Skyscraper City Forum banner
1 - 17 of 17 Posts

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #1 ·
General Info

  • IATA : TJS

  • ICAO : WAQD

  • Province : KALIMANTAN UTARAAddress : Jl. Ulin No. 118 , Kel. Tanjung Selor Ilir/Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan (Bulongan), Kalimantan Utara, 77212

  • Telephone : +62 552 21194

  • Fax : +62 552 22470

  • Telex :



  1. 680,00 km From : Kota Samarinda
  2. 1,08 km From Provincial Capital : Kab. Bulungan (Bulongan), Kalimantan Utara
  3. 1.541,96 km From Country Capital : Kota Jakarta, DKI Jakarta

  • Longitude : 117.378889; 117° 22' 44" BT

  • Latitude : 2.841389; 2° 50' 29" LU

  • Elevation : 3,00 mdpl (9,84 ft dpl)

  • Category : Domestik Airport

  • Class : Kelas III

  • Hajj Airport : Tidak

  • Operator : Unit Penyelenggara Bandar Udara

  • Operation Hour : HS - OR

  • Operated Aircraft : ATR-72

  • LLU Services : AFIS

  • Meteorology Services : Ada

  • DPPU Services : Tidak Ada

  • Internet Services : Ada

  • Public Facilities : Kantin

  • Public Transportation : Angkutan Umum

http://hubud.dephub.go.id/?id/bandara/detail/73
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #11 · (Edited)
Air-Side Facilities​
Landas Pacu / Runway
Runway #1
Ukuran / Dimension : 1.600 m x 30 m
Total Area : 48.000 m2
Konstruksi / Surface : Aspal Hotmix
Azimuth : 03-21
Landas Hubung / Taxiway
Taxiway #1
Ukuran / Dimension : 47 m x 15 m
Total Area : 698 m2
Konstruksi / Surface : Aspal Hotmix
PCN : 19/F/C/Y/T
Taxiway #2
Ukuran / Dimension : 47 m x 15 m
Total Area : 698 m2
Konstruksi / Surface : Aspal Hotmix
PCN : 19/F/C/Y/T
Landas Parkir / Apron
Apron #1
Ukuran / Dimension : 105 m x 65 m
Total Area : 6.825 m2
Konstruksi / Surface : Aspal Hotmix
PCN :
Capacity : ATR 72
Landas Putar / Turning Area
Turning Area #1
Ukuran / Dimension : 0 m x 0 m
Total Area : 0 m2
Konstruksi / Surface : Tidak Terdefinisi
PCN :
Daerah Henti / Stop Way
Stop Way #1
Ukuran / Dimension : 60 m x 30 m
Total Area : 1.800 m2
Konstruksi / Surface : Batu Cadas
PCN :
Daerah RESA
RESA #1
Ukuran / Dimension : 0 m x 0 m
Total Area : 0 m2
Konstruksi / Surface : Tidak Terdefinisi
Strip Landasan Pacu / Runway Strip
Strip #1
Ukuran / Dimension : 1.600 m x 150 m
Total Area : 240.000 m2
Konstruksi / Surface : Rumput
Hanggar
Hanggar #1
Ukuran / Dimension : 0 m x 0 m
Total Area : 0 m2
Konstruksi / Surface :
PCN :
Capacity :

http://hubud.dephub.go.id/?id/bandara/detail/73
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #12 ·
Land-Side Facilities​

Terminal
Passenger Terminal #1
Category : VIP
Ukuran / Dimension : 7 m x 7 m
Total Area : 49 m2
Capacity : 25 People(s)
Departure Lounge : 0 m x 0 m
Departure Lounge Total Area : 0 m2
Arrival Lounge : 0 m x 0 m
Arrival Lounge Total Area : 0 m2
Passenger Terminal #2
Category : Domestik
Ukuran / Dimension : 24 m x 30 m
Total Area : 720 m2
Capacity : 150 People(s)
Departure Lounge : 8 m x 7 m
Departure Lounge Total Area : 56 m2
Arrival Lounge : 7 m x 13 m
Arrival Lounge Total Area : 91 m2
Cargo
Cargo #1
Ukuran / Dimension : 0 m x 0 m
Total Area : 0 m2

http://hubud.dephub.go.id/?id/bandara/detail/73
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #14 ·
AH MANTAPNYA INI..!! Untuk Ini, Kemenhub Gelontorkan Rp 50,5 M​

PENGEMBANGAN Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara. Bahkan, ditargetkan bandara di ibu kota Kaltara ini ke depan bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar.

