinsi setelah mereka menilai wajar. Dias juga mengatakan, pembangunan Pasar Lakessi baru menalan dana Rp. 64,83 miliar, bukan 74 miliar sebagaimana dimuat di koran. Rinciannya sebagai berikut: Dana awal dari Bank Dunia Rp. 41,2 miliar, bangunan ruko samping Rp. 17, 130 miliar, tambahan bangunan utama Rp. 3 miliar serta dana eskalasi Rp. 3,5 miliar. “Ini pun belum semua terkapakai karena juga includ dana eskalasi,” katanya.

source:http://www.pareparekota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=590:pembangunan-pasar-lakessi-telan-dana-6483-m&catid=114:sarana-ekonomi&Itemid=305
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
dari thread sebelah :D
SABTU, 09 OKTOBER 2010 | 20:20 WITA |
Fajar Group Jajaki Hotel Berbintang

PAREPARE -- Secara geografis, Kota Parepare dianggap memiliki keunggulan dan potensi dalam investasi bisnis perhotelan dan pariwisata. Hal itu menjadi alasan Fajar Group dalam melebarkan sayap bisnis perhotelan di Kota Bandar Madani.

Fajar Group saat ini menjajaki potensi pembangunan hotel berbintang di atas laut sebagai bentuk investasi sekaligus membantu pemerintah dalam mewujudkan kota yang madani. Hal itu diungkapkan Komisaris Utama PT Media Fajar, HM Alwi Hamu saat bertemu Wali Kota Parepare, Mohammad Zain Katoe di rumah jabatan wali kota, Kamis 7 Oktober.

HM Alwi Hamu berkunjung ke rumah jabatan wali kota didampingi Wakil Direktur Utama PT Media Fajar, Agussalim Alwi. Selain silaturahim, Alwi Hamu juga serius membicarakan peluang pembangunan hotel berbintang di atas laut tersebut. "Saya terkesan dengan hotel di Shanghai Pak Wali. Ada hotel di atas laut. Ini menambah suasana kota menjadi lain dari yang lain. Hotel seperti itu juga bisa dibangun di Parepare," ujar mantan koordinator staf ahli Wakil Presiden RI era Jusuf Kalla itu.

Alwi mengaku dalam waktu dekat ini membicarakan peluang kerja sama pembangunan hotel tersebut. "Nanti setelah pembangunan hotel di Balikpapan rampung. Mungkin Desember 2010 sudah diresmikan selanjutnya kita jajaki hal serupa di Parepare," imbuhnya.

Di pihak lain, Wali Kota Parepare, Mohammad Zain Katoe menyambut baik keinginan Fajar Group berinves dan membangun hotel berbintang di Parepare tersebut. Bahkan Pemkot Parepare siap mendukung. (pp)

Source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/10...tel-berbintang
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
sedikit penjelasan "Punggawa Bale" artinya juragan ikan biasalah koran lokal menyisipkan beberapa bahasa daerah didalam beritanya:D

RABU, 13 OKTOBER 2010
Volume Pendaratan Terus Bertambah
'Punggawa Bale' Mulai Lirik PPI Cempae

