SkyscraperCity banner

1 - 20 of 709 Posts

·
Registered
Joined
·
8,588 Posts
Discussion Starter #1
Trans Sumatera Railways

Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways rupanya sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa.

Detil tahapan pembangunan bahkan sudah tertuang secara rinci dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas). Dengan kata lain, jalur KA lintas Sumatera ini nantinya menghubungkan jalur KA eksisting yang sudah ada yaitu di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung menjadi jaringan jalur KA yang saling terhubung.

Setelah itu, rel tidak berhenti dan menyambung di Jembatan Selat Sunda yang sebelumnya telah dirancang.

Jalur yang ditargetkan beroperasi pada 2030 ini akan dilayani 145 lokomotif dan 1.435 unit kereta, untuk mengangkut penumpang sebesar 48 juta orang per tahun. Jumlah penumpang itu merupakan perkiraan yang dibuat kementerian yang kini dipimpin EE Mangindaan itu.
Sedangkan untuk angkutan barang dibutuhkan lokomotif sebanyak 760 unit dan gerbong sebanyak 15.170 unit untuk mengangkut barang sebesar 403.000.000 ton per tahun.

Sebelumnya Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, menyebutkan, studi untuk persiapan pembangunan sudah kelar 2012 ini.
“Studi sedang dilakukan pemerintah dan akan memperhatikan titik-titik ekonomi di wilayah yang akan dilewati jalur kereta tersebut. Mudah-mudahan studi bisa selesai Agustus 2012,” ujar Bambang Susantono.

Jalur kereta api trans Sumatera tersebut nantinya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Mengenai rencana kebutuhan sarana perkeretapian tersebut, akan dipenuhi secara periodik. Kurun 2011-2015, 30 lokomotif dan 285 kereta. Kurun 2016-2020, sebanyak 50 lokomotif dan 470 kereta. Periode 2021-2025 sebanyak 85 lokomotif dan 815 kereta, dan 2025-2030 sebanyak 145 lokomotif dan 1.435 kereta.

Estimasi jumlah penumpang dan pergerakan antarprovinsi juga sudah dibuat secara rinci. Khusus dari Sumut ada 583 ribu penumpang per tahun.
Pergerakan penumpang dari NAD-Sumut 206 ribu, Sumbar-Sumut 119 ribu, Riau-Sumut 2.795.000, Jambi-Sumut 519 ribu, Sumsel-Sumut 2.203.000 .
Dijabarkan juga di Ripnas, selama kurun waktu 70 tahun (1939-2009) terdapat kecenderungan terjadinya penurunan prasarana jalan KA yang dioperasikan.


Panjang jalan KA yang beroperasi tahun 2009 sepanjang 4.684 km (Jawa sepanjang 3.464 Km dan Sumatera sepanjang 1.350 Km), mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 1939 yaitu total Jawa sepanjang 6.324 km dan Sumatera sepanjang 1.833 km.

Jumlah prasarana lainnya juga mengalami penurunan adalah stasiun, turun dari 1.516 stasiun pada tahun 1955/1956 menjadi sekitar 572 stasiun pada tahun 2009. Selain kuantitas, tipe/jenis jalan rel yang dimiliki cukup bervariasi, hal ini berpengaruh terhadap tonase yang dapat dilayani.
Mengenai tahapan pembangunan prasarananya, akan dilakukan secara bertahap. Pertama, pengembangan jaringan dan layanan kereta api antarkota. Yakni lintas utama dengan prioritas tinggi pada lintas mencakup Besitang – Banda Aceh, Duri – Pekanbaru – Muaro, Teluk Kuantan – Muaro Bungo, Betung – Simpang, Simpang – Tanjung Api-api, KM3 – Bakauheni, Teluk Kuantan – Muarobungo – Jambi, termasuk lintas Sei Mangkei – Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Stasiun Sukacita – Stasiun Kertapati, Tanjung Enim- Baturaja, Shortcut Rejosari – Tarahan, Solok – Padang.

Ketiga, pengembangan dan layanan kereta api perkotaan yaitu meliputi kota Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandar Lampung dan Batam.
Keempat, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan pusat kota dengan bandara yaitu Kualanamu (Medan), Minangkabau (Padang), SM Badarrudin (Palembang) dan Hang Nadim (Batam).
Kelima, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan wilayah sumberdaya alam atau kawasan produksi dengan pelabuhan meliputi: Lhokseumawe (NAD), Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Api-api (Sumatera Selatan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Sumatera Barat), Panjang (Lampung).
Keenam, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera (Interkoneksi) dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Untuk kebutuhan sarana perkeretaapian untuk pelayanan kereta api perkotaan diperkirakan mencapai 2.944 unit yang tersebar di beberapa kota seperti: Medan (384 unit), Palembang (384 unit), Pekanbaru (512 unit), Padang (512 unit), Lampung (256 unit) dan Batam (384 unit).
Wamenhub Bambang Susantono sebelumnya menjelaskan, studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini sudah mulai dilakukan secara terpisah di sejumlah provinsi dan untuk realisasinya akan dilakukan melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS). Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta cukup besar sehingga perlu keterlibatan investor swasta.

