Skyscraper City Forum banner
3101 - 3120 of 27149 Posts

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
^^
soalnya dari belakang mirip :D cuma gendutnya beda.. :lol:
sory OOT :D

ohya di SSK II udah mulai dibangun jalan akses yang baru tuh, spertinya terminal lama bakal dibongkar habis ya nanti?? terus interior bandara yang digambar tampak mewah sperti mall atau kayak interior Gedung Perpustakaan n Menara Lancang Kuning kayaknya :D
Tapi emang mirip dari belakang, hahahaha ...


Jalan Akses baru yang lewat Kaharudin Nasution sudah mulai dibangun ????
Dan sepertinya terminal lama akan dihancurkan, mungkin gak sepenuhnya dihancurkan ... tapi lebih tepatnya digabung, dan interiornya didesain ulang.

Ukuran terminalnya kan jadi lebih besar sekitar 3 kali lipat ... Sementara untuk ukuran airport tua Indonesia SSK II itu lumayan besar :D
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
Ternyata lahan Kawasan Industri Tenayan (KIT) itu luasnya sampai 306 Hektar... Dan sudah dibebaskan oleh PEMKOT Pekanbaru, sekarang sudah dimiliki PEMKOT Pekanbaru.

Jadi kalau mau invest di sana, sekalian bangun jalan :D, itu udah gak ada masalah soal kepemilikan lahan. Rupanya pembangunan jalan di sana lagi happening gitu ...

Dari RiauPos

Sentra Ekonomi Baru Milik Pemko

14 Februari 2010
Laporan ERWAN SANI, Pekanbaru

Persoalan utama dalam pembangunan adalah soal pemebasan lahan. Namun jauh hari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengantisipasinya. Lahan seluas 306 hektare yang dicadangkan di Kecamataan Tenayanraya adalah contohnya. Kawasan Industri Tenayanraya (KIT) seutuhnya milik (Pemko) Pekanbaru. Pasalnya, seluruh lahan tersebut telah diganti rugi oleh Pemko Pekanbaru beberapa tahun lalu. Dua tahun dari sekarang pontesi menjadi sentra ekonomi baru sangat besar.

Adanya cadangan lahan itu membuat rencan-rencana besar Pemko Pekanbaru ke depan punya modal yang konkrit. Itulah sebabnya ketika terdengar kabar investasi pembangunan PLTU bakal dialihkan ke Dumai, Pemko tidak tinggal diam. Apalagh soal lahan tidak lagi jadi masalah. Persoalannya adalah bagaimana menggaet investor sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan sentra industri dan bisnis di lahan itu.

Untuk pembangunan PLTU Pemko siap mengalokasikan lahan seluas 40 hektare. ‘’Kita sudah melakukan peninjauan lapangan, dan lokasi tempat pembangunan PLTU 2 x 100 itu tak ada permasalahan, sebab itu milik Pemko Pekanbaru,” jelas Kepala Badan Pertanahanan Nasional (BPN) Pekanbaru, Kamarudin kepada Riau Pos, Rabu (10/2).

Dikatakannya, untuk memastikan lahan KIT dan lokasi lahan 40 hektare yang akan dibangun PLTU tersebut, pihak BPN sudah melakukan survei bersama dengan pihak Pemko dan jajarannya beberapa waktu lalu. ‘’Benar saat itu kita meninjau melalui Sungai Siak, sebab lebih dekat jaraknya, ketimbang melalui jalur darat,” ucap Kamarudin lagi.

Tanah milik Pemko tersebut, saat sekarang sudah Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). Jadi jika Pemko meminta agar dibuat sertifikat tanah tersebut. Yang jelas, kata Kamarudin, pihak BPN siap membantu baik itu untuk pengukuran lahan maupun dalam pembuatan sertifikat.
Ditanya mengenai ganti rugi lahan, Kamarudin dengan tegas mengatakan itu bukan wewenang dari BPN. Sebab untuk ganti rugi akan ditentukan wali kota dan jajarannya. ‘’Jadi kita hanya membantu saja, baik itu pengukuran lahan maupun perbatasan lahan yang menjadi hak Pemko Pekanbaru. Masalah ganti rugi lahan dengan PLN tentu hak Pemko,” ucapnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPN, lokasi lahan 40 hektare yang akan dibangun PLTU 2 x 100 tersebut di pinggir Sungai Siak, kemudian berbatasan dengan Jalan Gajah Mada dan jalan ring road milik Pemerintah Provinsi Riau.