SOREANG -- Sejak dibangun tahun 2005 silam dan mulai disosialisasikan ke masyarakat April tahun ini, minat masyarakat nelayan untuk memanfaatkan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Cempae perlahan mulai meningkat.
Aktifitas para nelayan 'Punggawa Bale' di PPI Cempae setiap pagi mulai padat. Volume tonesasi pendaratan ikan dari bulan ke bulan terus mengalami pertumbuhan. Kondisi ini diakui Kepala UPTD PPI Cempae, Nasir kepada PARE POS, Selasa siang kemarin. Ia mengakui, jika aktifitas para 'punggawa bale' di PPI Cempae pasca sosialisasi pemanfaatan, April tahun ini mulai membuahkan hasil. "Mereka mulai melirik dan memanfaatkan kawasan PPI ini untuk melakukan aktivitas bongkar muat ikan," katanya. Nasir yang juga Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas PKPK mengatakan, volume pendaratan ikan di kawasan PPI sejak Mei lalu terus bertambah. Jumlah tonesasi pendaratan ikan dari bulan ke bulan juga memperlihatkan trend positif. Data UPTD PPI Cempae menyebutkan, sejak Mei lalu, tonesasi pendaratan ikan tercatat sekitar 96.900 Ton, Juni 139.400 Ton, Juli 127.350 Ton, Agustus 124.400 Ton, dan akhir September lalu sudah mencapai 280.500 Ton. Aktivitas pendaratan ikan di PPI umumnya didominasi nelayan dari luar daerah dan luar provinsi, seperti nelayan asal Kota Baru, Kalimantan dan diramaikan nelayan asal kabupaten sekitar di wilayah Sulsel, misalnya nelayan Wajo, Bone, Pinrang, Barru, dan Sinjai. Jenis ikanpun didominasi jenis Ikan Lajang, Tembang, dan Cakaleng. Meski tetap melakukan pembongkaran ikan di PPI, sejumlah 'Punggawa Bale' masih tetap mengeluhkan kendala teknis. Salah satunya, karena pihak PPI belum mampu menyediakan es balok untuk menjaga kesegaran ikan yang dibongkar para nelayan. Balok es seperti ini diketahui banyak di Kali Bone, Maros. Upaya pemerintah untuk menyediakan gedung ruangan pendingin (freezer) juga belum berfungsi karena belum dilengkapi jaringan listrik. (fen)

source : http://www.parepos.co.id/read/32482/46/punggawa-bale-mulai-lirik-ppi-cempae-
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
Tambah lagi ya foto2 down town nya... :eek:kay:

BTW thread-nya kok ada 2 ya... ini yang satunya:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1234215
Pic down town nya bisa dilihat disini http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=610974

untuk threadnya yg double bisa minta Mod untuk menghapusnya :cheers:



walau Parepare termasuk wilayah pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) tapi pengaruhnya sepertinya kurang kerasa :eek:hno:


ZK : BP Kapet Jangan Tidur

PAREPARE – Wali Kota Parepare H Mohammad Zain Katoe meminta Badan Pengurus Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP Kapet) agar tidak “tidur” dalam menjalankan tugasnya. Hal itu disampaikan Zain Katoe pada pembukaan Lokakarya BP Kapet di Rujab Wali Kota Parepare, Senin (4/10).

BP Kapet, kata Zain, harus menjadi jembatan strategis dalam memadukan berbagai potensi yang ada di wilayah Kapet untuk kemudian dikembangkan secara bersama-sama oleh daerah-daerah yang masuk wilayah Kapet. Sinergi yang baik antarkabupaten/kota se-wilayah Kapet Ajattappareng sangat tergantung kepada BP Kapet.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muallim yang menggantikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang berhalangan hadir. Menurut Muallim, jika BP Kapet menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik sesuai dengan yang sudah ditentukan, maka kawasan ini mestinya menjadi kawasan ekonomi terpadu yang dahsyat mengingat letak strategis kawasan ini.

Untuk menggambarkan situasi yang terjadi di BP Kapet, Muallim sepakat dengan Zain Katoe. Dengan nada berkelakar, Muallim membenarkan Zain Katoe yang menyebut Kapet “tidur”.

“Saya masih ingin memakai bahasa orang Bone, yaitu redup. Begitulah Kapet, kondisinya redup. Syukurnya saya tidak pakai bahasanya orang Sidrap seperti yang tadi dikatakan Pak Wali (Zain Katoe) yaitu tidur,” kata Muallim berkelakar yang kemudian disambut tawa para hadirin dan undangan.

Lokakarya yang digelar satu hari dengan menghadirkan seluruh daerah anggota wilayah Kapet Parepare (Parepare, Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang) mengambil tema, Integrasi Program Pengembangan Kapet Parepare dalam Perspektif Pembangunan Daerah. Usai pembukaan oleh Andi Muallim, selanjutnya dilakukan penandatanganan MOU antara kepala daerah masing-masing anggota Kapet Wilayah Parepare dalam pengembangan perekonomian kawasan Kapet Parepare.