“Perhitungan saat ini, pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Rencananya, sekitar 70 persen sumber dana berasal dari pemerintah, sisanya sebesar 30 persen swasta,” tukasnya. (sam)
http://train-railways.blogspot.com/2012/10/trans-sumatera-railways-tembus-sumatera.html



 

·
Registered
Joined
·
8,588 Posts
Discussion Starter #2
Wacana untuk membangun Trans Sumatera Railways sudah matang pada masa Presiden Soeharto, rencana itu di sambut hangat oleh gubernur se Sumatera waktu itu dan bersiap untuk melaksanakan proyek, namun wacana itu terkubur karena lengsernya presiden Soeharto, sampai sekarang wacana hanya sebatas wacana.
 

·
Registered
Joined
·
8,588 Posts
Discussion Starter #3
Wujudkan Trans Sumatera Railways, DPD Surati Menhub

Heri Sugiarto - Padang Today

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan menyurati Menteri Perhubungan untuk meminta penjelasan terkait rencana integrasi kereta api (Trans Sumatera Railways) dan Pelabuhan di Sumatera.

Dengan adanya Trans Sumatera Railways, maka semua jaringan kereta api dari Aceh hingga Lampung akan terkoneksi ke sentra ekonomi dan pelabuhan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan DPD asal Sumatera yang tergabung dalam "DPD Kaukus Sumatera" dengan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar, Rabu sore (19/5/2010) di gedung MPR/DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta.




Rapat dihadiri MPKAS dan 6 dari 10 anggota DPD/MPR RI asal Sumatera seperti Riza Falepi (Sumbar), Parlindungan Purba (Sumut), dan 4 anggota DPD dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Rapat ini juga sekaligus merupakan rapat awal dalam persiapan kunjungan kerja anggota DPD se-Sumatera ke 10 Provinsi di Sumatera yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus menyebutkan, pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan MPKAS sebelumnya dengan Ketua DPD RI Irman Gusman, Parlindungan Purba (DPD Sumut) dan Aziz (Sumsel) di Surabaya.

"Pak Irman ketika itu tertarik dengan paparan MPKAS tentang perkembangan kereta api di Sumbar dan konsep Trans Sumatera Railways. Lalu, dibahas lebih lanjut dalam pertemuan dengan DPD Kaukus Sumatera," kata Yulnofrins.

Putra Solok Selatan itu lebih lanjut menambahkan, pada pertemuan itu MPKAS juga diminta ikut terlibat bersama DPD dalam diskusi-diskusi isu perkeretaapian di Sumatera.

Terkait rencana kunjungan serentak semua anggota DPD se-Sumatera ke semua provinsi yg akan berakhir di Sumbar sekitar awal Agustus, MPKAS menyarankan agar penutupan dengan Menhub dan Mendagri dilakukan dengan acara menaiki keretapi wisata melalui Danau Singkarak.

"Jika waktu memungkinkan hingga Sawahlunto sehingga mereka sekalian bisa mencoba Mak Itam. Walaupun hal ini belum dibicarakan dengan KAI, tapi kita harap PT KAI mendukung saran ini," ujarnya.

DPD dalam pertemuan itu juga berharap agar adanya komunitas-komunitas seperti MPKAS di provinsi-provinsi lain di Indonesia, agar terjadi sinergi dengan berbagai pihak untuk bersama mendukung terwujudkan Trans Sumatera Railways.

Program jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway merupakan salah satu program kerja yang akan diusung anggota DPD/MPR RI se-Sumatera dalam lima tahun ke depan.

Program tersebut, kata Yulnofrins, sangat sejalan dengan program MPKAS. "Karena kita sendiri (MPKAS) sebetulnya sejak tahun 2006 telah mengusulkan dan mendorong realisasi dari program itu ke Pemprov dan DPRD Sumbar serta PT KAI," jelasnya.

Diceritakan Yulnofrins, jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway sangat diperlukan untuk mempercepat kemajuan pulau Sumatera yang selama ini, relatif lambat bila dibandingkan dengan Pulau Jawa.

Salah satu penyebabnya, karena tidak terkoneksinya dengan baik antarprovinsi-provinsi di Sumatera sehingga tidak terjadinya sinergi seperti yang terjadi antarprovinsi di pulau Jawa.

