Skyscraper City Forum banner
1 - 20 of 93 Posts

·
Web Traveller
Joined
·
4,647 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Setiap kali saya kedatangan tamu yang baru pertama kali berkunjung ke Pontianak saya selalu kebingungan. Apa yang bisa saya tunjukkan kepada mereka mengenai Pontianak. Infrastruktur dan gedung megah? Tidak banyak yang bisa dibanggakan. Wisata alam? Biasa saja (ada namun dibiarkan tumbuh liar dan kumuh). Dunia Gemerlap? Mati lampu bo. Kulinari? Hmmm... mungkin inilah satu khas Pontianak yang bisa saya tunjukkan tentang kota saya.

Ya! Makanannya. Dari restoran mewah hingga ke kaki lima, Pontianak bertabur dengan penjual makanan. Di saat matahari belum muncul para penjaja makanan sudah bersiap-siap dengan aneka sarapan pagi bagi para atlet kota. Bubur Padas, Bubur Ikan, Bubur Ayam, Bubur Daging Sapi, Bubur Babi, Kwe Cap, Tau Suan, Bakmi Kepiting. Ketika subuh sudah menyingkir dan langit telah cerah para pemburu gosip mulai bertualang dari warung kopi ke warung kopi, mencari aroma dan cita rasa terbaik sambil sesekali mencari tahu kejadian terbaru di lintasan Khatulistiwa.

Ketika tengah hari tiba, panas matahari di siang paling terik pun tidak bisa mencegah hasrat para pemburu makanan mencoba aneka masakan yang tersedia. Ayam Goreng Suib, Bakso Ikan, Bakso Sapi Gepeng, Kwetiaw Goreng, Nasi Campur, Nasi Kari, Sate Babi dan entah apa lagi. Perut kenyang dan mata pun mulai suntuk.

Tidak terasa matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Para pebisnis berpikir keras, ke restoran mana sebaiknya mereka menjamu tamu mereka yang terhormat untuk memberikan kesan terbaik? Apakah ke Pondok Kakap mencicipi Kepiting Asap nya yang terkenal? Atau ke Restoran Gajahmada mencoba Sayur Pakis khas Kalimantan yang di Yam dengan rebon udang? Bagaimana dengan Bistik Sapi, Bistik Ayam, Hekeng dan Hoico di Restoran Hawaii yang sudah 3 generasi itu? Hmmm... kalau dipikir pikir suasana santai di Abang Kepiting atau Pondok 18 sambil menikmati Ikan Bakar juga menggoda selera. Oh ya, kalau tidak... mungkin sebaiknya ke Warung Dangau dengan masakan khas Melayu nya? Kerapu Asam dan Ikan Terinya sedaap dinikmati dengan nasi putih hangat. ah... entahlah, masih banyak pilihan lainnya.

Sementara itu di pinggir-pinggir jalan para pedagang sotong pangkong, chaikue panas, saumai, sate babi, kwekia theng, liang teh, cendol, air tahu, es lidah buaya, bubur pesawat, kokue goreng, pisang goreng, dan pedagang lainnya juga telah siap menyambut para warga kota yang hendak melepas lelah setelah seharian bekerja di cuaca yang panas, dengan mencicipi aneka jajanan mereka. Di antaranya, terselip para pedagang durian, langsat dan jeruk Pontianak yang terus menggoda mereka untuk mencicipi buah yang baru mereka panen.

Dan bagi forumer yang sempat mencicipi kuliner kota Pontianak atau memiliki resep yang pengen di share... monggo.
 

·
Web Traveller
Joined
·
4,647 Posts
Discussion Starter · #7 ·
Pos ulang dari thread Pontianak


Nasi Ayam Akwang
Jl. Pahlawan, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (12 September 2012)




Kue Kaloci alias Kue Mochi
Jl. Gajah Mada, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (12 September 2012)




Kwe Cap
Jl. Gajah Mada, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (12 September 2012)




Yam Mie dan Air Tahu
Gg. Buntu, Jl. Batanghari Barat, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (13 September 2012)​
 

·
Registered
Joined
·
808 Posts
Ane bantu promo dikit Pak Downsouth

Pontianak kalo bagi merupakan surga makanan... saking banyaknya ane kadang bingung mau makan apa nih :lol::nuts:

Bagi wisatawan yang datang ke Pontianak, jangan lewatin ya? Kuliner Pontianak mayoritas dipengaruhi oleh 3 suku etnis terbesar di Kalimantan Barat, yaitu etnis Melayu, Tionghua dan Dayak. Disini ane tuliskan daftar kuliner yang ada di Pontianak.