Lebih jauh, Andi Muallim mengemukakan bahwa alasan dibentuknya Kapet Parepare karena tiga hal yakni letak strategis kawasan (Ajattappareng), potensi kawasan, dan sumber daya manusia (SDM) di Ajattappareng. Menurutnya, kawasan ini merupakan kawasan yang paling strategis di Sulawesi Selatan dibanding kawasan lainnya. Begitu pula dengan potensi-potensi yang dimiliki sangat beragam dan menguntungkan secara ekonomi jika dikembangkan dengan baik dan terpadu.

“Belum lagi kalau kita bicara mengenai sumber daya manusia. SDM di kawasan ini, terutama SDM berwirausahanya, itu melebihi jiwa wirausaha yang dimiliki masyarakat di tempat lain,” ungkap Muallim yang mengambil contoh tentang jiwa wirausaha yang dimiliki masyarakat Kabupaten Sidrap dalam mengembangkan bisnis ayam petelur dan ayam pedaging.

Mantan Sekda Sidrap ini juga berpesan agar lokakarya tersebut tidak hanya selesai setelah acara itu sendiri selesai. Akan tetapi, ia sangat berharap bahwa setelah diadakannya lokakarya maka secara nyata betul-betul ada aksi positif yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan satu-satunya dari otnomi daerah.

source ; http://www.pareparekota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=670:zk-bp-kapet-jangan-tidur&catid=113:lembaga-perekonomian&Itemid=304
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
Syahrul Deadline Pembebasan Lahan Makassar-Parepare
Selasa, 12 Oktober 2010 | 07:57 WITA

Makassar, Tribun - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi batas waktu (deadline) kepada kabupaten/kota untuk segera merampungkan proses pembebasan lahan pengerjaan pelebaran jalan Makassar-Parepare.

Pemprov Sulsel juga akan menurunkan tim untuk membantu penyelesaian masalah terkait pengerjaan pelebaran yang sudah masuk tahun kedua tersebut.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan tiga langkah menjadi agenda prioritas penyelesaian poros jalan tersebut salah satunya penyelesaian semua tanah yang masih bersoal sesegera mungkin. Selain itu, hambatan dan klarifikasi masalah akan diselesaikan kasus per kasus.
"Jika ada hambatan dan klarifikasinya yang membutuhkan tangan provinsi desk provinsi harus turun. Katakanlah penyelesaian pembebasan lahan. Agenda satu (pembebasan lahan) dan dua (penyelesaian masalah) harus selesai dalam tiga bulan. Desk provinsi harus turun," jelas Syahrul usai peresmian Restoran Woody Gabs, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, kemarin.
Menurutnya, pemprov akan ikut turun tangan untuk membantu proses pembebasan lahan yang masih bersoal. "Tidak bisa juga bupati dibiarkan jalan sendiri. Nanti tidak selesai lagi," ujarnya.
Penyelesaian poros Makassar-Parepare ditargetkan rampung hingga awal 2012. Saat ini disebutkan, pelebaran jalan tersebut terhalang pembebasan lahan. Saat ini, dari sekitar 150 kilometer (km) jalan Makassar-Parepare baru sekitar 80 persen yang sudah terbebaskan sedangkan untuk pengerjaan fisik sudah mencapai 65 persen.(axa)

source : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/132177/Syahrul-Deadline-Pembebasan-Lahan-Makassar-Parepare
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
RABU, 15 SEPTEMBER 2010
Dewan Ancam Ajukan Interpelasi
Waterboom Terbentur Legalitas



