SkyscraperCity banner

6661 - 6680 of 6787 Posts

·
Registered
Joined
·
104 Posts
aku warga Tasik, feelng guilty jarang banget update huhu. sedih banget thread ini sepi sepeninggalnya Alm. Kang Jamal :(
 

·
Registered
Joined
·
882 Posts
Info :
Hotel Grand Cordela Tasikmalaya only 4 floors. Pengerjaan sudah sampai lantai 3 (pengecoran). Bukan 8 lantai.

Another info :
Ex hotel yudhanegara sudah dijual dan akan dibangun hotel lagi. Brand nya mungkin Aston atau Harper by Aston.
 

·
Registered
Joined
·
567 Posts
Ini pengembangan tugu koperasi, lokasinya di jalan M. Hatta yg mau ke Ciamis. Wacananya udah muncul sekitar setahun yang lalu oleh pemprov. Mudah mudahan segera dibangun, bisa nambah destinasi belanja baru di wilayah utara kota tasik
Oh ini tugu koperasi? Perasaan dulu render nya bukan yg ini kang?
 

·
Registered
Joined
·
19 Posts
Tasikmalaya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, investor mulai tertarik untuk berinvestasi membangun hotel Islami bergaya Spanyol di Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mendongkrak potensi pariwisata sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan yang akhirnya tumbuh perekonomian di daerah itu.

"Jadi nanti di sini akan ada hotel yang namanya Hotel Alhambra dengan konsep bangunannya seperti istana di Spanyol," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heryana saat peletakan batu pertama pembangunan Hotel Alhambra di Singaparna, Tasikmalaya, Jumat.

Ia menuturkan, Hotel Alhambra menjadi yang pertama hotel bintang empat dibangun di Kabupaten Tasikmalaya dengan konsep nuansa Islami, sehingga menjadi daya tarik tersendiri yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Tasikmalaya.

Selama ini, lanjut dia, hotel berbintang banyak berdiri di Kota Tasikmalaya, padahal potensi pariwisata lebih banyak di Kabupaten Tasikmalaya, untuk itu Hotel Alhambra yang berada di ibu kota kabupaten bisa menjadi pilihan wisatawan untuk menginap dengan suasana Islami.

"Sekarang yang banyak hotel itu di Kota Tasikmalaya, nanti kedepannya ini wisatawan akan menginap di hotel ini, di Kabupaten Tasikmalaya," kata Nana.

Nana yang menjadi pejabat definitif Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tasikmalaya menyatakan, pemerintah daerah terbuka bagi investor untuk membuka usaha perhotelan dengan tetap mengedepankan tata nilai islami, dan menjaga nama daerah sebagai kota pesantren.

Ia berharap, hotel berbintang yang akan dibangun megah berlantai 10 itu bisa menumbuhkan perekonomian daerah, sekaligus menyerap tenaga kerja sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

"Pembangunan hotel ini akan meningkatkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, dengan adanya hotel ini akan menampung tenaga kerja yang sangat besar," katanya.

Perwakilan dari PT Usaha Saparakanca investor yang akan membangun Hotel Alhambra di Tasikmalaya, Gita menyampaikan, pembangunan hotel berlantai 10 itu akan dilengkapi berbagai fasilitas yang nyaman dan menunjang untuk berbagai kegiatan.

Ia berharap, pembangunan hotel itu bisa berkontribusi untuk menumbuhkan perekonomian, dan juga sektor pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan dengan dibangunnya hotel dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan menyediakan akomodasi, memfasilitasi pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya," kata Gita.

Sesepuh perusahaan PT Usaha Saparakanca, Anton Charliyan menambahkan, sengaja diberi nama Alhambra disesuaikan dengan konsep hotel Islami yang memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi pengunjung maupun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Nama tersebut, kata dia, terinspirasi dari sebuah istana di Spanyol yang telah membuktikan kejayaan Islam pada zaman dulu di negara itu, bahkan saat ini menjadi salah satu pusat kunjungan wisata terbesar di Eropa.

