SkyscraperCity banner
1 - 20 of 54 Posts

·
Registered
Joined
·
6 Posts
Discussion Starter · #1 ·
Halloo semua nya...

Ada yang pernah denger tentang sirkuit ini ga?
Rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektar di Desa Negara Kabupaten Jembrana, Bali. Di atas tanah itu juga dibangun desa wisata. Selain sirkuit, di desa wisata itu nantinya akan ada pasar seni, area pameran, dan panggung kebudayaan. "Memadukan kegiatan olahraga otomotif dengan kegiatan kebudayaan".

Btw.., saya mahasiswa semester 8, semeseter depan rencananya mau membuat sirkuit buat proyek Tugas Akhir saya. :)
Tolong bantuan dan dukungannya.

Kalo ada yang punya foto, desain gambar perencanaan, info dll yang berhubungan dengan ini tolong post ya!! :)

Terima Kasih.
 

·
Registered
Joined
·
7,165 Posts
Bali speed track yang buat F-1 2009 itu yah? katanya sih desainer nya shanghai circuit udah ke Bali dan kata dia itu area udah pas untuk balap Formula 1. Tinton sendiri waktu itu udah ngajak anaknya Lauda ke Bali waktu liburan menjelang A-1 GP..buat support circuit bali itu....

coba nanti gua cari detailnya..interesting stuff sih nih...denger2 bali circuit mau dipakai buat gantiin petronas GP malaysia setelah selesai kontrak mereka dengan sepang.

cheers
 

·
Registered
Joined
·
4,636 Posts
OMG cool!
 

·
entendre privilege
Joined
·
37,522 Posts
The issued on 2000...
 

·
Registered
Joined
·
6 Posts
Discussion Starter · #8 ·
Ini data terakhir yang saya dapat. (Sumber koran Tempo)

Kamis, 06 Oktober 2005
Olahraga
Bali akan segera memiliki sirkuit bertaraf internasional.
JAKARTA -- Bali akan segera memiliki sirkuit bertaraf internasional. Sirkuit Internasional Bali yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan, itu selesai pembangunannya pada Februari 2006 dan segera diperkenalkan kepada komunitas balap dunia. "Selain sirkuit bertaraf internasional, di sana dibangun desa wisata," kata Irawan Adikusumo, Direktur Proyek dan Operasional Sirkuit Internasional Bali, kepada Tempo kemarin.

Lebih jauh Irawan mengatakan, sirkuit yang berada di atas tanah 6,5 hektare itu awalnya adalah lahan tandus yang berada di Banjar Kertha Lestari, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Di atas tanah yang semula tak produktif itu, kata Irawan, juga dibangun desa wisata. Selain sirkuit, di desa wisata itu nantinya akan ada pasar seni, area pameran, dan panggung kebudayaan. "Memadukan kegiatan olahraga otomotif dengan kegiatan kebudayaan," kata Irawan.

Irawan menambahkan, di sirkuit yang pembangunannya menelan biaya sekitar Rp 1 miliar itu nantinya akan digelar lomba gokar tingkat dunia dan nasional serta road race tingkat ASEAN dan nasional. "Untuk lomba gokar, selain tingkat dunia, penutup kejuaraan nasional akan digelar di sini," kata Irawan.

Irawan juga menambahkan, pembangunan sirkuit yang sudah mencapai 40 persen ini akan segera dikebut hingga selesai pada Februari 2006. Mengenai bom yang diledakkan kembali di Pulau Dewata pada Sabtu (1/10) malam, menurut Irawan, itu tak akan mengganggu pembangunan sirkuit dan desa wisata di sana. "Kami jalan terus untuk segera menyelesaikan pembangunan sirkuit," ujar Irawan.

Keberadaan sirkuit yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kawasan Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran itu, kata Irawan, diharapkan bisa menjadi salah satu aspek untuk mendatangkan kembali turis asing ke Pulau Dewata setelah bom Bali II.

Pembangunan sirkuit bertaraf internasional ini mendapat sambutan dari Helmy Sungkar, Direktur Trendypromo Mandira. Menurut Helmy, Bali masih akan menjadi pilihan para pelaku olahraga otomotif untuk menggelar kegiatan. "Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak melihat Bali," kata Helmy.

Pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Bali pernah diungkapkan Tinton Soeprapto, pengelola Sirkuit Sentul, pada Juni 2000. Sirkuit untuk pergelaran balap mobil Formula-1 itu rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektare di Desa Negara, Kabupaten Jembrana. Tapi, hingga saat ini, rencana pembangunan sirkuit itu tak lagi terdengar. YON MOEIS
 

·
Registered
Joined
·
6 Posts
Discussion Starter · #9 ·
Irawan juga menambahkan, pembangunan sirkuit yang sudah mencapai 40 persen ini akan segera dikebut hingga selesai pada Februari 2006. Mengenai bom yang diledakkan kembali di Pulau Dewata pada Sabtu (1/10) malam, menurut Irawan, itu tak akan mengganggu pembangunan sirkuit dan desa wisata di sana. "Kami jalan terus untuk segera menyelesaikan pembangunan sirkuit," ujar Irawan.
Bearti proyek ini dah berjalan kan? uda 40%.

Pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Bali pernah diungkapkan Tinton Soeprapto, pengelola Sirkuit Sentul, pada Juni 2000. Sirkuit untuk pergelaran balap mobil Formula-1 itu rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektare di Desa Negara, Kabupaten Jembrana. Tapi, hingga saat ini, rencana pembangunan sirkuit itu tak lagi terdengar. YON MOEIS
Nah kalo ini berarti proyek berhenti... ato gimana ya??
 

·
Registered
Joined
·
6 Posts
Discussion Starter · #14 ·
alo2.....
Gmn temen2..... ada yang punya info gak tentang sirkuit ini ga??
Yang tinggal di Bali, konfirmasi donk tentang sirkuit ini!!
 

·
Registered
Joined
·
10 Posts
Jumat, 21 April 2006




Otomoti
A1GP Hengkang ke Bali


Jakarta, KOmpas - Bos Sarana Sirkuitindo Utama Tinton Soeprapto belum tahu persis ihwal bakal hengkangnya hajatan lomba balap mobil antarbangsa, A1GP, ke Bali untuk kompetisi tahun mendatang.

Berbicara Kamis (20/4) di Jakarta, Tinton mengatakan, sampai sejauh ini dia belum dihubungi pimpinan A1 tim Indonesia ataupun perwaliannya.

"Sungguh, saya belum dihubungi, baik secara tertulis maupun lisan. Kalau hajatan A1GP benar mau hengkang dari Sirkuit Sentul, saya mau bilang apa," ujar Tinton yang juga pengelola sirkuit terbesar di Tanah Air itu.

Bakal hijrahnya lomba A1GP ke Bali dikemukakan Wakil Ketua A1 Indonesia Basuki Widjaja Kusuma yang dihubungi terpisah, kemarin.

Dia membenarkan bahwa penyelenggaraan A1GP tahun depan akan dipindah ke Nusa Dua, Bali. Dipilihnya Bali, kata Basuki, tidak terlepas dalam upaya untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan asing.

Ketika ditanya apakah akan membuat sirkuit baru atau alternatif lainnya, Basuki belum mengutarakan secara rinci. "Ini masih akan dibicarakan dengan manajemen A1GP," kilahnya.

Selain menyebutkan bakal pindahnya hajatan lomba balap mobil internasional itu, Basuki juga menyebutkan akan merekrut lima pembalap untuk ambil bagian. Tiga sebagai pembalap utama dan dua pembalap cadangan.

Empat dari lima pembalap yang diambil adalah Haridharma, Zahir Ali, dan dua pembalap bersaudara Bagoes dan Satria Hermanto. "Para pembalap kami harapkan semuanya membawa sponsor," kata Basuki.

Mampir di Indonesia

Sebagaimana diketahui, sirkus lomba A1GP yang melibatkan 25 negara mampir di Indonesia pada lomba 12 Februari lalu yang diikuti 24 negara peserta.

Lomba yang digelar di Sirkuit Sentul tersebut mampu menyedot ribuan penonton, termasuk Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pentolan pemerintahan lainnya.

Selain menampilkan local hero Ananda Mikola, lomba di Sentul untuk nomor sprint race dimenangi pembalap Perancis Nicolas Lapierre, sedangkan di feature race juaranya adalah pembalap Kanada, Sean McIntosh.