PAREPARE -- Masih ada 'PR' yang semestinya dituntaskan sebelum mengoperasikan wahana permandian (waterboom) Ujung Lare Parepare. Selain prosedur dan legalitas kerjasama antara pemerintah dan pihak ketiga, besaran nilai kontribusi ke daerah juga diusul dikaji cermat. Sejumlah anggota DPRD Kota Parep
"Ada aset daerah miliaran rupiah di dalam kawasan wahana waterboom. Jadi penting dicermati kejelasan kerjasama dan bentuk kontribusinya," ujar HA Rahman Saleh, Wakil Ketua Komisi II DPRD Parepare. Rahman mengingatkan eksekutif untuk memperhatikan asas fungsional, kapasitas hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas, serta kapasitas nilai sebelum memastikan kerjasama pengelolaan aset daerah dalam pembangunan waterboom Ujung Lare. Itu terang dia, sesuai amanah Permendagri No.17/2007 tentang pedoman teknik pengelolaan barang milik daerah. Selain tanah, Pemda juga memiliki aset berupa kolam renang yang menelan dana APBD sekira Rp2,7 M yang dialokasikan pada TA 2007-2009 di kawasan Waterboom. "Semuanya perlu ditransparankan, apalagi ada indikasi kontrak kerjasama pemerintah dengan investor diduga merugikan daerah," ujar politisi PKS ini. Hal itu juga diakui Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Kaharuddin Kadir. Sejumlah anggota dewan disebutkan Kahar bahkan merencanakan mengajukan hak interpelasi untuk meminta keterangan walikota terkait waterboom. "Dari keterangan walikota nantinya, kita berharap duduk permasalahan bisa diketahui dan dicarikan solusinya. Sudah empat dewan menyatakan setuju hak interpelasi ini diajukan," katanya. Diperoleh informasi di DPRD bahwa nilai kontribusi investor calon pengelola waterboom ke Pemda hanya senilai Rp5 juta per tahun. Aset Pemda tersebut dikerjasamakan dengan pihak swasta selama lima tahun, dan dapat ditinjau kembali. Selain nilai, beberapa anggota dewan juga menyoal mekanisme kerjasama aset daerah apakah melalui proses tender atau penunjukan langsung. Pastinya, sesuai Pasal 38 Permendagri No.17/2007 ayat 1 point b disebutkan bahwa mitra kerjasama pemanfaatan ditetapkan melalui tender/lelang dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 5(lima) peserta/peminat, kecuali untuk kegiatan yang bersifat khusus dapat dilakukan penunjukan langsung. Sementara kontribusi dan sharing hasil, diatur pada point c, yakni besaran pembayaran kontribusi bersifat tetap, serta pembagian keuntungan hasil kerjasama pemanfaatan ditetapkan dari hasil perhitungan tim yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. LSM saat mendatangi kantor dewan kemarin, mempertanyakan perihal adanya pelarangan operasional waterboom pada hari lebaran. "Kami mendapat informasi bahwa tidak difungsikannya waterboom karena adanya larangan dari dewan," demikian aspirasi LSM. Mereka diterima di ruang paripurna DPRD oleh Wakil Ketua Andi Darmawangsa dan Syaefuddin La Intang, serta anggota DPRD masing-masing Kaharuddin Kadir, Rahman Saleh, dan Sapri Tadjuddin. Ditegaskan dewan bahwa klausal larangan operasi muncul begitu surat Sekretariat Kota Parepare yang ditandatangani Sekkot Drs HM Hatta Buroncong MM diterbitkan beberapa waktu lalu. Itu, sebut dewan, hanya bersifat sementara sambil menunggu kejelasan dan pencermatan bentuk MoU dan atau kontrak kerjasama pemerintah dengan mitra kerjanya. Sekkot Hatta Buroncong yang dihubungi terpisah, menjelaskan waterboom semula diagendakan diresmikan, 4 September lalu. Namun karena masih ada yang harus dicermati, grand opening akhirnya dipending hingga waktu yang tidak ditentukan. "Pak wali (walikota, red) langsung memerintahkan rapat internal. Hasilnya, peresmian dipending sambil membenahi administrasi bentuk kerjasama tersebut," jelasnya. Pemkot dikatakan Hatta, cukup merespon langkah investasi waterboom. Sebab selain berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah, wahana permandian yang menelan investasi sekira Rp3,5 M itu, juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. "Pemkot membuka diri untuk membahas persoalan itu dengan dewan." tambahnya. (sar)

