SkyscraperCity banner

1 - 20 of 34 Posts

·
HRH Prince of Woles
Joined
·
13,384 Posts
Discussion Starter #1
berita lama, tapi kayanya blum pernah di post..





Jumat, 05 Juni 2009 pukul 01:42:00
Bappenas dan DKP Dukung Pembangunan Terusan Khatulistiwa

PALU -- Bappenas dan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mendukung usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk membangun Terusan Khatulistiwa, yang akan menghubungkan Selat Makassar dan Teluk Tomini."Meskipun rencana membangun terusan ini disindir beberapa pihak sebagai ide yang terlalu maju, ternyata mendapat dukungan Bappenas dan DKP," kata Hasanuddin Atjo, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, di Palu, Kamis (4/6).DKP, kata Hasanuddin, tahun 2009 ini akan membantu Sulteng dalam menyusun rencana strategis (renstra) pembangunan terusan tersebut, bersamaan dengan renstra pengelolaan Teluk Tomini secara komprehensif yang akan melibatkan tiga provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi...
http://www.republika.co.id/koran/140/54586/Bappenas_dan_DKP_Dukung_Pembangunan_Terusan_Khatulistiwa



Terusan Khatulistiwa di Teluk Tomini

MANADO –- Tiga provinsi bertetangga, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, sepakat membangun Terusan Khatulistiwa di wilayah Teluk Tomini. Untuk mewujudkan rencana itu, dibutuhkan dana segar sedikitnya Rp 3 triliun.Terusan Khatulistiwa itu digagas Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan didukung Gubernur Sulteng, HB Paliudju, serta Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang. Nota kesepahaman ketiga gubernur itu ditandatangani Rabu, 13 Mei.

"Sudah ada tiga lembaga internasional yang siap mendanai gagasan itu, yakni UNDP, JICA, dan AGRO," kata Fadel kepada wartawan di Paris Room, Gran Kawanua Convention Center, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa tahap persiapan, pembentukan kelembagaan, hingga pembangunan terusan itu butuh dana sedikitnya Rp 3 triliun. Sebagian besar diharapkan datang dari lembaga-lembaga internasional.

Terusan Khatulistiwa tersebut adalah salah satu langkah konkret dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani tiga provinsi, kemarin. MoU itu intinya adalah pengelolaan Teluk Tomini secara bersama dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari MoU itu, dua pekan mendatang ketiga gubernur akan menggelar pertemuan di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka akan membicarakan langkah-langkah pasca ditandatanganinya MoU tersebut.

Ketiga provinsi tersebut juga sepakat membentuk kelembagaan yang mengikat mereka. Lembaga itu kemungkinan berbentuk badan otorita. Pemerintah pusat diharapkan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan itu.
http://cetak.fajar.co.id/news.php?newsid=91830

Gagasan Terusan Khatulistiwa
Tuesday, 05 May 2009

Gagasan “ Terusan Khatulistiwa “ yang akan menghubungkan selat Makassar, Pesisir Tambu (Kabupaten Donggala) dengan Pesisir Kasimbar (Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong) atau menghubungkan alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI II dan ALKI III, pertama kalinya dikemukakan oleh Gubernur Sulawesi Tengah di hadapan Menteri Dalam Negeri, H.Murdiyanto pada acara Musyawarah IV Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) di Hotel Silae Beach pada bulan Mei pada tahun 2008 yang lalu. Gagasan ini memberikan tanggapan yang beragam, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Tentunya perbedaan ini merupakan sesuatu yang wajar dan hendaklah kita memandangnya sebagai sebuah dinamika dalam rangka melahirkan satu kebijakan terbaik untuk pembangunan di Sulawesi Tengah.