1. Air Tahu dan Kembang Tahu, yang dikenal juga dengan susu soya
2. Bakcang (Beras Ketan yang dikukus dan diisi daging ayam, sawi asin, kacang tanah, dan uang hebi, terkadang ditambahkan lauk lainnya)
3. Bakpao (sejenis roti yang diisi dengan kacang hijau, kacang merah, ayam, atau sapi)
4. Bubur Pedas (Bubur yang ga pedas ini terdiri dari banyak sayuran-walaupun asli makanan sambas Kalbar, tapi masih dinikmati di Pontianak. Bisa dibilang Cap Chainya masakan Melayu Sambas))
5. Chai Kwe (semacam Pastel yang biasa berisi Bengkuang, Kuchai, Talas, atau Kacang Kedelai; ada yang dikukus dan ada yang digoreng, tinggal pilih saja sesuai selera)
6. He Keng atau Hay Keng (Daging udang yang diracik tepung dan dibalut kemudian digoreng, lebih lezat dicelupkan ke saus jeruk sambal)
7. Hu Ju (Tahu merah dengan kuah berwarna merah yang cukup asin)
8. Ie atau Jan atau onde-onde (Sup manis yang dibuat dari tepung kanji dengan bola-bola kecil berwarna merah dan putih)
9. Ikan Asam Pedas (sup ikan dengan bumbu asam-pedas)
10. Kaloci atau Kue Mochi Tiong Hua (kue yang dibuat dari tepung kanji dan luarnya diselimuti kacang tanah, wijen, dan gula)
11. Keladi Goreng (Keladi yang digoreng dengan bumbu khusus)
12. Kwetiau (sejenis Mie Gepeng, ada yang digoreng dan berkuah)
13. Kengci Kwetiaw (Kwetiaw goreng dengan lauk sayuran saja. biasa juga disebutkan Kwetiaw ekonomis jadi lebih murah, karena tanpa daging dan kalau ada sedikit saja)
14. Ki Cang (Kue Ketan yang dikukus dan diberi bumbu khusus, cara menikmatinya dengan menaburkan gula)
15. Kuan Chiang (Sejenis Sosis, berwarna merah)
16. Kue Bulan atau Gwek Pia (kue yang diisi dengan kacang hijau, ada juga yang ditambahkan lagi dengan kuning telur)
17. Kwe Cap (sup dengan kulit babi, semacam Kwe Tiaw, tahu, kacang, dan kadang-kadang ditambah daging) ada yang Halal juga kok, dalam bentuk kemasan, tinggal dicari aja di Ligo Mitra atau Kaisar Swalayan
18. Kwe Kia Theng (Sup dengan isi jeroan babi)
18. Lemang (Kue Ketan prosesnya dibuat dengan cara dimasukkan dalam bambu, diisi air santan kemudian dibakar)
19. Lempok Durian (Dodol Durian)
20. Minuman Lidah Buaya
21. Dodol Lidah Buaya (Dodol yang terbuat dari Lidah Buaya)
22. Nasi Ayam atau Nasi Campur (Nasi campur dengan kuah khas dengan lauk ayam kecap, daging babi panggang (Sa Can Bak), sawi asin, dan mentimun)
23. Nasi Cap Chai (Nasi dengan banyak jenis sayur)
24. Pacri Nanas (Buah nanas yang dimasak pedas manis dan dijadikan lauk-bukan salad buah)
25. Pekasam (Kuliner unik yang ada di daerah kabupaten Kalbar, sangat sulit untuk menemukannya di Pontianak)
26. Peng Kang (Sejenis lemper, Diisi Udang Hebi dan parutan santan yang disajikan dengan cara dibakar)
27. Pindang
28. Minuman Jeruk Kecil atau Kit Kia Cui (Minuman Jeruk khas Pontianak yang berukuran kecil dikenal dengan jeruk sambal, dibuat dengan cara mencampurkan beberapa Jeruk Sambal yang diperas dicampur dengan garam dan gula, kadang juga madu)
29. Sambal Goreng Tempoyak (Terbuat dari durian yang diolah menjadi lauk)
30. Tau Swan (Sup Kacang Hijau ditambah potongan-potongan kue Ca Kwe)
31. Sio Bi (seolah Siomay Bandung, namun bahan pembuatan dan teksturnya memiliki cita rasa yang berbeda. Penyajiannya dengan cara dikukus dan diberi saus yang memiliki cita rasa tersendiri)
32. Jiu He atau Sotong Pangkong (Cumi-cumi yang pangkong, dibakar dan memiliki cita rasa tersendiri.
33. Tun Koi (Sup Sari Pati Ayam dengan kunyit dan ginseng)
34. Yam Mi atau Jam Mien (sejenis Mie namun sangat kecil dengan lauk khas di atasnya)
35. Ko Kwe (seperti kue pastel yang digoreng dan dicampur dengan Ku Chai dan saus yang khas)