Padahal Sumatera juga memiliki potensi sangat besar untuk maju seperti Pulau Jawa, karena sumber daya alamnya sangat melimpah. Sumatera punya segalanya, mulai dari gas, minyak bumi, batubara, timah, karet, sawit, hingga pariwisata.

Di pulau Jawa dari Barat ke Timur (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim), kata Yulnofrins, telah terkoneksi dengan baik jaringan kereta api sehingga terbentuklah sinergi jauh lebih baik dalam segala bidang, khususnya bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. "Seperti bidang perindustrian, perdagangan, jasa, transportasi, lapangan pekerjaan, suplai energi dan lainnya," urainya.

Untuk itu, MPKAS mengajukan perlu adanya jaringan kereta api dari Aceh sampai Lampung yang akan menghubungkan antarprovinsi di Sumatera, ke sentra-sentra ekonomi perdagangan, industri, pertambangan dan perminyakan serta pelabuhan dan pariwisata.

"Dengan begitu, kami yakin akan terbentuk sinergi yang kuat antarprovinsi di Sumatera, dan pulau Sumatera akan cepat maju," tukas Yulnofrins yang bersama MPKAS menggagas lahirnya KA Wisata di Sumbar.(*)

sumber : http://www.padang-today.com/?today=news&id=16575
http://www.ephi.web.id/index.php/8-blog/blog/275-wujudkan-trans-sumatera-railways-dpd-surati-menhub
 

·
Registered
Joined
·
8,588 Posts
Discussion Starter #4 (Edited)
Memburu Sisa Sejarah di Bukit Rimbang Bukit Baling


TEMPO.CO, Pekanbaru - Lokomotif tua itu terpajang di atas beton, tidak ada gerbong, rel sepanjang 6 meter pun cukup jadi tempat bertengger, bagian roda tampak ditumbuhi lumut. Disekeliling lokomotif berwarna hitam itu banyak kuburan tua, dari tulisan yang tersurat di batu cadas, menjelaskan kuburan itu adalah makam para romusha zaman penjajahan Jepang, yang disebut Pahlawan Kerja.

Monumen Lokomotif dan Tugu Pahlawan Kerja ini terletak di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Marpoyan Pekanbaru. Namun keberadaan monumen tersebut terkesan hanya sebagai pajangan saja.

Tidak banyak yang tahu, monumen lokomotif ini menyimpan sejarah, diresmikan tanggal 17 Agustus 1958, sebagai bukti sejarah bahwa kereta api pernah ada di Bumi Lancang Kuning. Konon, ribuan romusha harus meregang nyawa, bekerja dibawah siksaan pasukan Jepang membangun rel kereta api sepanjang 220 km, dari Pekanbaru hingga Muaro Sijunjung.

Banyak masyarakat Riau tidak tahu sejarah dan asal usulnya."Saya tidak tahu lokomotif itu punya sejarah, saya pikir cuma pajangan," ujar Agus, Warga Jalan Arengka Pekanbaru, Rabu, 12 Juni 2013.

Bersama rombongan World Wide Fund (WWF) Riau, Tempo menelusuri sisa-sisa sejarah yang hilang itu. Selain di Pekanbaru, ternyata masih ada satu lokomotif lagi yang tersisa di Desa Lipat Kain, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Jaraknya 80 kilometer dari Pekanbaru.

Lokomotif di Lipat Kain kondisinya lebih memprihatinkan, letaknya di tengah perkebunan karet milik warga, tepat ditepian sungai subayang. Bentuknya tidak lagi utuh, karatan dan berlumut, banyak bagian yang hilang.

Menurut warga setempat Ahud, 56 tahun. Lokomotif tersebut merupakan peninggalan Jepang, dulunya masih ada gerbong dan rel, namun sejak tahun 1980, lokomotif perlahan lenyap dipreteli masyarakat. "Besinya dijual kiloan oleh masyarakat," ujarnya.

Warga Desa Petai, Badhuramin, 75 tahun, menceritakan sejarah singkat kereta api di Riau. Sebelumnya penjajah Belanda sudah merencanakan pembangunan jaringan rel kereta api dari Pekanbaru ke Muaro Sijunjung, namun hambatan yang dihadapi cukup berat. Alasan kondisi alam yang berbukit, dibelah banyak anak sungai, hutan yang dihuni harimau, diperkirakan harus membangun banyak jembatan dan terowongan, namun akhirnya rencana itu batal.

Sekitar 1942, Jepang berhasil menguasai Indonesia, Jepang mengetahui rencana Belanda tersebut. Jalur ini dimanfaatkan sebagai sarana transportasi yang menghubungkan Sumatra Barat dan Pantai Timur Sumatra, untuk menghindari Padang dan Samudra Hindia yang telah dikuasai kapal sekutu. Tujuan lain, kereta api ini dimanfaatkan sebagai angkutan batu bara dari Logas Tangko ke Muaro Sijunjung.