Secara institusional gagasan ini telah direspon oleh Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pualu-pulau Kecil yang pada tahun ini juga akan melakukan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Terusan Khatulistiwa. Respon ini tentunya perlu didukung dan disikapi oleh kita semua dengan pertimbangan-pertimbangan ilmiah. Gagasan “ Terusan Khatulistiwa “ ini merupakan gagasan yang menarik untuk menjadi bahan diskusi, karena boleh dikata termasuk gagasan “ Setengah Gila ”. Namun begitu, tidak berarti gagasan ini tidak memiliki argumentasi untuk diwujudkan. Jika anda semua pernah membaca buku imposible question, maka pada intinya buku ini menceritakan keberhasilan sejumlah teori atau gagasan yang pada awalnya merupakan hal yang mustahil bagi semua orang namun ternyata pada akhirnya dapat diwujudkan.

Sebagai contoh Thomas Alfa Edison telah melakukan percobaan lebih dari 13.000 kali baru dapat membuktikan teori bola lampu pijarnya. Terbangunnya terusan Panama maupun terusan Suez; Neill dan Amstrong astronot Apollo 11 telah mematahkan teori bahwa mustahil manusia dapat mendarat diplanet bulan. Di Indonesia ada beberapa gagasan spektakuler yang tadinya mendapat tantangan dari sejumlah kalangan, seperti jemebatan Suramadu yang menghubungan Surabaya dan Madura. Dan di Sulawesi Tengah kita diingatkan bagaimana membangun Jaringan Irigas Gumbasa Kabupaten Donggala yang panjangnya puluhan kilometer hanya menggunakan tenaga manusia. Catatan-catatan diatas paling tidak memberikan pencerahan dan motiviasi kepada kita bahwa membangun terusan khatulistiwa yang akan menghubungkan selat Makassar dan Teluk Tomini (ALKI II dan ALKI III) bukan suatu hal yang tidak mungkin sepanjang ada kemauan dan komitmen dari kita semua untuk bersama-sama mewujudkannya. Berdasarkan data satelit peta rupa bumi menunjukan bahwa lebar Tambu – Kasimbar hanya sekitar 28,5 Km dengan ketinggian bukit sekitar 70 meter dan perbedaan pasang surut air laut antara selat Makassar – Teluk Tomini tidak ekstrim dan kejadiannya hamper bersamaan.

Kondisi geografis Indonesia dan Sulawesi Tengah khusunya membuat hubungan antara kawasan barat dan kawasan timur Indonesia melalui transportasi laut menjadi kurang efisien oleh karena dari kawasan barat ke kawasan timur (Teluk Tomini, Maluku dan Papua) atau sebaliknya harus berputar melewati Sulawesi Utara atau Sulawesi Selatan. Ini tentunya melahirkan sejumlah konsekwensi antara lain meningkatnya cost transportasi oleh karena Bahan Bakar Minyak (BBM) dan komponen lainnya yang digunakan menjadi lebig besar. Apabila gagasan membangunan terusan dapat direalisasikan, maka paling tidak jarak antara kawasan barat dan timur atau sebaliknya menjadilebih pendek sehingga hemat BBM, lebih aman karena berlayar dalam teluk serta lebih cepat yang semuanya berdampak terhadap aspek ekonomi, sosial dan keamanan antara lain ; (1) menurunnya harga kebutuhan pokok dan meningkatnya harga komoditi yang diterima masyarakat, (2) meningkatnya efisiensi pengawasan dalam rangka keamanan dan ketertiban di wilayah NKRI termasuk illegal fishing maupun illegal logging, (3) memperkecil gap dalam pengembangan wilayah antara kawasan barat dan timur, (4) berkembangnya ekonomi dikawasan timur, khususnya di Sulawesi Tengah.