"Kami jadikan sebuah nama hotel ini untuk mengenang kejayaan Islam di Eropa. Di Tasik sebagai salah satu hotel perdana bisa mewarisi kejayaan Islam, karena Tasik dikenal sebagai kota pensantren," kata mantan Kapolda Jabar itu.

Akhirnya Kabupaten Tasik kecipratan hotel juga. :love:
 

·
Registered
Joined
·
567 Posts
Tasikmalaya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, investor mulai tertarik untuk berinvestasi membangun hotel Islami bergaya Spanyol di Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mendongkrak potensi pariwisata sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan yang akhirnya tumbuh perekonomian di daerah itu.

"Jadi nanti di sini akan ada hotel yang namanya Hotel Alhambra dengan konsep bangunannya seperti istana di Spanyol," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heryana saat peletakan batu pertama pembangunan Hotel Alhambra di Singaparna, Tasikmalaya, Jumat.

Ia menuturkan, Hotel Alhambra menjadi yang pertama hotel bintang empat dibangun di Kabupaten Tasikmalaya dengan konsep nuansa Islami, sehingga menjadi daya tarik tersendiri yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Tasikmalaya.

Selama ini, lanjut dia, hotel berbintang banyak berdiri di Kota Tasikmalaya, padahal potensi pariwisata lebih banyak di Kabupaten Tasikmalaya, untuk itu Hotel Alhambra yang berada di ibu kota kabupaten bisa menjadi pilihan wisatawan untuk menginap dengan suasana Islami.

"Sekarang yang banyak hotel itu di Kota Tasikmalaya, nanti kedepannya ini wisatawan akan menginap di hotel ini, di Kabupaten Tasikmalaya," kata Nana.

Nana yang menjadi pejabat definitif Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tasikmalaya menyatakan, pemerintah daerah terbuka bagi investor untuk membuka usaha perhotelan dengan tetap mengedepankan tata nilai islami, dan menjaga nama daerah sebagai kota pesantren.

Ia berharap, hotel berbintang yang akan dibangun megah berlantai 10 itu bisa menumbuhkan perekonomian daerah, sekaligus menyerap tenaga kerja sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

"Pembangunan hotel ini akan meningkatkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, dengan adanya hotel ini akan menampung tenaga kerja yang sangat besar," katanya.

Perwakilan dari PT Usaha Saparakanca investor yang akan membangun Hotel Alhambra di Tasikmalaya, Gita menyampaikan, pembangunan hotel berlantai 10 itu akan dilengkapi berbagai fasilitas yang nyaman dan menunjang untuk berbagai kegiatan.

Ia berharap, pembangunan hotel itu bisa berkontribusi untuk menumbuhkan perekonomian, dan juga sektor pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan dengan dibangunnya hotel dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan menyediakan akomodasi, memfasilitasi pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya," kata Gita.

Sesepuh perusahaan PT Usaha Saparakanca, Anton Charliyan menambahkan, sengaja diberi nama Alhambra disesuaikan dengan konsep hotel Islami yang memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi pengunjung maupun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Nama tersebut, kata dia, terinspirasi dari sebuah istana di Spanyol yang telah membuktikan kejayaan Islam pada zaman dulu di negara itu, bahkan saat ini menjadi salah satu pusat kunjungan wisata terbesar di Eropa.

"Kami jadikan sebuah nama hotel ini untuk mengenang kejayaan Islam di Eropa. Di Tasik sebagai salah satu hotel perdana bisa mewarisi kejayaan Islam, karena Tasik dikenal sebagai kota pensantren," kata mantan Kapolda Jabar itu.

Akhirnya Kabupaten Tasik kecipratan hotel juga. :love:
Wooww mantappp.... 10 lantai di singaparna.....🍻🍻🍺
 

·
Registered
Joined
·
337 Posts
Tasikmalaya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, investor mulai tertarik untuk berinvestasi membangun hotel Islami bergaya Spanyol di Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mendongkrak potensi pariwisata sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan yang akhirnya tumbuh perekonomian di daerah itu.

