Skyscraper City Forum banner
1 - 9 of 9 Posts

·
Registered
Joined
·
1,312 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Surabaya - Orang gila dan gelandangan dipastikan bakal memenuhi sudut-sudut kota Surabaya. Pasalnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mengaku tidak memiliki dana lagi untuk memberi makan orang gila dan gelandangan yang saat ini berada di penampungan Dinsos.

"Dana untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial Dinsos hanya sampai bulan Juni. Kita sudah beberapa kali mengirim surat ke propinsi untuk minta bantuan, tapi sekarang belum turun juga. Kalau dana PMKS habis nanti, orang-orang di penampungan terpaksa kita lepaskan," ujar Munif, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Senin (11/6/2007).

Menurut Munif, cepat habisnya dana PMKS ini karena hasil operasi Satpol PP dan Dinas Sosial melebihi jumlah yang diperkirakan. Berdasarkan rancangan Dinsos saat penyusunan APBD 2007, jumlah psikotik diperkirakan maksimal 120 orang. Kemudian dana makannya perhari perorang Rp 12.500. Angka ini tiga kali makan. Sehingga angka total Rp 1,2 miliar.

Jumlah orang gila yang masuk ke penampungan langsung melonjak sejak bulan Februari 2007. Hal ini karena polisi melalui 31 Polsek dan 3 Polres juga ikut aktif menertibkan orang-orang psikotik di lapangan.

Otomatis, perkiraan 120 orang itu langsung melonjak pada bulan Februari. Jumlah orang gila atau psikotik sudah tertangkap mencapai 600-an orang. Kemudian naik terus seiring dengan rutinnya operasi.

"Sampai bulan Mei awal sebenarnya sekitar 730 orang, namun karena ada yang meninggal sehingga tinggal 724 orang," terangnya.

Sebelumnya, bantuan dari Pemprop Jatim untuk PMKS ini cuma Rp 300 juta pertahun yang diberikan pada awal tahun. Dana ini juga sudah habis.

Sehingga dana bantuan yang diminta tidak termasuk bantuan pertahun itu. Sebenarnya kalau nuruti kondisi lapangan, Rp 750 juta masih kurang. "Kalau bisa sih dilebihi," urainya
 

·
Registered
Joined
·
4,644 Posts
pssst I heard some are faking it to get free food :gossip:

I remember last time my mom said that her friend got kemalingan... ada orang manjat dinding rumah (soalnya townhouse jd tinggal di lantai dua) trus lewat kamar PRT, pas ketauan orangnya acting gila...tau2nya ada barang yg kecuri.... :?


Oya I had a pengalaman... I was in the car with my family and then I saw this OrGil (without a pants on and his hair was kriting) that threw a half a brick tau2nya it hit our Car!! >( the Front window.... untung its made of plastic glass so it just made a little crack not too severe....
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
Pura2 Gila buat dapet makanan gratis :eek:hno: ...

.... sedih yach kalo ada yang kayak gitu d negara kita.... tapi masalahnya tidak semua orang gila bisa masuk rumah sakit jiwa.
 

·
SSC Indonesia
Joined
·
4,828 Posts
Pura2 Gila buat dapet makanan gratis :eek:hno: ...

.... sedih yach kalo ada yang kayak gitu d negara kita.... tapi masalahnya tidak semua orang gila bisa masuk rumah sakit jiwa.
tidak semua orang gila bisa masuk rumah sakit jiwa... tapi banyak orang gila masuk gedung DPR..!!!:lol:
 

·
Urban Monk
Joined
·
2,432 Posts
Gua pernah denger sih kalo orang ngga mampu kadang sampe pilih tinggal di penjara dsb soalnya dapet makan.

Then ada juga kasus, tunawisma yg melahirkan di rumah sakit (baca: ditolong) itu banyak yg kabur diam2. Maksudnya supaya anak nya bisa diambil sama rumah yatim piatu.

Yah .. macem2 deh..
 