Sebagai gambaran efisiensi bila terbangunnya terusan ini dapat dikemukakan analisis komandan LANAL Palu (2009) bahwa apabila berlayar dari kawasan barat ke timur atau sebaliknya melalui terusan khatulistiwa, maka terdapat selisih jarak sekitar 107 mil laut, serta bila dikonversi kepada penggunaan BBM saja maka akan ada rfisiensi senilai 19 Trilyun per tahun.Selain itu sebagai alur pelayaran internasional akan menjadi lebih penting dan super sibuk oleh karena bergesernya pusat pertumbuhan dunia ke Asia Pasifik (China, Korea dan Jepang), dan tentu saja situasi ini memposisikan terusan khatulistiwa menjadi lebih strategis lagi dalam rangka membangun efisiensi. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa membangun daya saing Indonesia dan khususnya Sulawesi Tengah antara lain dapat diwujudkan dengan mengembangkan secara proporsional sistim transportasi darat, udara dan laut disertai dengan regulasi dan deregulasi dalam rangka berkembangnya sejumlah komoditi secara berkeadilan dan berkelanjutan.
http://terusankhatulistiwa.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16
 

·
kinansyaditia
Joined
·
37 Posts
uiiihhhhh....mantapppp
mirip2 panama cannal
pasti jadi daya tarik wisata tersendiri nantinya ^^
cool project
semoga bener2 terealisasi
 

·
Registered
Joined
·
4,603 Posts
kasian dong Makassar ama Manado..hehe...3 Triliun... hmm kok murah banget ya...;)
 

·
HRH Prince of Woles
Joined
·
13,384 Posts
Discussion Starter #5
Fa, ini Indonesia. You can build a brand new airport with just 4 trillion rupiah, whereas usually need more than 10 trillion in other countries :D
 
  • Like
Reactions: givary98

·
Liverpool holic
Joined
·
9,713 Posts
^^ kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker.. :nuts:

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun.. :D
 

·
HRH Prince of Woles
Joined
·
13,384 Posts
Discussion Starter #7
Nunggu gempa nan, jadi ntar kebelah dengan sendirinya. Hahaha... :jk: :D
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
^^ kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker.. :nuts:

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun.. :D
Gak mesti motong bukit, tapi bisa jadi dengan buat sebanyak mungkin "LOCKS"

LOCKS itu semacam platform dua pintu, di mana sebuah kapal bisa "manjat" ke kawasan yang elevasinya lebih tinggi. Prinsip kerjanya sih "mengunci" kapal dalam kawasan yang ditutup 2 pintu, kemudian kawasan itu apakah airnya disedot atau ditambahkan .... Kapal yang mengapung itu ikut mengapung ke atas atau ke bawah. Jadi "manjat" deh kapalnya.

Terusan Panama (Panama Canal), Terusan Suez (Suez Canal), Saint Lawrence Seaway ...... Itu worth to check di Wikipedia.

Saint Lawrence Seaway lumayan jauh dan lumayan banyak LOCKS nya.... Lokasinya di Canada ..Gunanya supaya kapal bisa berlayar dari laut ke kawasan The Great Lakes, di situ ada kota besar kayak Chicago, Toronto, Buffalo. Dan juga penghubung ke Montreal dan Detroit.

Suez Canal gak punya LOCKS karena daratan nya relatif datar ......

Tapi, aku sih agak skeptis sama proyek ini ..... Soal lalu lintas kapal di sana gimana ??? Banyak gak???

Itu penting, karena Thailand yang udah lama Proposed buat terusan di kawasan selatan negaranya aja gak jadi-jadi ...... Basically Malaysia, Singapura, dan Indonesia sangat marah kalau terusan ini dibangun ...
 

·
Nomadic
Joined
·
11,452 Posts
^^
IMO. Kalau lihat dari sisi ekonomi sih kayaknya terusan ini blum perlu deh karena untuk pemanfaatannya mungkin hanya untuk kapal-kapal dalam negeri saja, jadi blum untuk keperluan yang lebih luas yang sifatnya lebih universal.
Saya rasa lebih penting untuk fokus pada pembangunan Jembatan Selat Sunda di bandingkan dengan kanal ini, karena itu lebih penting dan jauh lebih mendesak dari segi mobilitas dan ekonomi ke dua pulau tersebut. :nuts::nuts::nuts:
 

·
Pengguna Jelata
Joined
·
2,813 Posts
Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor :D
 

·
sup!
Joined
·
7,742 Posts
emang beneran di garis khatulistiwa kah???

mungkin namanya Terusan Celebes aja kali ya.....
 