Tahun 1943, Jepang mengerahkan ribuan romusha membangun rel kereta api sepanjang 220 km, ribuan orang dibawa dari Jawa, bahkan tawanan perang juga diperlakukan sama oleh Jepang. "Masyarakat tempatan juga ada dijadikan romusha," ujar Badhuramin.

Pengerjaan rel kereta api dimulai dari Pekanbaru, Sungai Pagar, Lipat Kain, Petei, Logas Tangko, Muara Lembu hingga Muaro Sijunjung.

Pada 1945, pengerjaan rel kereta api selesai, namun Jepang akhirnya menyerah kepada sekutu. Sejak itu rel kereta api tidak pernah lagi digunakan, rel ditinggalkan begitu saja, para romusha dan tawanan perang yang berkorban nyawa membangun rel ini mati sia-sia.

Muhammad Yulis, 85 tahun, masih mengingat betul hiruk pikuk aktivitas kereta api Jepang kala itu, Yulis mengaku saat itu masih berumur 7 tahun. "Kereta api selalu saya lihat setiap hari melintas," ujarnya.

Badurhamin mengaku rel kereta api mulai dibongkar pada 1975, saat itu seorang Kepala Desa Pencong bernama Arifin mengaku diperintahkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Arifin lalu mengerahkan masyarakat desa membongkar rel tersebut dengan upah Rp 300 permeter. "Saya ikut bekerja membongkar rel itu," kata Badhurami.

Rel yang sudah dibongkar tersebut kemudian dibawa ke Pekanbaru. Sejak saat itu mulailah masyarakat mempreteli rel kereta api untuk dijual kiloan. "Pemerintah waktu itu tidak ada yang melarang," ujar Muhammad Yulis.

Pada tahun 2000, masih terdapat 7 lokomotif lagi di Desa Pencong, desa ini merupakan desa mati yang sudah lama ditinggal penduduk, jaraknya 18 kilometer dari Jalan Lintas Taluk Kuantan, berada tepat di perbatasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Namun perlahan lokomotif tersebut juga punah dipreteli masyatakat, lalu besinya dijual kiloan.

"Semuanya habis dipotong-potong lalu dijual," kata Muhammad Yulis.


Tempo beserta Rombongan WWF menelusuri hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, melewati jalan terjal berbatu melintasi perbukitan, menembus anak sungai menyisir pinggiran hutan. Disebut-sebut rel kereta api membentang di hutan ini, pasalnya hutan Bukit Rimbang Bukit Baling berbatasan dengan lokasi pertambangan batu bara Logas Tangko peninggalan Jepang.

Pencarian jejak rel kereta api membuahkan hasil, dengan ditemukannya sepotong besi rel kereta api ukuran dua meter muncul ke permukaan tanah, namun bagian yang tertanam belum dapat dideteksi berapa panjangnya. "Ini sisa-sisa sejarah yang harus kita lindungi," ujar aktivis WWF Sunarto.

Sunarto menyebutkan, sebelumnya WWF juga menemukan rel kereta api sepanjang dua meter di hutan Bukit Rimbang Bukit Baling, namun besi itu akhirnya hilang juga karena tidak dipantau.

WWF Riau sangat menyayangkan hilangnya sejarah pahlawan kerja, Menurut Sunarto, peninggalan sejarah penting untuk dilestarikan, apalagi ribuan romusha harus rela menjadi korban kerja paksa Jepang membangun rel kereta api, namun akhirnya perjuangan mereka sia-sia. Sunarto menyebutkan, sejarah rel kereta api Sumatra ini juga diabadikan di Staffordshire Inggris, dibuat dalam bentuk monumen yang disebut Sumatra Railway di Taman National Memorial Arboretum Inggris.

"Ini ironis sekali, disaat bangsa kita tidak menghargai sejarah, negara lain justru mengabadikan sejarah kita," ujarnya.
http://www.tempo.co/read/news/2013/...ru-Sisa-Sejarah-di-Bukit-Rimbang-Bukit-Baling
 

·
Registered
Joined
·
34,783 Posts
Great Project. Semoga jalur rel lintas sumatra, Tol Trans sumatra dan JSS yg akan terhubung dengan tol Trans Sumatra dan Rel Trans Sumatra segera diwujudkan. Kalau terwujud Sumatra dan Jawa akan terkoneksi dgn jalan tol dan rel kereta api
 

·
just DUIT !!!
Joined
·
3,411 Posts


jika menyimak rencana rute yang dikeluarkan dephub pada RIPNAS diatas, tampaknya akan ada 2 rute utama: jalur tengah dan timur.