Sukses menggelar lomba internasional yang melibatkan begitu banyak negara peserta menjadikan Sirkuit Sentul menerima penghargaan dari manajemen A1 Internasional.

Menurut Tinton, pengukuhan yang diberikan A1 Internasional membuktikan Sentul sebagai sebuah sirkuit yang layak dipergunakan untuk lomba itu. Apalagi, status sirkuit tersebut juga sudah meningkat dari segi keamanan balap maupun lainnya.

"Kalau semua hal sudah mendukung, kenapa harus pindah? Untuk pindah dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, kan lebih baik uangnya dipergunakan untuk hal yang lain," kata Tinton.

Pernyataan senada dikemukakan Direktur Sirkuit Rio Sarwono. Namun, dia mengingatkan Sentul tidak bakal kekurangan hajatan internasional. (IR/ATO)

Kalo A1 pindah ke Bali berarti mau ga mau kudu ada circuitnya dong.sekalian aja bikin yang mewah wah wah, biar memenuhi syarat untuk ajang F1
 

·
Registered
Joined
·
10 Posts
Bali Masih Inginkan F-1

Hermann Tilke sudah menginspeksi lahan. Magny-Cours siap bekerja sama
merancang program. Dana dari luar siap dicairkan. Walau terus didera
masalah, Bali mengaku masih siap mewujudkan impian mereka menggelar Formula

Lahan seluas sekitar 600 hektar di daerah Jembrana siap disulap menjadi dua
ikon baru: bandara internasional dan sirkuit Formula 1. Alasan pemilihan
Jembrana, yang terletak di barat daya Pulau Dewata, juga bukan sembarangan.
Selain kontur tanah yang mendukung, daerah itu pun dekat dengan Jawa Timur.
Jadi, kalau ternyata suatu waktu nanti GP F-1 terwujud di Bali, semua calon
penonton tak mesti menginap di pulau yang dijamin penuh itu. Mereka bisa
menginap di sekitar Banyuwangi di Jatim. Tentu, transportasi kelas atas
juga dibangun untuk mengakomodasi hal itu.

Tilke, arsitek Jerman pembuat tiga sirkuit modern, Sepang (Malaysia),
Sakhir (Bahrain), dan Shanghai (Cina), memang sudah berkunjung ke Bali
tahun 2000. Secara umum, Tilke saat itu mengaku puas dengan semua prasyarat
lokasi untuk dijadikan sirkuit papan atas.

Walau seperti telah lenyap dimakan waktu--karena saat ini terhitung sudah
lima tahun rencana sirkuit di Bali tetaplah menjadi sebuah rencana--I Gde
Wiratha, pencetus ide sirkuit itu bersama Tinton Soeprapto, tetap
optimistis.

Saya pastikan rencana pembuatan sirkuit di Bali akan jalan terus. Doakan
saja tidak ada lagi hal-hal yang mengganggu kehidupan di sini seperti dua
kasus bom lalu," ujar Gde.

eran Pemerintah
Gde mengaku tak putus kontak dengan Bernie Ecclestone, bos F-1. Lewat Piers
Hunnisett, manajer pembalap F-1 asal India, Narain Karthikeyan, kontak itu
tetap dipelihara. Hingga kini Bernie masih setuju akan rencana F-1 digelar
di Bali.

Kecuali sirkuit, Bali sudah punya segalanya untuk menggelar F-1. Daya
tarik nomor satu. Hotel sudah berlimpah dan masyarakatnya terbiasa dengan
turis, jadi perencanaan ulang untuk GP F-1 di Bali memang mutlak
diperlukan," ujar Tinton.

Dukungan pemerintah tak boleh dilewatkan. Tanpa itu, mustahil Bernie mau
lebih menyeriusi keberadaan F-1 di suatu negara. Memang ada kasus per kasus
di mana pemerintah suatu negara atau promotor penyelenggara "menyerah"
sehingga Bernie ambil jalan pintas. Tapi, khusus untuk Bali, dukungan
pemerintah tetaplah nomor satu.