·
Obsolete User
Joined
·
35,063 Posts
^^ kan sedikitnya 3 trilyun.. bisa lebih, hehe..

setau gw bikin kanal lebih mahal dan lebih lama pengerjaannya
karena motong daratan, bukit, dan kedalaman juga lebarnya harus bisa
dimasukin kapal sekelas tanker.. :nuts:

jadi kayanya bakal lebih dari 3 trilyun.. :D
Banjir Kanal Timur aja proyek itu yang gak jauh2 banget .... hampir sekitar Rp 5 Trilyun, dan itu pun mungkin ada pembengkakan anggaran karena pakai sistem multi years, sementara inflasi terjadi tiap tahun.

Catatan: Cuman Kanal biasa untuk mengalihkan air banjir panjangnya cuman 23.5 km... Aku ragu kalau kapal tanker bisa lewat di Banjir Kanal ... Coba bayangin bangun terusan yang mesti bisa dilewati kapal spesifikasi tertentu... lebih jauh, dan perbedaan elevasi mencolok)....

Tantangan terbesar bukan dari segi engineering, tapi dari segi pendanaan... Karena di negara orang Pembangunan Terusan dan Kanal udah ada sejak tahun 1800-an.
 

·
Registered
Joined
·
1,429 Posts
Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor :D
cocok, lebih ideal new port di Sabang dan Natuna/Pontianak, jalurnya rame dan meskipun ada atau tidak terusan genting kra...

saya pikir ini cuma proyeknya fadel muhammad untuk memajukan gorontalo saja, supaya bisa alur lautnya jadi ramai...

kalau pengen lebih murah sebaiknya kembangkan saja segera Bitung new port...
 

·
Unregistered User
Joined
·
2,919 Posts
Banjir Kanal Timur aja proyek itu yang gak jauh2 banget .... hampir sekitar Rp 5 Trilyun, dan itu pun mungkin ada pembengkakan anggaran karena pakai sistem multi years, sementara inflasi terjadi tiap tahun.

Catatan: Cuman Kanal biasa untuk mengalihkan air banjir panjangnya cuman 23.5 km... Aku ragu kalau kapal tanker bisa lewat di Banjir Kanal ... Coba bayangin bangun terusan yang mesti bisa dilewati kapal spesifikasi tertentu... lebih jauh, dan perbedaan elevasi mencolok)....

Tantangan terbesar bukan dari segi engineering, tapi dari segi pendanaan... Karena di negara orang Pembangunan Terusan dan Kanal udah ada sejak tahun 1800-an.
Mungkin BKT tu yg mahal biaya bebasin tanahnya . . . g tauk juga dehh . . .

Soal terusan ini sih kayaknya emang belum terlalu urgen. Coz bakalan cuma kapal2 dalam negeri doang yg lewat, itupun terbatas hanya untuk daerah2 yg terletak di sekitar leher pulau Sulawesi doank (which the economic activity isn't developed well yet).
 

·
javaegyptian
Joined
·
4,104 Posts
giman ni perkembangan update terbaru ini proyek ???
sepi...

memang lalu lintas laut disini padat yya ???
 

·
Banned
Joined
·
1,112 Posts
Makassar, Palu, Kendari sudah berbeda pulau dong dengan gorontalo dan manado
kayak afrika dulu se benua dengan asia tapi di potong oleh terusan suez
 

·
the World Trade Center
Joined
·
23,634 Posts
Mendingan fokus pengembangan Sabang New Port aja, karena kalo terusan Genting Kra jadi bisa tepar semua Singapura Batam Johor :D
Dan 'hancurlah' industri perkapalan didaerah ekonomi Sijori :bash:
 
1 - 20 of 34 Posts
Top