jalur tengah mengikuti rencana kolonial belanda dulu melewati rel2 yang sudah ada mulai dari aceh-medan-rantauprapat-dumai-pekanbaru-muaro-muarobungo-bangko-lubuklinggau-prabumulih-baturaja-kotabumi-tanjungkarang-bakauheni.

jalur timur sepertinya rencana baru pemerintah melihat potensi daerah timur yang menjanjikan. bercabang dari jalur tengah di pekanbaru ke arah jambi-palembang-tanjungkarang, lalu bersatu lagi dengan jalur tengah di tanjungkarang.

pekanbaru tampaknya bakal menjadi titik sentral trans sumatera railways. sebagai titik temu kedua jalur tengah dan timur, dan posisinya yang berada di tengah2 sumatera, kemungkinan bakal menjadi hub jalur kereta api se sumatera.

kota lain yang bakal menjadi penting adalah dumai yang lokasinya berhadap-hadapan langsung dengan port klang/port dickson di malaysia. mungkin dumai bakal menjadi pelabuhan utama kedepannya menemani belawan. jika rencana malindo (malaysia-indonesia) bridge terwujud, maka dumai akan menjadi pintu gerbang internasional untuk jalur kereta trans asia.

ada satu lagi yaitu jalur barat yang melewati pesisir barat sumatera mulai aceh-meulaboh-sibolga-pariaman-padang-bengkulu-lubuklinggau. tapi sepertinya ini hanya jalur non prioritas yang mungkin dikerjakan setelah 2 jalur utama diatas rampung.
 
  • Like
Reactions: Budi_anduk

·
Registered
Joined
·
8,846 Posts
Kereta api wisata Aceh Utara, asyiknya rame-rame

Dua gerbong kereta api sudah empat tahun lebih terkurung dalam gudang. Dinilai lebih baik dijadikan kereta wisata.
ENTAH siapa memberi komando, dalam sekejap warga ramai-ramai berkumpul di Kompleks Stasiun Kereta Api, Gampông Ulee Madon. Mereka bukan berunjuk rasa. Warga chik putik tuha muda dari sejumlah gampông ingin menumpang kereta api.

Minggu sore itu, pada 2011, penanggung jawab perkeretaapian melakukan uji coba operasional dua gerbong kereta api dari Stasiun Ulee Madon, Kemukiman Bungkah, Kecamatan Muara Batu ke Stasiun Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara. Jarak dua stasiun ini sekitar sembilan kilometer.

“Cukup ramai yang naik, sampai ada yang marah karena tidak muat, melebihi kapasitas,” ujar Bill Razi, anak muda Krueng Mane, Muara Batu, kepada The Atjeh Times, Senin pekan lalu.

Saat uji coba kereta api itu, kata Bill Razi, sebagian besar warga tak ubahnya seperti anak-anak menyambut hari raya. “Maaf cakap kita bilang, persis seperti monyet dapat bunga,” ujarnya menamsilkan.

“Sebelum berangkat, was-was bercampur senang karena baru pertama naik kereta api. Ketika sudah jalan, semarak seperti acara pesta rakyat,” kata Geuchik Ulee Madon Muhammad Taleb.

Tiba di Stasiun Krueng Geukuh, kata Taleb, gerbong kereta api balik kanan, melintasi Ulee Madon tancap gas ke Stasiun Cot Seurani, Muara Batu. Jarak Ulee Madon ke Cot Seurani sekitar enam kilometer. Dari Cot Seurani kembali masuk kandang di Stasiun Ulee Madon.

***

Lama ditunggu, impian pemerintah menghidupkan kembali kereta api Aceh tak kunjung terwujud. Sejak dicanangkan pada masa Presiden B.J. Habibie, pembangunan rel Aceh-Medan belum tuntas. Itu sebabnya, gerbong kereta senilai Rp19,5 miliar lebih itu masih dikarantina.

“Mungkin mau dijadikan sarang tikus, kalau tidak, mengapa tidak dioperasionalkan,” ujar Geuchik Taleb. “Kalau terus dibiarkan dalam gudang, bisa jadi besi tua”.

Keberadaan gerbong kereta yang tidak difungsikan itu, kata Taleb, secara tidak langsung telah membebani aparat gampông dalam mencegah pencurian besi dan barang lain yang terbengkalai di Stasiun Ulee Madon.

Geuchik Taleb berharap pemerintah segera mengoperasionalkan gerbong kereta itu menjadi kereta wisata. Hal itu dinilai lebih bermanfaat daripada terkurung dalam gudang menjadi barang rongsokan. “Kalau difungsikan menjadi kereta wisata, seratus persen saya dukung,” ujarnya.

