Skyscraper City Forum banner
Status
Not open for further replies.
1 - 7 of 7 Posts

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #1 · (Edited)
This Thread same with "Visit Musi Year 2008", "VIY 2008", "Visit Lampung Year 2009".

VISIT SOLO YEAR.

Masyarakat Periklanan Surakarta (MPS) didukung oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Pengda Jateng bakal mencanangkan slogan Let?s Go To Solo 2008, Senin (26/5) di Hotel Sahid Jaya Solo. Pencanangan ini sebagai bentuk dukungan pengembangan program city branding pemerintah Kota Surakarta serta dalam rangka menuju Solo Kota Wisata Impian 2009.

Irfan Efbici dari MPS kepada Joglosemar, Kamis (22/5) mengatakan, berbagai agenda penting yang akan digelar di Solo, seperti Batik Carnival dan World Heritage Cities menjadi dasar pencanangan ini.

Berbagai acara sudah diagendakan, seperti sarasehan dengan mengangkat tema Menggali Potensi Lokal Menuju Pentas Nasional dengan nara sumber Ketua PPPI Pusat Narga Habib, CEO Exist Comm Eddy Purjanto, Ketua IMA Solo Bambang Natur Rahadi dan Branding Consultant Adhy Trisnanto. Selain itu ada juga selingan hiburan dengan menampilkan Butet Kertarajasa dan lainnya.
 

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #2 ·
Kota Solo atau nama resminya adalah Surakarta merupakan nama sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 1948, pernah berdiri "Daerah Istimewa Surakarta" dengan Sri Sunan Pakubuwono XII dan Sri Mangkunegoro VIII masing-masing menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur (bersamaan dengan berdirinya propinsi DI Yogyakarta), meski setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda provinsi ini dihapuskan, karena terjadi huru-hara.

Huru-hara ini dipicu oleh anggota-anggota Partai Komunis Indonesia yang menentang monarki dan feodalisme; dan dikenal sebagai pemberontakan Tan Malaka). Selanjutnya dibentuk Karesidenan Surakarta yang mencakup wilayah-wilayah Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran, termasuk kota swapraja Surakarta.

Warga eks Karesidenan Surakarta / SUBOSUKAWONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) masih sering menyebut dirinya orang 'Solo' (bentuk alternatif dari Surakarta) meskipun tidak berasal dari kota Surakarta sendiri. Hal ini dilakukan sebagai identifikasi untuk membedakan diri mereka dari orang 'Semarang' dan 'Yogya'.

Meskipun bukan ibukota provinsi, namun Surakarta berstatus sebagai kota besar dan menjadi salah satu kota terpenting di Indonesia dikarenakan masyarakatnya mempunyai karakter yang kuat, yaitu lembut dalam bahasa, tingkah laku, serta tutur kata di samping masih mempertahankan kehidupan tradisinya. Penduduk Surakarta juga mengadopsi kehidupan modern, seperti banyaknya hotel berbintang, kafe, pub, bar, dan diskotik.
Di Indonesia, Surakarta merupakan kota berperingkat kesepuluh kota terbesar (setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta).

Makanan di Surakarta terkenal sangat nikmat dan harganya murah, di antaranya nasi liwet, sate buntel, bakso Solo, Timlo, soto sapi, serabi Solo, Cabuk rambak, Tahu kupat, pecel ndeso, thengkleng, Ledre intip, gado-gado, tahu acar, selat, gethuk lindri, dll. (wikipedia, ensiklopedia bebas)
 

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #3 ·
The famous culture, heritage, and tourism city...

So...low (humble!) and beautiful ..

-Pusat kota Solo-


____________________________________________________________________________________________







- Foreign Tourists in Solo City.






1. "Becak" and Tourism Buses.







-Lalu Lintas Kota Solo yang "Semarak".








A. WISATA BUDAYA.

2. Kraton Solo.





3. Mangkunegaran palace.



4. Batik Solo.



5. Topeng / Mask.



6. "Triwindu" Windujenar, Antique Market. Unique and exotic !!





B. WISATA REKREASI.

7. Pandawa Waterworld (The Statue is great !!)



6. Solo Carnival.







C. WISATA JALAN-JALAN (HANG OUT).

7. Citywalk. Pedestrian at center of city...So Clean...and cozy.





- o o, no !! a train passing through at centre of city without safety post ! unique !!


7.a. Stadion Manahan.