source : http://www.parepos.co.id/read/31847/35/waterboom-terbentur-legalitas
 

·
Moderator
Joined
·
35,233 Posts
Wah selamat yah atas dibukanya tret parepare project and developmentnya.
Pasar Lakessi nya bagus yah dan masjidnya juga keren mw dibangun di mana tuh? Itu jg keliatan ada minaret yg paling tinggi di kanan berapa meter tuh
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
^^ masjid Agung yg baru di bangun di Jl. A. Yani lokasinya ngak jauh dari rujab Walikota,oia...krn lokasinya diatas bukit jadi masjid ini kalo sudah jadi akan terlihat dari pusat kota di bawah.
untuk menaranya sy juga baru perhatikan kalo ada menara paling tinggi disitu, tinggiya gw kurang tahu tapi yg pasti ngak akan setinggi menara Islamic Center krn lokasinya sudah cukup tinggi :D
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
SELASA, 18 OKTOBER 2010
Sekolah Penerbangan Segera Hadir di Parepare

MAKASSAR -- Tidak lama lagi remaja di Ajatappareng, berpeluang untuk terjun di dunia industri maskapai penerbangan. Sebab lembaga pendidikan dan pelatihan yang bergerak di bidang penerbangan segera hadir di Parepare.
Direktur Utama PT Nasional Persada Abadi (NASA), R Guntur Sunarko Putro, pendiri Nasional Aviation, yang merupakan lembaga pendidikan penerbangan menjanjikan segera membuka sekolah penerbangan tersebut di Parepare. Dia mengaku tertarik membuka lembaga pendidikan sejenis yang sudah ada di Makassar karena Parepare adalah kota kedua terbesar di Sulsel setelah Makassar. "Di sekitar Ajatappareng, banyak anak muda yang memiliki potensi untuk terjun di dunia penerbangan, khususnya sebagai pramugari. Saya sudah survei di beberapa sekolah di Parepare, banyak sekali potensi yang bisa dibina untuk menjadi praktisi penerbangan," terangnya di Makassar, kemarin. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan membuka NASA di Parepare. "Paling lambat akhir tahun ini, NASA sudah hadir di Parepare. Sebab saya menilai pengembangan Kota Parepare sangat bagus, apalagi bakal dibangunnya trans Sulawesi tahun 2012 nanti. Di sisi lain Parepare merupakan pangkal ke beberapa daerah, terus ada pelabuhan yang menunjang sisi ekonomi kota itu," paparnya. Guntur menuturkan, lembaga pendidikan miliknya itu berdiri sejak 2007, dengan metode pengajaran terdiri dari kuliah umum, kuliah regular, sharing experience (berbagai pengalaman), praktikum system reservasi dan psikotest. "Dengan persentase pengajaran pelatihan 40 persen, teori dan praktek 60 persen. Kami juga memiliki akses ke maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, cargo dan travel agen. Baik domestik maupun internasional untuk kami penuhi kebutuhan SDM handal dan profesional," urainya. Sementara untuk pengajar sendiri, diakui olehnya bahwa staf pengajar NASA adalah praktisi penerbangan dan memiliki kapasitas besar di perusahaan mereka bekerja. "Melihat potensi di Parepare dan sekitarnya cukup banyak, sehingga kami tinggal membina dan mengarahkan saja untuk menjadi profesional dalam dunia penerbangan dengan kemampuan ilmu dan mental yang bagus," kata Guntur. Alumni NASA, tambah dia, banyak yang telah bekerja di sejumlah maskapai penerbangan nasional, bahkan ada yang bekerja di maskapai internasional. "Alumni kami 85 persen sudah bekerja di perusahaan penerbangan di Indonesia. Sebab NASA selain di Makassar, juga berdiri di Bandung dan Tasikmalaya. Serta berhasil menghasilkan profesional penerbangan yang berkualitas," pungkasnya. (lin)

source : http://www.parepos.co.id/read/32574/35/sekolah-penerbangan-segera-hadir-di-parepare
 