Sedangkan terkait berapa besar Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan KIT tersebut, ia mengatakan saat ini belum bisa memastikan berapa besarnya. Setahu dirinya, bahwa untuk ganti rugi lahan tersebut, Pemko bersifat membantu PLN. Makanya untuk per meternya, Pemko hanya meminta harga sebesar Rp10 ribu. ‘’Jadi itu hak dari Pemko. Tugas kita hanya mengukur lahan dan membantu membuat sertifikat lahan tersebut, jika diminta Pemko,” tegasnya.

Diakuinya, untuk saat sekarang belum ada permasalahan terkait lahan KIT tersebut. ‘’Memang pernah ada permasalahan lahan KIT, tapi bukan di lokasi pembangunan PLTU tersebut. Kemudian lahan KIT bermasalah tersebut sudah diselesaikan dan sekarang sudah dikuasai Pemko lagi, sebab lahan diambil warga dengan menanam sawit tersebut, benar milik Pemko atau lahan KIT,” kata Kamarudin yang aktif menyelesaikan permasalahan lahan di Kota Pekanbaru ini.

Dengan berdirinya PLTU 2x100 disana nanti, menurut Kamarudin secara otomatis membuat harga tanah menjadi tinggi disekitarnya. Karena akses jalan secara otomatis semakin baik dan lahan masyarakat semakin terbuka lebar untuk dikembangkan.(fiz)
 

·
Pengguna Jelata
Joined
·
2,814 Posts
Pemprov Riau Optimis Bangun Rel KA


JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau optimis bisa merealisasikan secepatnya rencana untuk membangunan rel kereta api, yang akan menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Dumai. Keyakinan itu karena pada saat ini pembangunan proyek tersebut sudah mendapat respon serta dukungan dari Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mencari investor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Promosi dan Investasi (BPI) Riau, Faizal Komar Karim, kepada JPNN usai mendampingi Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dalam acara penerimaan penghargaan program Regional Champions dari Kepala BKPM, di Gedung BKPM, Jalan Gatot Subroto, Kamis (18/2).

"Pembangunan proyek KA khusus untuk membawa bahan baku klaster seperti kelapa sawit maupun hasil pertanian lainnya ini, telah kita paparkan kepada Kepala BKPM. Dia merespon dengan baik, serta akan mendorong agar proyek ini cepat direalisasikan. Kepala BKPM berjanji akan membantu mencari investor asing dari Timur Tengah yang tertarik pada rencana ini, karena menurutnya proyek ini sangat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi," ungkap Faizal.

Disebutkan Faizal lagi, masuknya Provinsi Riau sebagai kawasan Regional Champions 2010, sekaligus mendorong proses penanaman investasi di daerah. Oleh karena itu katanya, pembangunan rel kereta api ini mendapatkan prioritas utama, selain proyek-proyek besar lainnya yang akan direalisasikan secepatnya. "Kita berharap sinyal dari Kepala BKPM ini bisa terwujud pada tahun 2010 ini, karena kita sangat yakin dengan dukungan dari BKPM, banyak investor yang akan tertarik menanamkan modalnya pada proyek yang diperkirakan panjang lintasannya sekitar 140 kilometer ini," harapnya. (yud/jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=58274
 

·
atrix
Joined
·
30 Posts
Bagus banget, memang sebaiknya begitu ... karena di Jakarta juga parah banget waktu Busway Koridor Blok M-Kota baru beroperasi aspalnya bukan hanya bergelombang, tapi patah-patah, ada yang naik ada yang turun ... Ekstrem :lol:

Bahkan sampe 1 tahun, PEMPROV DKI tutup mata akan keadaan itu. Baru kemudian dikerjakan betonisasi untuk kawasan sekitar halte.... Sekarang sih, udah bertahun-tahun berlalu, mereka udah membetonisasi semua lintasannya ...
Hmm, bukan rusak aja aspal jalur busway 'ham, bahkan koridor 2 yang di harmoni kan jalurnya sempat longsor gitu yang ditepi kali .. Hehe
 

·
atrix
Joined
·
30 Posts
Polemik lokasi PLTU harus dihentikan. PLN memutuskan lokasinya di Tenayan Raya, Pekanbaru, bukan di Peranap ataupun di Dumai.