D. WISATA ALAM.

8. Tawangmangu Solo, cool and fresh.







8.a. Candi Sukuh



9. Hotel Novotel Solo.



9.a. Hotel Sahid jaya Solo.




E. WISATA BELANJA

10. batik Market "Pasar Klewer"




10a. Batik Market "PGS".




11. Shoping Malls.

- Solo Grand Mall.



- Solo Square



F. WISATA KULINER.

12. Wisata Kuliner malam "Gladak langen Bogan (GALABO) "












 

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #4 · (Edited)
Kebutuhan Pemandu Wisata

Pemandu wisata se-Kota Solo Kamis (22/5) mengikuti peyuluhan yang diadakan Dinas Pariwisata Kota Solo di Gedung Graha Wisata Niaga. Hadir sebagai pembicara, Suseno Hadiparwono (ASITA) dan Suparyadi (PUSPARI UNS).

Dalam penyuluhan tersebut mereka mendapatkan pengetahuan tambahan seperti teknik pemanduan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Solo, obyek-obyek wisata serta etika dan perilaku insan pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata (Diparta) Kota Solo, Handartono kepada Joglosemar mengatakan, selain untuk memberikan penyuluhan acara tersebut sekaligus sebagai pendataan ulang jumlah pemandu pariwisata di Kota Solo.

"Tidak begitu, begini pemandu wisata di Solo sudah didata, ini sebagai pendataan ulang agar lebih akurat, karena tiap tahun pasti ada yang pindah atau berganti, dengan pendataan diharap bisa diketahui berapa pemandu wisata yang memiliki kemampuan bahasa asing selain Inggris,"ungkapnya.

Dengan data yang akurat menurut Handartono, akan mempermudah pemerintah ketika akan menghubungi pemandu wisata yang bersangkutan, terlebih pada Juli 2008 mendatang di Solo akan diadakan konferensi Solo Heritage yang akan diikuti kurang lebih 150 negara.

"Kebutuhan akan pemandu wisata yang bisa berbahasa asing selain Inggris, seperti Perancis, Itali, Jerman maupun bahasa-bahasa dari negara-negara Eropa Timur pada saat berlangsungnya World City Heritage tahun 2008 mendatang cukup tinggi," jelasnya.

Etika.

Dalam setiap perjalanan wisata, kedudukan pemandu wisata (guide) merupakan ujung tombak yang dapat menentukan keberhasilan seluruh pelayanan rangkaian perjalanan wisata itu.
Suseno Hadiparwono mengatakan, etika adalah gabungan dari tiga hal yaitu ilmu pengetahuan tentang moral, prinsip-prinsip moral dan tata aturan perlaku manusia.

"Etika dan perilaku insan pariwisata mencakup pengertian bagaimana insan pariwisata itu berbuat dan bertingkah laku, batasan-batasan prinsip yang tidak boleh dilakukan oleh insan pariwisata dan batasan-batasan prinsip yang harus dilakukan oleh insan pariwisata," ungkapnya.

Dia mengatakan pada dasarnya, insan pariwisata sebagai tenaga profesional akan memberi pelayanan yang Prima, namun acap kali dalam memberi pelayanan timbul permasalahan bagaimana mengkomunikasikan etika pelayanan dengan tamu-tamu yang dilayani.

Ada beberapa etika pelayanan yang menurut Suseno kerap berlawanan dengan pribadi pemandu wisata. Sebagai contoh masalah yang bersifat pribadi (umur, agama dan status sosial), masalah kelompok, dan cara menikmati makanan dan minuman.

Tugas dari pemandu wisata yang baik adalah mengindetifikasi budaya, kebiasaan dan perilaku bangsa-bangsa. Ketika semua hal yang disebutkan di atas tidak dikuasai atau diketahui dengan baik, Suseno mengungkapkan pelayanan yang sudah dipersiapkan dengan baik bisa menjadi rusak.

"Perilaku insan pariwisata harus dapat ajur ajer dalam memberikan pelayanan yang prima sesuai dengan norma-norma Indonesia," ungkapnya.
 

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #5 · (Edited)
World Heritage Community (WHC) mengunjungi Candi Sukuh & Candi Cetho.

World Heritage Community (WHC) mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho, (23/5). Kunjungan dari WHC itu untuk melakukan survei terhadap tempat-tempat cagar budaya, yang nantinya akan dijadikan sebagai salah satu bahan dari sidang forum WHC, bulan Oktober 2008, di Solo.