"Jadi nanti di sini akan ada hotel yang namanya Hotel Alhambra dengan konsep bangunannya seperti istana di Spanyol," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heryana saat peletakan batu pertama pembangunan Hotel Alhambra di Singaparna, Tasikmalaya, Jumat.

Ia menuturkan, Hotel Alhambra menjadi yang pertama hotel bintang empat dibangun di Kabupaten Tasikmalaya dengan konsep nuansa Islami, sehingga menjadi daya tarik tersendiri yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Tasikmalaya.

Selama ini, lanjut dia, hotel berbintang banyak berdiri di Kota Tasikmalaya, padahal potensi pariwisata lebih banyak di Kabupaten Tasikmalaya, untuk itu Hotel Alhambra yang berada di ibu kota kabupaten bisa menjadi pilihan wisatawan untuk menginap dengan suasana Islami.

"Sekarang yang banyak hotel itu di Kota Tasikmalaya, nanti kedepannya ini wisatawan akan menginap di hotel ini, di Kabupaten Tasikmalaya," kata Nana.

Nana yang menjadi pejabat definitif Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tasikmalaya menyatakan, pemerintah daerah terbuka bagi investor untuk membuka usaha perhotelan dengan tetap mengedepankan tata nilai islami, dan menjaga nama daerah sebagai kota pesantren.

Ia berharap, hotel berbintang yang akan dibangun megah berlantai 10 itu bisa menumbuhkan perekonomian daerah, sekaligus menyerap tenaga kerja sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

"Pembangunan hotel ini akan meningkatkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, dengan adanya hotel ini akan menampung tenaga kerja yang sangat besar," katanya.

Perwakilan dari PT Usaha Saparakanca investor yang akan membangun Hotel Alhambra di Tasikmalaya, Gita menyampaikan, pembangunan hotel berlantai 10 itu akan dilengkapi berbagai fasilitas yang nyaman dan menunjang untuk berbagai kegiatan.

Ia berharap, pembangunan hotel itu bisa berkontribusi untuk menumbuhkan perekonomian, dan juga sektor pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan dengan dibangunnya hotel dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan menyediakan akomodasi, memfasilitasi pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya," kata Gita.

Sesepuh perusahaan PT Usaha Saparakanca, Anton Charliyan menambahkan, sengaja diberi nama Alhambra disesuaikan dengan konsep hotel Islami yang memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi pengunjung maupun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Nama tersebut, kata dia, terinspirasi dari sebuah istana di Spanyol yang telah membuktikan kejayaan Islam pada zaman dulu di negara itu, bahkan saat ini menjadi salah satu pusat kunjungan wisata terbesar di Eropa.

"Kami jadikan sebuah nama hotel ini untuk mengenang kejayaan Islam di Eropa. Di Tasik sebagai salah satu hotel perdana bisa mewarisi kejayaan Islam, karena Tasik dikenal sebagai kota pensantren," kata mantan Kapolda Jabar itu.

Akhirnya Kabupaten Tasik kecipratan hotel juga. :love:
Wow keren singaparna apa sasaran nya untuk para orang tua yang anak nya pesantren di cipasung ya? Kan banyak dari luar kota tuh
 

·
Registered
Joined
·
134 Posts
Info :
Hotel Grand Cordela Tasikmalaya only 4 floors. Pengerjaan sudah sampai lantai 3 (pengecoran). Bukan 8 lantai.

Another info :
Ex hotel yudhanegara sudah dijual dan akan dibangun hotel lagi. Brand nya mungkin Aston atau Harper by Aston.

sayang bgt lokasi premium tengah kota tapi cuma 4 lantai. padahal kalo tingginya 8 lantai bakal head to head sama santika dan horison jadi ngumpul midrise disitu.

semoga bekas hotel yudanegara cepet dibangun hotel baru juga biar makin padet hotel disitu
 
6661 - 6680 of 6787 Posts
Top