SkyscraperCity banner

1 - 20 of 224 Posts

·
pejalan kaki
Joined
·
316 Posts
Discussion Starter #1 (Edited)
BJBS Project & News Update



Render Terbaru Bandara Jenderal Besar Soedirman
PURBALINGGA (17/11/2017) - ... Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, “AP II menyambut baik terlaksananya MoU di antara para pemangku kepentingan di Bandara Wirasaba ini. Secara umum, melalui MoU ini maka para pihak melakukan pembahasan lebih detail terkait dengan pengelolaan dan pengembangan Bandara Wirasaba oleh AP II, yang di mana saat ini TNI merupakan kuasa pengguna barang milik Negara tersebut atau pemilik sebagai pemilik lahan eksisting.”

“Lebih lanjut, AP II telah memiliki sejumlah rencana pengembangan guna memaksimalkan potensi yang dimiliki Bandara Jenderal Besar Soedirman guna berperan dalam kemajuan Provinsi Jawa Tengah,” jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun sejumlah rencana yang diusulkan tersebut adalah pengembangan landas pacu atau runway dari eksisting 850 m x 50 m menjadi 2.000 m x 45 m dan pembangunan terminal penumpang pesawat seluas 2.000 m2, di mana hal ini untuk mengakomodir penerbangan Boeing 737 series atau Bombardier serta melayani sekitar 200.000 penumpang per tahun. Pengembangan ini direncanakan akan dimulai awal tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 dengan estimasi biaya pengembangan sebesar ± 320 Milyar rupiah.

Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai salah satu Pangkalan Udara TNI AU memiliki lokasi yang cukup dekat dengan Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Wonosobo.

Adapun Banyumas dengan Ibukota Kabupaten Purwokerto selain merupakan pusat perdagangan di Jawa Tengah bagian barat juga memiliki destinasi wisata Baturaden, Puncak Gunung Slamet, dan air terjun di Curug Cipendok. Sementara itu, Cilacap memiliki tempat wisata pantai Teluk Penyu, Kebumen dengan wisata alam Goa Jatijajar, dan Wonosobo merupakan tempat wisata telaga warna serta candi di Datarang Tinggi Dieng.

“Difungsikannya Bandara Jenderal Besar Soedirman untuk melayani penerbangan sipil akan mendorong peningkatan industri dan dapat lebih memperkenalkan destinasi-destinasi wisata di Jawa Tengah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelas Muhammad Awaluddin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, “Kami sangat berterima kasih pada seluruh pihak atas terlaksananya penandatangan MoU ini, kami harap ini merupakan langkah awal komitmen kita untuk menjadikan Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai salah satu faktor atau trigger untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah Jawa Tengah."
source
Kondisi Existing



NB: Untuk posting berita silakan gunakan "quote" agar lebih rapih.
 

·
Ordinary People
Joined
·
27,503 Posts
Berita terkait...



http://regional.liputan6.com/read/3...l-besar-soedirman-purbalingga-beroperasi-2018

Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Beroperasi 2018

Muhamad RidloMuhamad Ridlo
07 Agu 2017, 18:00 WIB

Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Beroperasi 2018
Presdir PT Angkasa Pura II berswafoto dengan Menhub Budi Karya dan Bupati Purbalingga Tasdi. (Liputan6.com/Gun ES)

Liputan6.com, Purbalingga – Masyarakat Purbalingga dan sekitarnya, terutama Purwokerto, dan Banjarnegara hingga Kebumen tak perlu lagi jauh-jauh ke Yogyakarta atau Semarang untuk naik pesawat. Sebab, Kementerian Perhubungan menargetkan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS) Purbalingga, Jawa Tengah akan beroperasi akhir 2018 nanti.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga akan beroperasi paling lambat akhir 2018. Perusahaan pelat merah, PT Angkasa Pura II akan menjadi operator bandara ini.

"Dalam minggu ini kami akan memberikan surat persetujuan kepada Angkasa Pura II untuk mengelola Bandara Jenderal Besar Soedirman. Tembusan suratnya akan kami sampaikan juga ke Menteri BUMN, KSAU, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Purbalingga," kata Menhub saat berkunjung ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Minggu, 6 Agustus 2017.

Ia menyatakan AP II segera mengadakan perjanjian kerja sama dengan TNI AU dan Pemkab Purbalingga mengingat aset bandara milik TNI Angkatan Udara.

Ia mengungkapkan PT Angkasa Pura II menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar untuk membangun prasarana pendukung, sedangkan Pemkab Purbalingga diminta menyiapkan pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu dan pembenahan prasarana jalan menuju bandara.