36. Kopi Pontianak (Kopi dengan penyajian khas Pontianak, sangat kental)
37. Kerupuk Amplang (Kerupuk Khas Kab. Ketapang yang dibuat dari ikan)
38. Kerupuk Basah (Kuliner yang dibuat menyerupai empek2, perbedaanya adalah tidak digoreng dan memiliki saus tersendiri)
39. Pisang Goreng Srikaya (Pisang Goreng dengan selai srikaya. terkadang ada juga rasa coklat atau stoberi)
40. Ale-Ale (Sup dengan kerang jenis Ales-Ale khas Kab. Ketapang dengan bumbu asam pedas)
41. Tiam mie (Mie yang direbus dengan kuah manis, biasanya dinikmati saat Ulangtahun)
42. Sari Kacang Hijau atau Lek Tau Ko (Sari Kacang Hijau dengan tambahan Santan dan Gula Merah)
43. Sui Ke, namun lebih dikenal Swike (artinya Kodok dalam bahasa Hak Ka, yang daging kodok yang disajikan dengan berbagai cita rasa, seperti goreng tepung, asam manis atau masak jahe)
44. Ang Khak atau Fung Khiuk (Sup Ayam yang dimasak dengan beras merah)
45. Ang Tau (Sup Kacang Merah)
46. Sa Can Bak (Maksudnya: Daging 3 lapis, yaitu, Kulit, Daging dan Lemak Babi yang dibakar dan diberi bumbu hingga renyah seperti kerupuk
47. Te Kha atau Cu Kiok (Sup Kaki Babi)
48. Sayur Pakis - dikenal dengan sebutan Sayur Paku (Sayur Pakis dengan ukuran sangat besar, berbeda dengan sayur pakis pada umumnya. Akan lebih lezat dimasak dengan saus Tau Cio dan sedikit cabe)
49. Kue Cucur (Kue Khas Etnis Dayak yang biasa disediakan pada saat perayaan)
50. Bakso Ikan atau He Ie (Bakso yang terbuat dari daging ikan, memiliki cita rasa Pontianak, sangat khas)
51. Bakso Gepeng (Bakso yang terbuat dari daging sapi berbentuk gepeng, memiliki rasa yang berbeda dengan bakso sapi pada umumnya)
52. Bubur Hak Ka Cuk - Khas Singkawang (Bubur khas Etnis Tionghua Hakka, dengan tambahan udang, telur kukus, dan daging ikan)
53. Bubur pesawat atau Pwe Ki Mue (Bubur khas Etnis Tionghua Tio Ciu yang ditambahkan dengan lauk telur dadar coklat, daging babi, dan lemak dengan cita rasa khas)
54. Liang Teh Pontianak (Sama seperti liang teh pada umumnya, namun ada bahan yang berbeda sehingga Liang Teh Pontianak Berwarna Ungu dan memiliki rasa yang berbeda dengan Liang Teh lainnya)
55. Teh Krisan atau Kek Hwe Teh (Teh dari Bunga Krisan)
56. Lo Han Kuo (Minuman penurun panas dalam herbal dan alami, bisa diperoleh di Toko Obat Cina)
57. Jeruk Pontianak (Jeruk Kab. Sambas)
58. Jambu Bol (Jambu yang berukuran sangat besar berwarna putih dan rasanya asam, sangat lezat bila dimakan dengan sambal buah khas Pontianak)
59. Tampui (Buah yang manis berukuran kecil, dan kalau dimakan terlalu banyak dapat menyebabkan mabuk ringan)
60. Durian Pontianak (Durian khas kalimantan, berbeda dengan durian Thailand, memiliki rasa yang lezat dan bau yang tajam)
61. Cempedak (Sejenis buah yang memiliki kesamaan dengan buah nangka)
62. Sup Tengkuyung (terbuat dari binatang seperti siput yang hidup di sungai, namun bentuknya kecil dan cangkangnya berbentuk spiral)
63. He Pia (Bakwan Udang khas Tionghua)
64. Nasi Kari Pontianak (Makanan kari yang sangat unik, karena perpaduan antara Kuliner Melayu dan Tionghua
65. Dodol Keribang (Dodol yang terbuat dari keribang, sejenis umbi yang berwarna ungu tua, mirip keladi)
66. Keribang (Sejenis umbi yang berwarna ungu tua, mirip keladi, namuna apabila sangat kental)
67. Lai (Seperti Durian, namun berbentuk bintang jika dilihat dari bawah, dengan rasanya tidak terlalu tajam dan duri yang tidak terlalu tajam)
68. Keipiting Asap
69. Sup Mentimun Laut
70. Berbagai kuliner unik saat perayaan Gawai Dayak dengan makanan yang berasal dari hewan yang jarang dinikmati seperti Rusa, Kelelawar, Ular, Labi-labi, Anjing, dan Kucing Batu (Kucing Hutan)

