SkyscraperCity banner

41 - 60 of 554 Posts

·
Registered
Joined
·
15,649 Posts
Discussion Starter #41
APBD Siak 2012 Rp2,139 Triliun

Adapun belanja daerah sebut dia mengalami perubahan penambahan dari Rp2.069.237.681.072,44, menjadi Rp2.139.991.689.730,71 yang telah dilakukan secara maksimal.

Sementara, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menambahkan, pengesahan RAPBD ini disahkan lebih cepat dan tepat waktu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ini merupakan prestasi kita bersama yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan di masa datang,” kata Syamsuar. Kata dia, proses pengesahan anggaran tak semudah yang dibayangkan. Kerja keras anggota dewan mulai dari pembahasan awal di tingkat komisi bersama mitra kerja, hingga pembahasan di tingkat Banggar DPRD bersama TAPD tentunya telah dilakukan pembahasan secara mendalam terhadap RAPBD 2012.


read more : http://www.riautoday.com/konten/5596/apbd-siak-2012-rp2139-triliun.html
 
Joined
·
10,528 Posts
Jl. Sultan Syarif Kasim
Kampung Rempak - Kota Siak Sri Indrapura


Kota Siak Sri Indrapura Pict : edri fernanda2


Kota Siak Sri Indrapura Pict : edri fernanda2
jalan yang sangat cantik.. :)
jalan ini di sekitaran rumah dinas bupati siak kalau tidak salah.:cheers:

pohonnya juga sudah mulai beranjak dewasa, plus tidak ada kabel yang melintang di tengah jalan, bener - bener pemandangan yang sangat cantik..

di siak semua jalan nya di tanami pohon - pohon, sama dengan foto jalan di atas.. :cheers:

dan di pinggir sungai sungai nya, ada tempat bersantai warga siak, yang sangat nyaman, teduh dan bersih beda dengan pekanbaru yang pinggir sungai nya banyak pemukiman kumuh
 
Joined
·
10,528 Posts
Bupati Siak Harapkan Realisasi APBD 2012 100 Persen


Riauterkini-SIAK- Pengesahan APBD 2012 yang begitu cepat, diharapkan dapat berjalan maksimal yakni pelaksanaan progresnya capai 100 Persen (%). Hal ini diharapkan agar seluruh pembangunan di Kabupaten Siak dapat terlaksana, dan memuaskan dari tahun sebelumnya yang mencapai progres kerja hanya 83 %.

Hal ini disampaikan Bupati Siak Syamsuar saat memimpin apel bendera di halaman kantornya, "Saya berikan apresiasi kepada kita semua atas kerja keras yang telah kita laksanakan dalam rangka mempercepat proses pengesahan APBD tahun 2012, untuk itu diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal hingga 100 %," terang Syamsuar.

Selain itu dikatakannya bagaimana mempersiapkan petugas pengelolaan keuangan dan petugas kepanitiaan serta petugas administrasi kegiatan-kegiatan termasuk menyiapkan dokumen-dokumen teknis kegiatan.

Sementara dari hasil evaluasi pada tahun 2011 lalu bahwa masih banyaknya pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan yang belum maksimal pengerjaannya, sehingga progres dari kegiatan-kegiatan itu hanya sekitar 83 % saja.

"Untuk itu kedepan saya harapkan pada tahun ini hal demikian tidak terjadi lagi, tidak ada lagi keterlambatan-keterlambatan baik dalam pelaksanaan tender, pelaksanaan pekerjaan," ungkap Bupati Syamsuar.
 

·
Registered
Joined
·
15,649 Posts
Discussion Starter #47
Hutan Kota Arwinas
Kampung Dalam - Siak Sri Indrapura

Ket : Nama Hutan kota ini di ambil dari nama Bupati Siak Pertama Bapak Arwin As yang merupakan bapak pembangunannya Kab. Siak


Berbagi Pict : anwarsiak


^^ Perhatikan masih ada monyetnya :D
 

·
Registered
Joined
·
9,657 Posts
Hutan Kota Arwinas
Kampung Dalam - Siak Sri Indrapura

Ket : Nama Hutan kota ini di ambil dari nama Bupati Siak Pertama Bapak Arwin As yang merupakan bapak pembangunannya Kab. Siak
beliau baru baru ini divonis penjara 4 tahun
 

·
Registered
Joined
·
4,070 Posts
Kedurhakaan seorang "anak" terhadap "ibunya"

Pada saat bergabung dengan NKRI, Kerajaan Siak dijanjikan pemberian status sebagai "Daerah Istimewa" , namun tidak pernah terealisasi, hingga saat Sultan Syarif Kasim II mendatangi langsung Bung Karno pun tak diacuhkan , malahan dibentuk provinsi Sumatera Tengah dan Siak dipersempit menjadi kecamatan.