Kereta wisata, kata Taleb, minimal dapat beroperasi dari Stasiun Ulee Madon ke Stasiun Cot Seurani atau Cot Seurani melewati Ulee Madon tembus ke Stasiun Krueng Geukuh dan sebaliknya. “Rel lintasan tiga stasiun ini masih bagus,” katanya.

Geuchik Cot Seurani, Fajri Idrus, berharap kalau program itu terwujud, pengelola kereta wisata memakai warga setempat sebagai tenaga kerja agar tidak terjadi “buya krueng teudöng-döng, buya tamöng meuraseuki”.

Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. “Gerbong kereta api itu tidak boleh jadi besi tua karena akan merugikan negara. Pemerintah harus cari alternatif untuk memanfaatkan kereta itu,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, Wahyuddin.

Selain kereta wisata sebagai solusi sementara, kata dia, lebih bermanfaat apabila dibangun jalur ke Pelabuhan Krueng Geukuh sehingga kereta api dapat mengangkut barang ketika sudah berjalan ekspor impor.

***

Wacana menghidupkan kereta wisata disambut hangat Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara, Nurliana N.A. “Itu harus kita dukung bersama, saya akan sampaikan kepada instansi terkait saat ada pertemuan di Banda Aceh dan Jakarta. Kalau pihak perhubungan siap, kita juga siap,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Adami Umar juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Wacana itu membuat Adami tertarik untuk mengembangkan wisata kereta api keliling di Aceh.

Kepala Satuan Kerja Perkeretaapian Aceh, Faisal memberi “lampu hijau”. Ia akan menyampaikan program tersebut ke Kementerian Perhubungan. Kereta wisata diharapkan menjadi solusi sementara sambil menunggu selesainya pembangunan rel kereta api dengan master plan baru.

Dalam master plan baru, kata Faisal, jalur rel lama di Lhokseumawe dan Aceh Utara yang melintasi perumahan penduduk akan dibongkar. Tahun depan dilanjutkan pembangunan rel jalur baru, tahap awal Bireuen-Aceh Utara.

“Program jangka menengah dan jangka panjang sesuai konteks pembicaraan Menteri Perhubungan dengan Gubernur Aceh, kereta api itu untuk pengangkutan barang di setiap pelabuhan, di samping tetap melayani penumpang,” kata Faisal.
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/03/1...Utara-asyiknya-rame-rame#sthash.p4dfIfNl.dpuf
 

·
Registered
Joined
·
8,846 Posts
Kereta Api Bisa Jadi Ikon Sumatra
TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Menteri Perhubungan RI E.E Mangindaan mengungkapkan, rel kereta api menjadi infrastruktur paling efektif untuk mendongkrak kegiatan ekonomi di Pulau Sumatera.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan revitalisasi atau perbaikan rel kereta api sepanjang 484 kilometer di Sumatera yang kini rusak. Adapun total panjang rel KA di Pulau Sumatera saat ini adalah 1.390 km.

"Kita akan bangun lagi rel kereta itu dengan standar internasional. Yang diangkut ini terutama adalah kargo hasil industri. Pemerintah ingin menjadikan jalur kereta api ini sebagai ikon Sumatera, sehingga jalan yang dibangun oleh PU tidak cepat rusak. Di China saja, pembangunan rel KA sepanjang 1.000 km bisa selesai setahun" ujarnya.

Untuk itu, ia meminta agar proses pembebasan lahan jalur rel kereta api yang baru itu bisa dipercepat.

"Kalau ada lahan yang belum dibebaskan, tolong segera dibebaskan. Kalau sudah selesai pembebasan (lahan), bisa segera kita mainkan (bangun)," tuturnya di dalam acara Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera yang diadakan di Bandar Lampung, Rabu (20/3/2013)

http://jambi.tribunnews.com/2013/03/20/kereta-api-bisa-jadi-ikon-sumatra
 

·
just DUIT !!!
Joined
·
3,411 Posts
@svaerd, trims posting tentang aceh railway. akhirnya kita jadi tahu berita terakhir tentang kereta aceh. memang sayang sekali banyak kendala di aceh. salah satunya ukuran gaugenya yang beda dari rel yang sudah ada di sumut dan propinsi lainnya (1453mm vs 1067mm)

memang ironi kereta aceh. dulu waktu masih beroperasi ukurannya juga beda dengan di sumut (750mm vs 1067mm). eh ketika dibangun kembali pasca tsunami, bukannya disamakan malah beda lagi ukurannya.

perbedaan ukuran gauge akan merepotkan jika bicara soal trans sumatera. karena sudah pasti terputus itu rel (break of gauge) di stasiun besitang. ujung2nya pasti double handling dalam layanan barang antar wilayah.
 