·
Registered
Joined
·
9,855 Posts
Gila..!!! Nih org Jawa harus stop buat anak banyak2 tuh
Pertumbuhan penduduk ama lapangan pekerjaan udah makin jauh jaraknya
 

·
Urban Monk
Joined
·
2,432 Posts
Yg tunawisma ninggalin anak itu fact. Gua dapet dr sumber yg di percaya. This is why kalo ada tunawisma melahirkan di rumah sakit, biasanya di jagain - biar ngga kabur.
 

·
Registered
Joined
·
3,733 Posts
Penanganan Orang Gila Di Surabaya

Kamis, 14 Juni 2007,
Dinsos Minta Tambah Rp 1,2 M


Untuk Perawatan Gepeng, Anjal, dan Orgil di Liponsos
SURABAYA - Minimnya tambahan dana dari pemprov untuk pemberdayaan dan perawatan anjal (anak jalanan), gepeng (gelandangan dan pengemis), serta orgil (orang gila) yang masuk ke Liponsos Keputih membuat Dinas Sosial (Dinsos) mengajukan tambahan anggaran dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD. Rencananya, dana yang diajukan Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinsos Muhammad Munif menjelaskan, perhitungan tambahan dana itu didasarkan pada asumsi anggaran sebelumnya. "Dulu, pagu anggaran kita hanya untuk 214 orang. Ternyata yang masuk ke Liponsos 724-750 orang. Nah, tinggal mengurangi saja, lalu dikalikan Rp 12.500 (uang makan sehari untuk setiap penghuni Liponsos, Red)," terangnya.

Tambahan anggaran itu akan dimasukkan pada pos pemberdayaan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial). Meski demikian, Munif menyatakan bahwa anggaran itu baru sebatas usul. "Semuanya tergantung dewan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, anggaran Dinsos untuk mengurusi PMKS di Liponsos Keputih habis sebelum waktunya. Gara-garanya, polisi dan Satpol PP kian gencar melakukan penertiban PMKS dan mengirimnya ke Liponsos. Semula, anggaran Dinsos hanya dialokasikan dengan asumsi jumlah penghuni Liponsos 214 orang. Kenyataannya, tahun ini membeludak hingga mencapai angka sekitar 750 orang. Belakangan, pemprov memberikan suntikan dana Rp 300 juta. Namun, dana sebesar itu hanya cukup untuk biaya sebulan.

Sementara itu, Ketua Komisi D Ahmad Jabir berjanji akan menyetujui tambahan anggaran untuk PMKS yang diajukan dalam PAK. "Mau bagaimana lagi. Ini sudah keharusan yang tak terelakkan," terangnya.

Namun, kader PKS itu mengkritisi kinerja Dinsos yang dianggap lemah. Indikasinya, total anggaran yang dialokasikan dalam APBD baru terserap 21,8 persen. Rinciannya, dari Rp 10,53 miliar anggaran keseluruhan, hanya terpakai Rp 2,31 miliar. "Ini kan sudah enam bulan tahun anggaran, berarti selama itu mereka tidak pernah bekerja," tuturnya. Sebagian besar anggaran yang terserap pun hanya bersifat bantuan dan pelatihan. "Banyak program yang dibutuhkan masyarakat ternyata belum dilaksanakan. Ini nggak bener," tutur dosen Untag itu. Salah satunya adalah program pemberdayaan fakir miskin dan PMKS yang dianggarkan Rp 1,42 miliar, namun sama sekali belum terpakai, alias nol persen. "Dinsos harus bisa melakukan terobosan, jangan hanya berdiam diri saja," tegurnya.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Munif tidak membantah. Dia menyatakan bahwa hal itu disebabkan pihaknya sangat berhati-hati menggunakan anggaran. "Ada beberapa anggaran yang harus direvisi. Kita kan harus taat aturan. Jangan sampai pemakaian anggaran tidak bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya. (oni/liz)


Untung deh nga dilepas beneran
 
1 - 9 of 9 Posts
Top