Berdasarkan pantauan Joglosemar, setiba di Candi Sukuh, rombongan disuguhi makanan tradisional seperti thiwul, gathot serta minuman jahe. Kemudian dilanjutkan dengan suguhan tari-tarian.

Saat tiba di Candi Cetho, rombongan diberi penjelasan mengenai sejarah dari candi tersebut. ?Survei kunjungan dari WHC terhadap tempat-tempat cagar budaya, nantinya akan dijadikan sebagai salah satu bahan dari sidang tim WHC,? kata joko Suyanto, Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar. Ke depannya, obyek wisata Candi Cetho dan Sukuh bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata dengan taraf internasional.

Dia menambahkan adanya kunjungan dari rombongan WHC ini sekaligus sebagai ajang promosi bagi pariwisata Karanganyar. ?Meskipun dalam paket wisata nantinya kita masuk wilayah obyek wisata Solo, bukanlah suatu masalah. Karena, memang Solo lebih marketable, lebih bisa menjual.? (lea)
 

·
Enjoy di Joglosemar !
Joined
·
10,805 Posts
Discussion Starter · #6 · (Edited)
Museum Hidup Laweyan Sebagai Paket Wisata.

Nalika lelana, Abimayu kaget weruh kahanan Laweyan.
Laweyan sik biyen kondang kaloka tenkan manca, kok saiki koyo ngene…


Demikianlah petikan fragmen lakon Lampahipun Ki Badrananya oleh dalang Ki Sri Handono Wahyu Budaya dalam acara Selawenan di Grha Nikmat Rasa, Senin (19/5) lalu. Fragmen itu menceritakan tentang keheranan Abimayu terhadap kondisi Laweyan di zaman sekarang. Laweyan yang melesu.

Abimayu tidak sendirian. Dalam fragmen itu, Sri Handono juga menghadirkan tokoh Semar sebagai representasi zaman keemasan Laweyan. Sementara, tokoh Abimayu merupakan gambaran masyarakat sekarang sebagai pemegang kendali tujuan Laweyan. Lantas bagaimanakah dengan masa depan Laweyan?

“Pada masa mendatang kami akan membuat Laweyan menjadi museum hidup dengan menampilkan seluruh periodesasi perjalanan Kampung Batik ini,” ujar Alpha Febela, Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan.

Periode yang disebutkan Alpha adalah pada masa keemasan yang dimulai dari Ki Ageng Henis hingga periode Kebangkitan Nasional pada 1908-1911, dan pada periode ketiga saat zaman keruntuhan batik pada tahun 1970-an hingga sekarang ini. Inilah yang kemudian dijadikan brand image Laweyan The Central Batik Heritage of Java.

Perjalanan sejarah Laweyan inilah yang nantinya akan dihadirkan sebagai sebuah paket pariwisata yang menarik. Caranya? “Dengan mencari artefak-artefak seperti sungai, serta bentuk-bentuk bangunannya,” terangnya.
Lebih dari itu, dari segi non-fisik juga akan kembali ditumbuhkan, yakni kehidupan sosial pada masa lampau. Nantinya, masyarakat Laweyan akan mempraktikkan cara-cara membatik pada zaman mana pun. “Sehingga wisatawan dapat ikut merasakan bagaimana kehidupan Laweyan pada masa yang diinginkannya,” terangnya.

Kapitalisasi

Alpha mengatakan wisata dengan memotret kehidupan Laweyan pada tiga periode itu untuk mendongkrak kembali perekonomian Laweyan.
Tak dipungkiri, sebagai tempat kelahiran batik, Laweyan mengalami masa pasang surut. Pada masa awal perkembangan atau dimulai sejak zaman Ki Ageng Henis, disebut-sebut sebagai masa keemasan batik Laweyan.
Perkembangan Laweyan yang pesat itu tidak lepas dari letaknya yang strategis. Terutama faktor kelancaran transportasi. Pada masa kejayaannya, kampung Laweyan memiliki sebuah bandar sendiri, yakni Bandar Kabanaran. Dari bandar inilah semua aktifitas pengiriman barang berlangsung, karena bandar ini menghubungkan kali Laweyan dengan Bengawan Solo yang notabene alirannya hingga Gresik setelah melewati beberapa kota penting. Puncak keemasan ini terjadi pada abad ke 19 di mana peralatan batik cap ditemukan. Pada saat itu mulai bermunculan juragan-juragan besar yang bergelut di bidang batik.