Riau di bawah Kesultanan Siak pada masa kepemimpinan Sultan Syarif Kasim Sani (Sani=dua). Ketika Jepang kalah, ikatan Hindia Belanda lepas, Sultan Syarif Kashim menghadapi 3 pilihan: berdiri sendiri sperti dulu?, bergabung dg Belanda? atau bergabung dg Republik? Sultan sebagai sosok yg wara' dan keramat melakukan istikharah, atas petunjuk Allah SWT, SSK II bergabung dg Republik karena kekayaan Riau yg sangat berlimpah dan berlebihan kalau sekedar dikuasai sendiri. Maka Sultan menentukan pilihan bergabung dg Rep. Mendukung NKRI. BERGABUNG, bukan menyerahkan diri.


Sultan menurunkan modal 13 juta Golden (2.5x nilai kompleks gedung Sate, Bandung) yang berasal dari dana pribadi sultan
, bersama2 dg para komisaris lainnya di PT. NKRI (Deli, Asahan Siak, Yogya, Solo, Kutai kartanegara, Pontianak, Ternate, Tidore, Bali, Sumbawa-daerah-daerah yg termasuk Zelfbestuuren-berpemerintahan sediri pd jaman pendudukan Belanda di nusantara).

Bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden.

Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu.

Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Makam Sultan Syarif Kasim II terletak ditengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya disamping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.
 

·
Registered
Joined
·
4,070 Posts
Dinamakan Asherayah Al-Hasyimiah atau Asyeratul Al Hasyimiah dikeranakan untuk mengingatkan para keluarga, kaum istana dan masyarakat Siak, bahwasannya Sultan dan keluarga mempunyai garis pertalian keturunan dengan keluarga Hasyimiah (Bani Hasyim) ,keturunan Nabi Muhammad SAW. (CMIIW)

Istana Aseraya Al Hasymiah
Kampung Dalam - Siak Sri Indrapura
Didirikan Tahun : 1889 oleh Sultan Assyaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (1784-1810).





Uploaded with ImageShack.us
 

·
sup!
Joined
·
7,644 Posts
Pada saat bergabung dengan NKRI, Kerajaan Siak dijanjikan pemberian status sebagai "Daerah Istimewa" , namun tidak pernah terealisasi, hingga saat Sultan Syarif Kasim II mendatangi langsung Bung Karno pun tak diacuhkan , malahan dibentuk provinsi Sumatera Tengah dan Siak dipersempit menjadi kecamatan.

Riau di bawah Kesultanan Siak pada masa kepemimpinan Sultan Syarif Kasim Sani (Sani=dua). Ketika Jepang kalah, ikatan Hindia Belanda lepas, Sultan Syarif Kashim menghadapi 3 pilihan: berdiri sendiri sperti dulu?, bergabung dg Belanda? atau bergabung dg Republik? Sultan sebagai sosok yg wara' dan keramat melakukan istikharah, atas petunjuk Allah SWT, SSK II bergabung dg Republik karena kekayaan Riau yg sangat berlimpah dan berlebihan kalau sekedar dikuasai sendiri. Maka Sultan menentukan pilihan bergabung dg Rep. Mendukung NKRI. BERGABUNG, bukan menyerahkan diri.


Sultan menurunkan modal 13 juta Golden (2.5x nilai kompleks gedung Sate, Bandung) yang berasal dari dana pribadi sultan
, bersama2 dg para komisaris lainnya di PT. NKRI (Deli, Asahan Siak, Yogya, Solo, Kutai kartanegara, Pontianak, Ternate, Tidore, Bali, Sumbawa-daerah-daerah yg termasuk Zelfbestuuren-berpemerintahan sediri pd jaman pendudukan Belanda di nusantara).

Bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden.

Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu.

Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Makam Sultan Syarif Kasim II terletak ditengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya disamping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.
Always... Sama seperti Sultan Hamid II yang dimatikan dengan cara difitnah...

So... tho whom is the Republik Indonesia for....actually??? :eek:hno:
 
41 - 60 of 554 Posts
Top