  • Like
Reactions: svaerd firemanska

·
Registered
Joined
·
8,846 Posts
@svaerd, trims posting tentang aceh railway. akhirnya kita jadi tahu berita terakhir tentang kereta aceh. memang sayang sekali banyak kendala di aceh. salah satunya ukuran gaugenya yang beda dari rel yang sudah ada di sumut dan propinsi lainnya (1453mm vs 1067mm)

memang ironi kereta aceh. dulu waktu masih beroperasi ukurannya juga beda dengan di sumut (750mm vs 1067mm). eh ketika dibangun kembali pasca tsunami, bukannya disamakan malah beda lagi ukurannya.

perbedaan ukuran gauge akan merepotkan jika bicara soal trans sumatera. karena sudah pasti terputus itu rel (break of gauge) di stasiun besitang. ujung2nya pasti double handling dalam layanan barang antar wilayah.
ea y, klo lebarnya udh beda msk msh dbngn jg, kan syg tu uangnya, coba bangunya dari banda aceh ke sigli dlu ya lahanya banyak hutan dan perkebunan, psti cpt dlm pembebasan lahanya,,
 

·
just DUIT !!!
Joined
·
3,411 Posts
^^
karena pembangunan kereta api aceh didanai perancis termasuk desain dan teknologi pakai punya mereka, maka dipilih rel standar 1435 mm.

sebenarnya sih nggak apa2 pakai railgauge 1435mm. malah bagus dimana kapasitas dan kecepatan kereta bisa lebih tinggi. masalahnya cuma tidak nyambung saja dengan yang lain yang sudah pakai 1067 dari dulu.

tapi semoga saja master plan baru nanti juga mengakomodasi rel 1067. mungkin dengan membuat dual gauge? siapa tahu?
 

·
Halo!
Joined
·
393 Posts
Benar. Sebaiknya jaringan rel kereta di Sumatra pakai standard gauge 1,435 mm. Dual gauge bisa jadi solusi atau jika ada dana lebih, konversi ke 1,435 mm. :)
 

·
Registered
Joined
·
593 Posts
Jalur Kereta Trans-ASEAN-China Sampai ke Surabaya

Metrotvnews.com, Champasak: ASEAN Senior Transport Official Meeting (STOM) menyepakati usulan Indonesia untuk menghubungkan China, ASEAN, dan Indonesia via jalur kereta melalui proyek Trans-ASEAN-China Rail Link dengan rute Kunming, China, menuju Surabaya, Jawa Timur.

Ketua delegasi Indonesia yang juga Sekjen Kementerian Perhubungan Leon Muhamad mengatakan proyek kereta itu merupakan perpanjangan proyek jalur kereta Singapore-Kunming Rail Link (SKRL) yang menghubungkan China dan Singapura.

Setelah usulan yang disampaikan Indonesia sejak tahun lalu itu disetujui, upaya selanjutnya ialah melakukan uji kelayakan dan mencari pendanaan investasi proyek.

“Secara formal (proyek) belum dibahas, tapi ASEAN sepakat merealisasikan proyek. Kita cari donor, baru kemudian dilakukan studi,” ujar Leon kepada Wartawan Media Indonesia Ayomi Amindoni di sela pertemuan ASEAN Transport Ministerial (ATM) Meeting ke-19 di Champasak, Laos, Kamis (19/12).

Selanjutnya, pemerintah Indonesia mendorong Sekretariat ASEAN mencari pendanaan proyek dari negara mitra ASEAN seperti Jepang, China, dan Korea atau donor seperti World Bank dan Asian Development Bank.

Leon menambahkan, Indonesia menghendaki ekstensi jalur kereta ASEAN-China tidak hanya dinikmati negara ASEAN yang memiliki wilayah daratan, tapi juga negara kepulauan seperti Indonesia.

Direktur Lalu Lintas Kereta Api Direktorat Perkeretaapian Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan dalam usulan itu Indonesia menyampaikan dua skenario, yakni konektivitas dengan multimoda dan konektivitas dengan konstruksi fisik.

“Kita lebih kedepankan usulan secara fisik. Kita punya program bangun Selat Sunda dan trans-Sumatra kita harmonisasikan dengan jalur KA Kunming-Singapura,“ paparnya.

Hanggoro menjelaskan konektivitas jalur KA dari Belawan, Sumatra Utara, ke Penang, Malaysia, cukup dilakukan dengan memanfaatkan ro-ro train, sementara dari Dumai, Riau, ke Malaka menggunakan ro-ro train, train ferry, atau jembatan (tunnel).

“Harus lihat dulu keterkaitan trans-Sumatra dengan opsi usulan ekstensi jalur KA. Ini harus dikaji dalam studi kelayakan.”

Hanggoro menambahkan, ekstensi jalur KA itu, selain mendukung konektivitas ASEAN, akan berdampak pada efisiensi biaya logistik.