Akan tetapi, sejarah pernah mencatat eksistensi Kampung Batik Laweyan berkali-kali dihempas oleh kekuatan luar yang menolak kekuatan ekonomis yang terbangun di sini. Dari segi gender, tentu saja ego kaum patriarki ingin menggeser dominasi kaum perempuan Mbok Mase dalam perannya memegang ekonomi. Ini terutama dilakukan oleh keraton sehingga mengakibatkan masyarakat Laweyan seperti dikucilkan dari lingkungan sekitarnya.

Konon, oleh keraton batik telah diambil alih dan digunakan sebagai status sosial. Misalnya, munculnya motif kawung (dari kata awang-awung) yang hanya boleh dikenakan oleh raja. Tetapi, karena inovasi dan kreasi masyarakat Laweyan mereka mampu menciptakan bentuk batik baru lagi, yakni batik Sandang dan batik Tejo. Ini terjadi pada abad ke-20.

Namun terakhir, ketika kapitalisme memasuki perkampungan santri ini, Kampung Batik Laweyan benar-benar tidak bisa berkutik. Kapitalisasi industri batik yang dilakukan oleh Orde Baru dengan mengundang investor asing dan juga menancapkan cakar-cakar kroninya di sekitar Laweyan. Sebenarnya tekanan yang lebih riil adalah munculnya teknologi printing yang mampu memproduksi batik lebih banyak sementara cap hanya sedikit saja.

Ikuti Periode

Agaknya kehidupan zaman itulah yang akan dihadirkan kembali sebagai sebuah paket wisata. “Untuk mencapai arah sana, nantinya rumah-rumah di Laweyan akan menjadi museum kecil yang menampilkan kekhasannya,” terang Alpha.
Oleh karena museum Laweyan ini terdiri dari tiga periode, maka nantinya penataan Kampung Batik ini juga mengikuti periode. Daerah-daerah mana saja yang akan menjadi periode keemasan, dan tempat yang mana cocok untuk representasi masa kehancuran.

“Inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan supaya tidak muncul kecemburuan, sehingga semua tempat nantinya akan dikunjungi secara merata dan ramai semua,” tegasnya.

Untuk pembangunan rumah ini, kabarnya Laweyan akan mendapat bantuan renovasi sebanyak 30-an rumah. Dana yang mengucur dari pemerintah ini, sebagaimana kabar yang didengar Alpha, sebesar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta setiap rumah. “Yang terpenting kehidupan di Laweyan ini bisa diceritakan dan divisualisasikan,” tegasnya.

Akan tetapi, timpal Gunawan Muh Nizar, Ketua Panitia acara Selawenan, mengaku prihatin dengan generasi masa kini. Karena, tidak jarang oleh sebab kesulitan ekonomi, banyak generasi Laweyan yang justru menjual perkakas khas Laweyan seperti sendok, alat cap batik, pinggan, dan benda lainnya ke pasar antik Triwindu.

Tentu saja ini menjadi kerepotan tersendiri. “Karenanya, kami—orang-orang Laweyan ini—sedang getol berburu barang-barang khas sini,” tukas pemilik butik Batik Putra Laweyan ini.

Laweyan The Central Batik Heritage of Java bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah ikon wisata Solo yang baru apabila benar-benar dikelola dan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dukungan semua pihak inilah yang nantinya akan juga membantu terealisasinya wisata yang ditargetkan rampung pada 2015 itu.
 

·
Registered
Joined
·
6,022 Posts
gantengscool, please read this announcement that I posted in the Forum FAQ thread.

OK, there are still far too many repetitive Solo threads even after I've merged a few threads here and there. I just merged "Let's go to Solo" with "City of Solo Part 3" in Nusantara. In the future:

- Solo skyscraper/property projects construction pics and proposal renderings etc. go to "[ SOLO ] Central Java's most promising city || Projects & Developments = Part 2 = "in Projects & Development

- General photos about Solo such as events, tourism related, existing buildings or scenery goes to the Nusantara thread ‎"City of SOLO Part III"

I hope that is sufficiently clear to everyone.
For the reason that the contents of this thread has already existed in the City of SOLO thread I have closed this thread. Your behaviour is verging on trolling and David and myself will not tolerate this further. It's good to be passionate about your city but you need to consider the interests of other forumers too. Many are annoyed that there's been countless threads about Solo, often with significant overlap particularly copy-and-paste news. Consider this your first warning. Any more attempt to open a new thread about Solo could lead to further action, including a ban.
 
1 - 7 of 7 Posts
Status
Not open for further replies.
Top