Pada tahap awal, Bandara Jenderal Sudirman ditargetkan memiliki panjang landasan 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Target akhir panjang landasan nantinya sepanjang 2.000 atau 2.400 meter. Selain itu, ada bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi yang cukup untuk menampung 500.000 orang per tahun.


"Dengan dibangunnya Bandara Soedirman akan mempersingkat waktu tempuh. Biasanya ke Yogyakarta atau Semarang ditempuh lebih dari empat jam, maka bisa ditempuh lebih singkat, kurang dari dua jam, termasuk yang dari Cilacap," kata Menhub.

Pembangunan Bandara Soedirman diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan. "Ini kolaborasi yang sangat cantik antara AP II, Kemenhub, TNI AU dan Pemkab Purbalingga," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan review Detail Enginering Desaign (DED) akan diselesaikan paling lama dua bulan sehingga ground breaking bisa dilaksanakan pada sekitar Oktober – November 2017.

Dana sebesar Rp 350 miliar akan digunakan untuk membangun landasan pacu, taxiway dan fasilitas lain. Nantinya, Bandara Jenderal Soedirman akan bisa menampung beragam maskapai komersial seperti Garuda, Lion dan maskapai nasional lainnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Tasdi menerangkan bandara yang sebelumnya bernama Bandara Wirasaba itu akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan. Khusus untuk Kabupaten Purbalingga, kehadiran bandara akan semakin memperkuat pergerakan investasi dan pariwisata.

"Di Purbalingga setidaknya ada 28 perusahaan investor asing asal Korea dan keberadaan bandara tentunya akan sangat mendukung investasi," kata Tasdi.

Pemerintah Kabupaten, kata Tasdi, juga telah menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan guna perluasan landasan pacu bandara. Dana itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung, seperti pembangunan Jembatan Linggamas yang mempersingkat jarak dari Purwokerto ke Bandara Wirasaba serta pelebaran jalan akses menuju bandara.

Bupati Purbalingga, Tasdi menjelaskan, rintisan pengembangan Bandara Wirasaba, yang kini berganti nama menjadi BJBS, menjadi bandara komersial dilakukan sejak 2006 lalu. Dia mengklaim, pengembangan bandara ini didukung oleh tujuh bupati di sekitar wilayah Purbalingga.

 

·
Registered
Joined
·
2,001 Posts
Pembebasan Tanah Akses Masuk Bandara Purbalingga Dihentikan

Purbalingga - Sebanyak 6 warga di Kecamatan Bukateja, Purbalingga menolak tanahnya digunakan untuk proyek akses Bandara Jenderal Soedirman. Untuk itu proses pembebasan lahan proyek ini dihentikan.

"Proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman dinyatakan dihentikan. Selanjutnya, akan segera dicari jalur alternatif sebagai akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman. Serta melaporkan hasil rapat koordinasi tersebut kepada Bupati," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga Setiyadi kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Menurut dia, dalam rapat koordinasi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan utama Bandara Jenderal Besar Soedirman di Pendapa Kecamatan Bukateja hari ini merupakan pertemuan atau rapat terakhir terkait dengan persetujuan warga. Sehingga, jika ada satu saja warga yang tidak setuju, maka semua akan batal karena semuanya merupakan satu kesatuan.

Enam warga yang menolak adalah Sutomo (Desa Tidu), Rojiah (Desa Tidu), Warsini (Desa Wirasaba), Warsem (Desa Wirasaba), Sumarjo (Desa Wirasaba), serta Partinem (Desa Wirasaba) yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Bukateja.

"Penghentian proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk bandara dinyatakan dihentikan, dengan ditandai penandatanganan berita acara pemberhentian proses pembebasan tanah ruas Desa Tidu-Wirasaba oleh seluruh warga terdampak," jelasnya.

Sementara itu, untuk pembangunan akses jalan utama masuk bandara yang berada di tanah milik TNI AU saat ini sudah 85 persen pembangunannya.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah menyediakan dana untuk membangun insfrastruktur pendukung. Di antaranya akses jalan, jembatan serta pendukung lainnya dengan anggaran yang sudah mulai dikucurkan.

Sedangkan menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Purbalingga Sigit Subroto mengatakan jika harga tanah yang akan dibebaskan yang telah ditentukan oleh Tim Apresal dan sudah final.