Riauterkini-PEKANBARU- Sekretaris Perusahaan PT. PLN (Persero) pusat Ida Bagus Mardawa mengungkapkan jawaban yang sudah sangat lama dinantikan masyarakat Riau, terkait lokasi pembangunan PLTU 2 x 100 megawatt (MW). Berdasarkan kajian mendalam, dari berbagai aspek, PLN akhirnya memastikan lokasnya tak berubah, tetap di Tenayan Raya, Pekanbaru.

“Sudah ada keputusan, lokasi pembangunan PLTU untuk Riau di Tenayan Raya,” ujarnya saat berbincang dengan riauterkini melalui sambungan telephon, Kamis (3/2/10).

Dipaparkan Ida Bagus Mardawa, keputusan final mengenai lokasi PLTU 2 x 100 MW di Tenayan Raya berdasarkan kesimpulan, bahwa dibandingkan lokasi lain, yakni di Peranap, Indragiri Hulu dan Dumai, Tenayan Raya paling memadai. “Tenayan Raya itu paling memadai, karena dekat dari jaringan dan lahannya sudah siap,” tuturnya.

Dengan ditetapkannya lokasi PLTU di Tenayan Raya, Ida Bagus Mardawa mengharapkan semua pihak tidak lagi mempermasalahkan. Hal itu penting, agar proses realisasi pembangunan PLTU yang keberadaannya sudah sangat mendesak untuk mengakhiri krisis listrik di Riau tersebut bisa cepat terlaksana. “Diharpakan semua pihak mendukung penetapan lokasi ini dan tidak mempermasalahkan lagi, agar proses pembangunannya bisa segera dilaksanakan,” harapnya.

Sementara itu Menejer Humas dan SDM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Suwandi Siregar mengaku belum tahu keputusan tersebut, namun jika benar ia menyambut gembiran. “Kalau keputusan itu benar, maka itu akan memudahkan kami melanjutkan tugas persiapan tender yang sempat terhenti sejenak, karena ada usulan alternatif lokasi,” ujarnya saat dihubungi riauterkini.

Dijelaskan Suwandi, jika semua berjalan lancar, pertengahan Februari ini proses tender akan dimulai dan awal Maret sudah diketahui perusaha mana yang akan jadi pemenang.

riauterkini.com
Ya ya, PLN jangan bergembira aja pintar nya, cepat lah kerjakan pembangunan tu ha. Capek mati lampu terus tiap balik ke PKU. :bash:
 

·
atrix
Joined
·
30 Posts
Ralat ... penduduk Riau jumlahnya 5.07 juta jiwa pada tahun 2007 ... dan aku tidak merasa angka itu tiba-tiba jadi 6 juta jiwa pada 2010 .... Karena belum ada update terbaru di media-media lokal.

Anda pernah dengar orang Cina yang bermigrasi ke Amerika memperkaya Data statistik ekonomi RRC ???? Rasanya tidak ..... Bahkan Gaji TKI di Malaysia saja, dihitung sebagai GDP Malaysia.

Itu pendiri Yahoo ada yang keturunan tionghoa tapi warga negara Amerika. Kira-kira pendapatan dia dihitung sebagai GDP Amerika atau GDP RRC. Tidak hanya itu, yang punya WARNER dan FOX pun keturunan Israel ataupun migrasi dari Eropa TImur ... lantas apakah kekayaan mereka dihitung sebagai GDP Israel/Eropa Timur??? Rasanya kok tidak ya .....
Kalo pendiri Yahoo (Cina), pendiri Google (Rusia), pendiri FOX itu mereka memang keturunan nenek moyang nya migrasi ke AS dan sudah lama jadi WN-AS. Logika nya masuk jadi hitungan pemasukan negeri paman Sam.

Nah kalo TKI kita yang jelas WNI masuk hitungan pemasukan negari "jiran" itu mah pinter-pinter pejabat kementerian kependudukan dan kementerian finance sane lah. :nuts:
 

·
atrix
Joined
·
30 Posts
Karena di Riau eksplorasi minyak yang mengerjakan adalah CHEVRON ... Pertamina itu kalau dibilang masih kecil kegiatan eksplorasiny berbanding perusahaan minyak kayak Chevron..

Pertamina besar karena industri pengolahan dan distribusi.