·
Registered
Joined
·
1,478 Posts
Discussion Starter · #16 ·
Ngomong2 di Parepare mau dibangun bandara gak?
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
Ngomong2 di Parepare mau dibangun bandara gak?
kayakya untuk bangun bandara sepertinya susah:eek:hno: mengingat kontur Parepere yg berbukit-bukit dan daerah yg rata sangat sempit. tapi untuk perencanaan bandara di sekitar Parepare ada, dulu ada rencana pembangunan bandara di kabupaten Pinrang, jaraknya sekitar 30 km sebelah utara Parepare:)
 

·
Registered
Joined
·
9,826 Posts
Parepare Layak Miliki Kawasan Industri & Pergudangan
Kamis, 21 Oktober 2010 08:17
Niswati

PAREPARE -- Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah berkewajiban mendukung peningkatan perencanaan pembangunan yang lebih sistematis. Olehnya itu, pedoman yang merupakan amanat dan tuntunan dari Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR) ke dalam produk rencana yang lebih rinci diharapkan dapat mendukung aplikasi produk-produk perencanaan di tingkat kota.

Terkait dengan hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kerjasama dengan CV Celebes Pratama Konsultan mengadakan Seminar Awal Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kawasan Industri dan Pergudangan serta Kawasan Hutan Raya Alitta dan Kebun Raya Jompie Soreang, yang berlangsung di Ruang Data Kantor Wali Kota Parepare, Selasa (20/10).

Seminar yang dibuka Kepala Bappeda Amiruddin Idris dihadiri oleh para staf ahli ,kepala bagian dalam lingkup Setdako dan sejumlah Kepala SKPD dalam lingkup Pemkot Parepare.

Dalam arahannya, Kepala Bappeda mengatakan bahwa aplikasi tata ruang memungkinkan jika RDTRK-nya memenuhi syarat, sehingga dapat dijadikan acuan terkait dengan pembangunan fisik.

Sementara itu, Tim konsultan dari CV Celebes Pratama dalam presentasinya yang dipaparkan di depan peserta seminar menjelaskan secara detail mengenai latar belakang, maksud, fungsi, dan manfaat, serta output dari adanya RDTRK tersebut.

Selain itu, dipaparkan juga mengenai substansi serta proses perencanaan RDTR kawasan industri dan pergudangan serta peta lokasi rencana kawasan industri dan pergudangan Lapadde (Kecamatan Ujung).

Dalam sesi diskusi yang dibuka selepas pemaparan materi, terlihat peserta seminar cukup antusias menanyakan berbagai macam hal terkait dengan rencana pengembangan kawasan industri dan pergudangan Lapadde.

Berbagai argumen yang terkait dengan hal tersebut ,memberikan gambaran bahwa Kota Parepare yang saat ini telah menjadi Kota Jasa dan Niaga memungkinkan untuk percepatan pengembangan kawasan industri dan pergudangan.

source : http://www.pareparekota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=700:parepare-layak-miliki-kawasan-industri-a-pergudangan&catid=111:potensi-daerah&Itemid=302
 

·
Eka's
Joined
·
890 Posts
Poros Maros - Pare-pare butuh 200 Milyar

MAKASSAR (SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan pemerintah pusat menganggarkan dana Rp200 miliar untuk merampungkan jalan poros Makassar-Parepare pada 2011.


Hingga saat ini pengerjaannya jalan tersebut masih terkatung-katung. “Tahun depan,sudah kami anggarkan keseluruhan jalan dan jembatan. Pada 2010, masih ada delapan kilometer jalan yang belum dianggarkan. Kami membutuhkan dana Rp200 miliar untuk pengerjaan Maros-Parepare,”ungkap Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abdul Latief kepada SINDO kemarin. Kendala pengerjaan jalan poros Maros-Parepare tersebut terbentur pada pembebasan lahan warga yang terkena proyek pengerjaan jalan trans-Sulawesi tersebut. Meski demikian, pihaknya memproses 160 berkas lahan untuk segera dibayarkan ganti ruginya.