Kalau direncanakan ulang, mungkin butuh 5-6 tahun untuk menjadikan monumen
baru di Bali berupa sirkuit dan pentas F-1. Bahkan, bisa pula dijamin bahwa
GP Motor dan ajang motorsport besar lain pun hadir di Bali.

Sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dari Michael Schumacher, Kimi
Raikkonen, hingga Narain, sejumlah pembalap F-1 kerap berlibur di Bali.
Entah transit dari GP ke GP atau memang diniatkan untuk berlibur. Bukti
bahwa Bali adalah daya tarik yang tak ternilai harganya untuk Indonesia.


Bali Paradise for Bali GP


Bukan tidak cinta Indonesia, tapi memanfaatkan nama tenar Bali tak ada
salahnya. Ketika I Gde Wiratha menyebut calon nama sirkuit, Bali Paradise
Circuit, BOLA menyodorkan nama event bukan GP Indonesia, melainkan GP Bali.
Gde setuju.


"Walau sudah diteror bom sebanyak dua kali, nama Bali memang diakui masih
punya daya tarik. Jadi, GP Bali atau Bali Grand Prix untuk ajang F-1 tentu
suatu hal yang menarik," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri di daerah
Pulau Dewata itu.


Bali Paradise Circuit sendiri sudah dikonsep matang. Hanya, masalah
terorisme membuat pembangunan sirkuit itu terhenti. "Kalau tidak ada bom
Bali 2, saya yakin tahun 2008 Indonesia sudah punya GP F-1," kata Gde.


Yang pasti konsep yang ditawarkan Bali mirip dengan di Malaysia. Artinya
ada bandara internasional baru yang dibangun dekat dengan sirkuit. "Luas
lahan di daerah Jembrana untuk sirkuit sekitar 250 hektar, sedangkan untuk
bandara 350 hektar," ucap pemilik beberapa hotel dan resor eksklusif ini.


Menurut Gde, mungkin banyak juga yang bertanya dari mana uang untuk
membangun sirkuit itu. Bukankah Indonesia sedang krisis?


"Saya punya kolega di luar negeri. Uang itu dari sana karena mereka percaya
100% bahwa potensi olahraga Indonesia akan berkembang dengan uang itu,"
kata Gde, yang tak mau menyebut sang kolega secara lebih detail.


Bahkan, dalam pandangan Gde, sang kolega menyanggupi berapa pun pembangunan
biaya sirkuit yang ditaksir mencapai 500 juta dolar AS (lima triliun
rupiah) itu. Kesampingkan dulu dana untuk bandara.


Sebagai perbandingan, Sirkuit Sakhir di Bahrain dan Shanghai di Cina
dibangun dengan biaya kurang dari jumlah tersebut, yakni sekitar 200-300
juta dolar.


"Bali Paradise for Bali GP". Jangan terus jadikan hal ini mimpi. Dalam lima
tahun, hal itu layak diwujudkan! (arf)


Promosi Lewat Ananda?


Mumpung Ananda Mikola sedang jadi etalase Indonesia di ajang A1 Grand Prix,
Bali, yang sedang terpuruk, pun punya rencana. Mereka berusaha mewujudkan
ada kata-kata Bali di mobil Merah-Putih milik pembalap berusia 25 tahun
itu.


Soal kalimat masih dirancang. Pokoknya asal ada kata Bali di sana. Bisa
"Bali Recovery", "Bali Still Alive", "Bali Loves You", atau yang lain.
Intinya, sebisa mungkin ada promosi khusus untuk Bali di mobil Ananda yang
terlihat langsung oleh ratusan juta penonton di dunia setiap dua pekan dari
layar kaca.


"Tapi, saya tak mau menyalahi prosedur. Semua tetap harus mendapat izin
dari lembaga terkait, khususnya Menteri Pariwisata dan para petinggi di
Bali itu sendiri, selain tentu dari A1 Team Indonesia," kata I Gde Wiratha.