Wah ternyata banyak juga ya? jadi ngiler nih :lol:

Sekian, kalau ada yang janggal, salah atau kuliner yang bukan asli Kalbar, CMIIW ya? :D
Kalo ada yang punya foto, ramain yok? :lol:
 

·
Web Traveller
Joined
·
4,647 Posts
Discussion Starter · #13 ·
Tidak semestinya, cara mengeja berdasarkan Bahasa yang digunakan. Kalau di Malaysia, martabak dieja Murtabak.

Cuma ingin tahu apa yang istimewanya Kueh Tiaw Appolo....
Sebenarnya tidak istimewa, Kwetiau Goreng atau Kwetiau Bun (Goreng dengan tambahan air sehingga agak basah) ditambah kecap manis dan bumbu, kemudian daging sapi, bakso dan jeroan (kikil, usus, dsb bagi yang mau)

Di Indonesia, Martabak mirip seperti di Malaysia. Bahan kulitnya sama, isinya kalau di Malaysia biasanya pakai daging kaleng, kalau di Indonesia pake daging cincang.

Sementara Martabak manis adalah nama lain dari Kue Apam.
 

·
Registered
Joined
·
808 Posts


Ale-ale Tumis Mercon

Ale-ale (sejenis kerang) dimasak dengan ditumis pedas, walaupun ga sepedas mercun. ada juga yang dimasak dengan bumbu lain, dan harganya juga terjangkau..



Cumi Sambal Pontianak

Cumi goreng tepung yang disiram dengan saus khas cita rasa Pontianak

 

·
Registered
Joined
·
808 Posts


Siobi

Seolah Siomay Bandung, namun bahan pembuatan dan teksturnya memiliki cita rasa yang berbeda. Penyajiannya dengan cara dikukus dan diberi saus yang memiliki cita rasa tersendiri. *Makanan itu non-halal



Kwe Cap

sup dengan kulit babi, semacam Kwe Tiaw, tahu, kacang, dan kadang-kadang ditambah daging) ada yang Halal juga kok, dalam bentuk kemasan, tinggal dicari aja di Ligo Mitra atau Kaisar Swalayan​
 

·
Registered
Joined
·
808 Posts
Menu berikutnya, siap-siap ya bro n sis :D



Kembang Tahu Pontianak

Kembang tahu ala Pontianak ini biasanya dimakan dengan air tahu (susu soya), tapi yang ada di gambar padanannya hanya kuah gula putih + jahe yang encer, lalu di atasnya baru ditambahkan butiran gula merah.

Seporsinya hanya Rp.2500-5000. Kembang Tahunya sangat lembut, dan kuahnya juga nggak bikin enek karena encer dan tidak terlalu manis. Yang membedakan kembang tahu ini dari kembang tahu Jakarta adalah wangi kedelainya yang sangat terasa.