Dan berhubung MINYAK RIAU = MINYAK CHEVRON = Hiasan jalan Raya Pekanbaru - Duri , jadi gak ada hubungannya sama Minyak PERTAMAX dan PertamaxPlus buatan pertamina yang kemungkinan besar tidak diproduksi di Riau.

Atau ada yang bisa menerangkan kalau UP II Dumai/Sei Pakning sebagai Unit pengolahan Pertamina terbesar se-Sumatra adalah untuk produksi PErtamax juga ???? Aku gak tahu :D
Hmm, rasa nya (mungkin salah) untuk beberapa turunan minyak olah bumi yang dijual komersil untuk lini produk non-subsidi tidak diproduksi di 2 penyulingan ini (UP II Dumai atau Sei Pakning).

Jadi kalau pun memang produk (non subsidi) ini lebih affordable di pulau Jawa karena mungkin juga pengolahan nya di Jawa sono. Makanya harga produk tersebut nyampai di Riau harganya mencakup tambahan biaya merata.

a. Perlu dilurusin deh, minyak Riau BUKAN minyak CVX. Walaupun kontribusi mereka 1/3 lebih dari total produksi nasional, masih ada beberapa eksplorasi swasta dan nasional seperti di Lirik dan juga konsep B.O.B P*mina dengan perusahaan BUMD ynag memberi kontribusi kecil pada total produksi nasional.

b. Hasil produksi CVX tidak ada yang dijual langsung secara komersil dalam skala nasional, semua hasil mentah eksplorasi langsung dikirim ke shipping yard dan tanker2 di dumai melalui pipa minyak (hitam) yang bisa kita lihat sepanjang jalur darat dari Minas ke Duri hingga Dumai.

c. Dan iya produk turunan yang dipasarkan pertamina sebagian, iya sebagian besar diproduksi oleh BUMN ini sendiri. Namun untuk memenuhi kekurangn supply dalam negeri BUMN ini juga mengimpor hasil turunan ini (yang bisa jadi ada secuil mili liter minyak tersebut berasal dari ladang yang dikelola CVX).

Jadi jangan generalisir minyak siapa punya siapa. Toh ini di tanah Riau, milik Riau dalam Negara Indonesia dan dikelola sepenuhnya dan diawasi oleh Negara. Semoga ini bisa membantu sedikit. Hehe :)
 

·
Registered
Joined
·
4,070 Posts
Yang ini yah foto nya? Boleh lah :)

yang aku baca , revitalisasi ini tanpa menghancurkan bangunan asli masjid, tiang seri, makam, gerbang dan lain-lain. Perluasan hanya menghancurkan bagunan dinding luar yg merupakan hasil perluasan juga serta penambahan lantai menjadi dua.

nih aku ada foto masjid raya dulu yang beda dengan sekarang :



lihat kubahnya berbeda kan dengan yang kemarin itu? begitu juga dengan bangunan luar nya,



karena sebelumnya masjid ini pernah mengalami perluasan dan kubahnya itu katanya juga wakaf. bangunan asli tu ada di dalam yang masih terjaga.
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
wah siap2 aja jalan aspal rusak dilewati truk bawa batubara ntar :nuts:
Batubaranya diangkut lewat sungai ...

Dan jangan khawatir ada kasus kayak nabrak kaki jembatan seperti di Sungai Mahakam ... Soalnya kaki jembatan di Sungai Siak yang bakal dilewati seperti Tengku Agung Sultanah Latifah, Jembatan Perawang, ataupun Jembatan Teluk Masjid adalah jembatan generasi baru yang clearance di bawahnya lumayan lebar ,,,

Selama ini banyak tongkang2 "gede" yang ngangkut kayu2nya Indah Kiat, kejadian tabrakan cukup jarang terjadi ...
 

·
Registered
Joined
·
1,226 Posts
^^
Wahhh...pada heboh ya mengenai mesjid raya ini. siapa bilang sih sejarahnya ilang? aku prg ksn aman2 aja tuh......
Setidaknya gerbangnya masih awet :D dan yg terpenting masih terpakai, terus makmur, dan membawa kebaikan di daerah sekelilingnya. Lha Masjidil Haram saja beberapa kali renovasi besar dan masih akan terus terjadi sampai kiamat. Apa ya nilai sejarahnya hilang?
 
3101 - 3120 of 27149 Posts
Top