Ananda senang dengan ide ini. "Asal ada izin dari Jack Cunningham dan
sponsor lain, saya pikir ini bagus," katanya. Jack adalah orang Inggris
yang kini menjalankan roda tim A1GP Indonesia. Sponsor Ananda saat ini
adalah Bank NISP, produk Pertamina, Fastron, dan Puma. (arf)



MOGA-MOGA BAKAL BENER-BENER TERJADi :) :) :)
 

·
Registered
Joined
·
4,636 Posts
hope its not just A1 thanks for the article Dita :cheers:
 

·
Registered
Joined
·
6 Posts
Discussion Starter · #19 ·
Mau tanya ma yg pernah nonton langsung ato yang tau....
Di sirkuit tuh kalo lagi nonton, ada penonton yang berdiri... itu menontonnya bayar ga ya? Ato emang disediain tempat penonton yang tidak duduk?
Trus ada tempat duduk penonton yang ga ada atapnya. Nah kalo hujan gimana ya? Kan kasian, dah bayar mahal-mahal nonton F-1, pulangnya basah2. Hehehehe.....
 

·
Registered
Joined
·
10 Posts
nih dapet lg dr republikaSelasa, 20 Juni 2006

Prestasi Merosot, Anggaran Minta Dinaikkan




JAKARTA --- Merosotnya prestasi olahraga nasional tidak membuat kementerian pemuda dan olahraga pesimistis. Dalam rapat koordinasi Menpora dengan anggota Komisi X DPR RI, Senin (19/6) Adhyaksa Dault meminta agar anggaran ditambah dari yang sebelumnya Rp 533 miliar menjadi Rp 1,5 triliun.

''Kalau anggaran sebanyak itu saya jamin prestasi olahraga terutama di tingkat international akan meningkat. Selama ini dana untuk pembinaan sangat pas-pasan,'' ujar Adhyaksa Dault.

Ia menambahkan, dana yang diterimakan sebesar itu berdasarkan APBN 2006 untuk keseluruhan program kepemudaan dan olahraga. Oleh karenanya khusus olahraga prestasi pihaknya hanya memberikan ke Komite Olahraga Nasional (KONI) Rp 60 miliar, sebesar Rp 20 miliar dipergunakan untuk keperluan operasional.

''Anggaran sebesar itu jelas tidak mungkin bisa mengangkat prestasi olahraga nasional. Makanya jangan harap sepak bola Indonesia ikut dalam piala dunia,'' tambah Adhyaksa.

Dengan terbatasnya dana, tambahnya, persiapan untuk pelatnas SEA Games 2007 di Thailand menjadi acak-acakan. Kendati program yang telah dicanangkan sangatlah ideal, namun banyak cabang olahraga yang menjadi prioritas tidak sanggup lagi membiayai atletnya untuk melakukan try out ke luar negeri.

Adhyaksa menambahkan, pihaknya mempunyai 13 prioritas yang sangat mendesak untuk segera dilaksanaan guna peningkatan prestasi olahraga nasional. Selain akan dibangunnya pusat olahraga di berbagai daerah yang menelan anbgaran Rp 40 miliar dan pembangunan gedung olahraga, lintasan atletik sebagian kawasan Rp 50 miliar.

''Yang tak kalah penting lagi persiapan pelatnas SEA Games Thailand yang akan kami anggarkan sebesar Rp 303 miliar,''ungkapnya. Selain itu direncanakan pula akan membangun sebuah sirkuit balap pengganti Sentul yang kurang layak lagi untuk turnamen International. Direncanakan sirkuit itu akan dibangun di Bali yang sudah lengkap sarana dan prasarananya. Sebab Jakarta sudah tidak mampu lagi menampung peserta dan penonton.

''Ini sesuai dengan amanat Undang-undang SistEm Keolahragaan nasinal yang baru disyahkan. Kalau ingin dijalankan semua ya anggarannya sebanyak itu,'' lanjutnya.

Bukan tak mungkin lagi pihaknya juga akan mengusulkan pada presiden supaya pengelolaan Gelora Bung Karno diserahkan padanya. Sebab, selama ini proses pengelolaannya kurang jelas terutama segi keperuntukannya yang lebih banyak digunakan untuk kawasan bisnis ketimbang olahraga prestasi.

Anwar Arifin, dari Komisi X DPR meminta agar menpora untuk sementara memanfaatkan dana yang ada terlebih dahulu karena keterbatasan dana dari pemerintah. ''Kami akan menindaklanjuti kenaikan anggaran tersebut untuk dibahas dalam rapat anggaran.

(lhk )
 
1 - 20 of 54 Posts
Top