Tahu Pontianak

Tahu Pontinak sangat berbeda dengan tahu di kota-kota lainnya. Orang Pontianak cukup fanatik dengan tahu dan kedelai. Kebanyakan perantau asal Pontianak kurang dapat menimati dengan tahu Bandung atau tahu Jakarta, karena mereka sudah biasa makan tahu yang santer dengan bau kedelai di Pontianak. Saking tajamnya bau kedelai di tahu Pontianak, bisa-bisa anda akan tidak terbiasa saat pertama kali menimatinya dan mengganggapnya aneh.
Teksturnya juga lebih padat dibanding tahu Bandung. Saya sendiri suka sekali dengan tahu Pontianak, karena terasa sekali bau kedelainya dan teksturnya juga pas, padat tapi tetap lembut. Bagi anda penggemar Tahu, Tahu Pontianak bisa menjadi sasaran anda berikutnya, karena bagi saya yang penggemar kedelai tahu ini enak dan tiada duanya!
Di buat masih dengan cara tradisional dan tidak menggunakan bahan kimia, pembungkusannya juga menggunakan daun sehingga kuliner ini sangat sehat.



Langsat Punggur

Nama buah yang memiliki nama lain duku ini, di Pontianak sangat terkenal, apalagi langsat dari daerah punggur. Saat musim buah, anda dapat menemukannya dengan mudah di berbagai penjuru kota.

Daging buahnya manis semua dan pas empuknya, nggak benyek atau terlalu lembek. Beda dengan langsat (duku) di Bogor, buahnya kecil, asem dan daging buahnya banyak yang terlalu lembek.
saran bapak penjualnya, kalau mau dukunya awet, jangan sampai kepanasan. Jadi begitu sampai rumah, mesti digelar atau ditaruh di dalam bakul biar ada ventilasinya.



Oseng-oseng Paku


Wah makanan apaan tuh? :lol: biar ga penasaran, di Pontianak sendiri, ada 3 jenis tanaman paku. nah untuk yang satu ini namanya adalah Paku, wajib dicoba deh kalau ke Pontianak. Nah tanaman jenis ini, orang Pontianak menyebutnya Paku, kalau pakis lain lagi tanamannya. begitulah pula masyarakat Bandaraya Kuching, Sarawak, Malaysia. Penduduk sana juga menyebut tanaman ini tanaman Paku. Dimasak dengan cara dioseng, di tambah bumbu Tau Cio, Potongan daging Cumi-cumi dan bumbu terasi pedas membuat lidah anda serasa menari-nari.



Asinan Hasil Laut (Kiri: Jan Pu dan Kanan: Ng Pu)

Entah kenapa orang Pontianak suka sekali mengasinkan bahan makanan. Mulai dari berbagai jenis ikan, cumi, telur, udang, sawi, dan lain-lain. Selain diasinkan sampai kering, ada juga cara mengasinkan model basah, hasil jadi produknya disebut "Koy" dalam bahasa Hak Ka atau Tio Ciu


Calok atau He Koy (Bahasa Tio Ciu) atau Ha Koy (Bahasa Hak Ka)




"The ultimate" of ikan asin! Yah, ini lah yang namanya Jan Pu dan harga per kg nya mencapai ratusan ribu. Walaupun cukup merogoh kocek, tapi inilah Asinan Ikan terenak di Pontianak.



Kalo yang ini namanya Ng Pu, asinan ikan lain namun dengan harga terjangkau. yang ini middle pricenya nih :D



Nah, kalau yang ini model asinan basah, yaitu Calok atau He Koy atau Ha Koy, sekilas mirip produk asinan kalengan yang biasa dijual di supermarket, biasanya rasanya asin dan kalau dibeli, produknya terendam air "asinan"-nya.

Yang di depan ini asinan udang (Ha koy), belakangnya itu cumi-cumi (Sotong koy).
Cara mereka mengolah produk asin-asinan ini juga macam-macam. Misalnya ikan asin, digoreng biasa sampai dikukus dengan kuah santan. Lalu asinan basah yang terbuat dari udang kecil-kecil, namanya ha koy. Ini biasanya dikucuri air jeruk calamansi, diberi irisan cabe dan sedikit gula. Cocok banget untuk teman makan lauk berkuah.​
 
1 - 20 of 93 Posts
This is an older thread, you may not receive a response, and could be reviving an old thread. Please consider creating a new thread.
Top