"Harga yang yang ditentukan sudah final dan sudah tidak bisa ditawar lagi dan sudah merupakan harga tertinggi," ucapnya.

https://news.detik.com/berita-jawa-...2.1290769317.1512392912-1302004053.1509201916




Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga Beroperasi Desember 2018


angerang - Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga akhirnya akan beroperasi pada Desember 2018. Groundbreaking bandara di lahan aset TNI AU itu akan dilakukan pada Desember 2017.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pengelolaan dan pengembangan Bandara Jenderal Soedirman (BJS) Purbalingga, Jumat (17/11/2017). Penandatanganan dilakukan di Ruang Cenderawasih, Hotel Bandara, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Selain Ganjar, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin, Asisten Logistik KSAU Marsekal Muda TNI Yadi Husyadi, Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)/Airnav Indonesia Novie Riyanto, dan Bupati Purbalingga Tasdi.

Baca juga: TNI AU Setuju Asetnya Dipakai untuk Bandara Komersil di Purbalingga

Menurut Ganjar, penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembangunan bandara komersial BJS yang berada di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Bandara ini sebelumnya dikenal sebagai pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba tipe C yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.

Selanjutnya, AP II yang akan menjadi operator BJS mulai merealisasikan pembangunan fisik dengan finalisasi Detail Enginering Design (DED).

"Rencananya pertengahan Desember 2017 bisa groundbreaking dan kita berharap Desember 2018 sudah operasional. Tapi kalau tadi bicara kayaknya visible-nya awal 2019," kata Ganjar dalam keterangan tertulis dari Pemprov Jateng.

Ganjar mengatakan, rencana pengembangan lanud wirasaba sudah sejak 2006 namun terkatung-katung tidak jelas. Sekarang dengan penetrasi Ganjar ke berbagai pihak, tak lama lagi bisa terwujud.

Bandara ini tidak hanya dibutuhkan untuk Purbalingga tapi daerah lain di sekitarnya yakni Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, dan Kebumen. Termasuk beberapa kabupaten di Pantura juga akan diuntungkan, seperti Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Dengan adanya BJS, Ganjar membidik berkembangnya sektor pariwisata di Jateng bagian tengah dan barat. Dengan semakin mudahnya akses menuju Baturraden dan Dieng, kunjungan wisatawan pun semakin deras.

"Dampaknya perekonomian pun meningkat karena pariwisata kan efek dominonya besar sekali," lanjutnya.

Selain itu sektor industri juga akan meningkat. Ganjar memberi contoh bagaimana perkembangan ekonomi di Banyumas yang bertumbuh cepat sekali. "Misalnya ada pabrik wig di sana yang sudah ekspor. Kalau ada bandara akan lebih cepat lagi ekonominya," tegasnya.

Pemkab Purbalingga juga mendapat izin penggunaan lahan milik markas besar TNI Angkatan Udara di Kemangkon Purbalingga untuk dibuat jalan akses bandara sepanjang 420 meter dan lebar 20 meter.

AP II telah menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk membangun berbagai sarana-prasarana pendukung seperti runway, taxiway, bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi dan sarana lain. Untuk landasan pacu, dari sekarang 850 meter, akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Tahap selanjutnya akan diperpanjang lagi menjadi 2.000 hingga 2.400 meter.

https://finance.detik.com/infrastru...2.1290769317.1512392912-1302004053.1509201916
 

·
Registered
Joined
·
5,101 Posts

·
Banned
Joined
·
2,281 Posts
Runway panjangin ampe 2.200 meter aja udah lebih dari cukup ko. parking stand dibikin 5 udah bisa buat 5-10 tahun kedepan
 

·
Ordinary People
Joined
·
27,503 Posts
^^Hari ini ya...:)
Belum ada tanda tanda beritanya ya....Mudah-mudahan bertepatan denga hari jadi Kab Purbalingga menjadikan moment ini sebagai "hadiah" untuk wilayah ex Kar.Banyumas dan ex karesidenan terdekat...:eek:kay:
 

·
All Izz Well
Joined
·
3,895 Posts
^^ Bandaranya tetap mau pakai nama Purbalingga atau Purwokerto? :D
Kalau dari Kota Purwokerto berapa km sampai ke Wirasaba?
 

·
Ordinary People
Joined
·
27,503 Posts
^^ Bandaranya tetap mau pakai nama Purbalingga atau Purwokerto? :D
Kalau dari Kota Purwokerto berapa km sampai ke Wirasaba?
:cheers:Kode IATA masih PWL (Purwokerto),,,
Lewat jalur Linggamas yang baru kurang lebih 15 km...kalau muter Purbalingga hampir 27 km...
 
1 - 20 of 224 Posts
Top