Jika dibandingkan dengan jalur darat dan laut, distribusi logistik via KA jauh lebih efisien.

Ia mencontohkan pengiriman logistik dari China ke Jerman via kapal butuh 30 hari dan biaya US$35 ribu, tetapi via KA hanya memerlukan 17 hari dan biaya US$3.500.

“Jadi dari sisi waktu dan biaya, KA harus dikedepankan.”


Editor: Basuki Eka Purnama
 

·
Registered
Joined
·
8,846 Posts
Pemerintah Bangun Jalur KA Trans Sumatra Mulai 2014

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memulai pembangunan proyek kereta api Trans Sumatera (Trans Sumatera Railways) sepanjang sekitar 2.168 kilometer (km) pada tahun depan.

Rencananya proyek senilai Rp 64 triliun tersebut akan mulai dibangun dari kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke di Sumatera Utara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan.

“Pembangunan proyek ini akan dibangun bertahap dengan menggunakan dana APBN serta diharapkan ada dana dari pihak swasta,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Selasa (10/12/2013).

Proyek Trans Sumatera Railways untuk ruas Sei Mangke-Kuala Tanjung sepanjang 44 kilometer sudah mulai dibangun sejak pertengahan 2013 ini. Proyek yang ditargetkan rampung 2015 ini terbagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama, pembangunan jalur baru dengan rute Pelabuhan Kuala Tanjung-Bandar Tinggi sepanjang 19 kilometer. Tahap kedua berupa penggantian rel jalur Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 km dan jalur Perlanaan-Gunung Bayu sepanjang 4,5 km, dan tahap ketiga pembangunan jalur baru sepanjang 2,95 km oleh PTPN III selaku pengelola KEK Sei Mangkei.

Bambang menyatakan pemerintah akan meneruskan pembangunan jalur kereta dari KEK Sei Mangke ini ke sejumlah daerah yang kegiatan ekonominya telah meningkat, seperti Medan dan Sumatera Selatan.

Meski begitu, ia mengaku bahwa pemerintah tidak memasang target penyelesaian proyek kereta Trans Sumatera tersebut. "Kami targetkan sesuai dengan keadaan fiskal kami saja penyelesaiannya. Mungkin jika keadaan fiskalnya kuat, dalam 3-4 tahun bisa rampung," tuturnya.

Direktur Sarana Perkeretaapian Kemenhub, Sugiandi Waluyo sebelumnya pernah menuturkan jalur kereta api Trans Sumatera dapat terwujud pada 2030.

Untuk per kilometer (km) diperkirakan memakan biaya sebesar Rp 25 miliar. "Namun, bila kondisinya banyak jembatan dan timbunan, maka kebutuhan dananya bisa mencapai Rp 35 miliar-Rp 40 miliar," katanya.

Panjang rel kereta api di Sumatera saat ini mencapai 1.869 km. Dari jumlah tersebut sepanjang 1.348 km masih beroperasi, sisanya 512 km tidak beroperasi. Kereta api Trans Sumatera akan dilayani 145 lokomotif dan 1.435 unit kereta untuk mengangkut penumpang 48 juta orang per tahun.

Untuk kebutuhan sarana perkeretapian tersebut, akan dipenuhi secara periodik. Kurun 2011-2015, sebanyak 30 lokomotif dan 285 kereta. Kurun 2016-2020 sebanyak 50 lokomotif dan 470 kereta. Periode 2021-2025 sebanyak 85 lokomotif dan 815 kereta, dan 2025-2030 sebanyak 145 lokomotif dan 1.435 kereta.

Kereta Trans Sumatera tersebut akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 km. Jalur KA lintas Sumatera ini akan menghubungkan jalur KA yang sudah ada, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung menjadi jaringan jalur KA yang saling terhubung.

http://bisniskeuangan.kompas.com/re...ntah.Bangun.Jalur.KA.Trans.Sumatra.Mulai.2014
 

·
Penikmat Arsitektur
Joined
·
4,476 Posts
Jalur Kereta Trans-ASEAN-China Sampai ke Surabaya

Metrotvnews.com, Champasak: ASEAN Senior Transport Official Meeting (STOM) menyepakati usulan Indonesia untuk menghubungkan China, ASEAN, dan Indonesia via jalur kereta melalui proyek Trans-ASEAN-China Rail Link dengan rute Kunming, China, menuju Surabaya, Jawa Timur.



Editor: Basuki Eka Purnama
Konsekuensinya:

1. Pembangunan Jembatan Selat Sunda
2. Pembangunan Jembatan Selat Malaka
3. Perubahan standar gauge di jalur eksisting Jawa dan Sumatra jadi ukuran 1435mm

apakah RRC akan membiayai semua ini? sweet.
 
1 - 20 of 709 Posts
Top