“Kendalanya memang pembebasan lahan. Namun, ini sudah dalam proses untuk segera dicairkan pembayarannya,khususnya di Kabupaten Maros,” katanya kepada SINDO, usai melaksanakan salat id bersama Gubernur Sulsel. Khusus Kabupaten Pangkep, dengan menggunakan dana APBD, pemerintah setempat juga memulai pembayaran ganti rugi terhadap lahan warga. Meski demikian, hal ini masih membutuhkan dana segar dari pemerintah pusat. Di Kabupaten Barru dibutuhkan anggaran Rp3,2 miliar dan sudah terbayarkan sekitar Rp2,7 miliar.

Sisanya Rp500 juta dalam bulan ini akan dipergunakan penyelesaian pembangunan fisik jalan. “Yang kami urus sekarang ini adalah poros Pangkep yang masih agak panjang sekitar 40 kilometer. Maros masih dalam tahap perbaikan,” paparnya. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap, dengan adanya dana segara tersebut, proses pengerjaan jalan Maros-Parepare yang hingga sekarang ini terkatung- katung bisa diselesaikan secepatnya paling lambat 2011. “Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa proses pengerjaan jalan ini segera rampung.

Yang pasti, saya punya penilaian tersendiri mengenai pengerjaan jalan ini,” katanya di sela-sela open house di kediamannya kemarin. Pertengahan Oktober lalu, Syahrul memberikan deadline kepada pemerintah daerah selama tiga bulan untuk menyelesaikan pembebasan lahan terkait pelebaran jalan di poros Maros-Parepare. Batas waktu pembebasan lahan tersebut difokuskan kepada lahan milik warga yang terkena pelebaran jalanan dan sudah tidak memiliki masalah. Dengan deadline tersebut, pengerjaan jalan poros Maros-Parepare yang hingga sekarang terkatung- katung bisa segera selesai 2011 nanti.

Gubernur juga menginstruksikan desk terkait di Pemprov Sulsel segera turun tangan membantu dan mengklarifikasi pemda jika menemui masalah dalam pembebasan lahan.
source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/364766/
 

·
Eka's
Joined
·
890 Posts
KIM Imbau Warga Dukung Adipura
PAREPARE, UPEKS--Setelah memperoleh anugerah Piala Adipura VI secara berturut-turut, 2011 Pemerintah Kota Parepare menargetkan mengukuhkan diri sebagai salah satu dari sedikit daerah di Indonesia yang mendapatkan Piala Adipura tujuh kali secara berturut-turut.
Hanya saja, harapan ini dinilai sulit terwujud jika tak didukung oleh kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Untuk itu, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang selama ini aktif membantu pemerintah daerah menyukseskan berbagai program pembanguanan, kembali menyeruhkan kepada masyarakat Parepare untuk menyukseskan perolehan Adipura VII tersebut.
Salah satunya KIM yang aktif mensosialisasikan pentingnya masyarakat hidup bersih adalah KIM Kelurahan Lappade. Ditemui di Kantor Walikota Parepare, Selasa (18/1) llau, Ketua KIM Kelurahan Lapadde, Andi Syamsul Alam mengatakan, momentum perolehan Adipura VII tahun ini bagi Kota Parepare sangat penting dan menentukan, karena hal tersebut akan menjadi syarat bagi Kota Parepare untuk ikut dalam lomba kebersihan kota-kota Asean tahun 2012 mendatang.
Kata Syamsul Alam, masyarakat Parepare patut berbangga dapat memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat untuk mewakili Indonesia dalam lomba kebersihan se Asia Tenggara tersebut.

http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=59862
 
1 - 20 of 236 Posts
Top