Namun, agar Bandara Tanjung Harapan bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti jenis Boeing, landasan pacu bandara perlu diperpanjang hingga 2.500 meter. Panjang landasan yang ada saat ini baru mencapai 1.600 meter.

Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Andi Nasuha menyebut, untuk bisa mencapai pengembangan yang diinginkan, maka perlu dilakukan perluasan bandara. Untuk memenuhinya diperlukan lahan sekitar 280 hektare.

Namun, yang masih jadi kendala adalah proses pembebasan lahan yang hingga kini belum selesai. “Sebetulnya kewenangan membebaskan lahan yang dibutuhkan bandara itu ada di Pemkab Bulungan sesuai dengan MoU yang dibuat sekitar tahun 2015. Tetapi sampai saat ini tidak bisa terealisasi, mungkin karena kondisi keuangan,” ujar Andi, Senin (21/5) lalu.

Terkait hal itu, Andi menyatakan Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan dana sebesar Rp 50,5 miliar untuk membantu pembebasan lahan serta perpanjangan landasan pacu. Hanya saja, Kemenhub tidak bisa memberikan anggaran jika persoalan lahan belum diselesaikan. Untuk itu, yang dibutuhkan saat ini adalah data terkait siapa saja pemilik lahan yang akan dibebaskan, termasuk bukti kepemilikan lahannya.

“Rencananya, pekan ini akan dibicarakan lagi mengenai kejelasan pembiayaan dan pengembangan bandara,” tuturnya. Rencananya, kejelasan pembiayaan dan pengembangan bandara itu akan dibicarakan lagi pekan ini di Tanjung Selor.

Dalam anggaran tersebut, Kemenhub juga mengalokasikan dana untuk perpanjangan landasan pacu sekitar 100 meter. Andi mengatakan, pihaknya meminta panjang landasan pacu ditambah sekitar 400 meter.

“Tapi, itu belum bisa karena belum bisa dipastikan apakah bisa dilakukan tahun ini, karena kalau dianggarkan untuk 400 meter, ternyata tidak terlaksana kan akan jadi Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran). Kalau lahan sudah beres, kemungkinan anggaran bisa ditambah untuk perpanjangan landasan pacu hingga 400 meter,” jelasnya.

Perpanjangan landasan pacu Bandara Tanjung Harapan sendiri akan dilakukan dua arah, yakni ke arah utara dan selatan. Mendukung pengembangan ke arah utara, pemprov sudah melaksanakan pemotongan bukit dan ruas Jalan Agatis. Sementara, perpanjangan ke arah selatan akan dibuat sodetan khusus agar konstruksi landasan bisa menyeberangi sungai di sebelah selatan landasan pacu tersebut.

“Bahkan, lebar landasan pacu bandara saat ini sudah diubah dari 30 meter menjadi 40 meter,” tutupnya.

http://bulungan.prokal.co/read/news/12927-ah-mantapnya-ini-untuk-ini-kemenhub-gelontorkan-rp-505-m
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #15 ·
Penerbangan Bertambah, Picu Pertumbuhan Ekonomi​


Sejarah baru kembali terukir di Tanjung Selor. Menyusul semakin meningkatnya infrastruktur Bandar Udara (Bandara) Tanjung Harapan, pesawat berbadan lebih besar pun semakin banyak yang berminat masuk. Setelah sebelumnya Wings Air dengan pesawat ATR-72 seri 400, kemarin (9/8) giliran NAM Air dengan pesawat ATR-72 seri 600 mendarat di bandara yang berada di ibukota provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Direktur Komersil NAM Air, Franky Gan berkesempatan ikut penerbangan perdana dari Balikpapan-Tanjung Selor. Pesawat yang dibawa oleh Pilot In Command (PIC) Fransisco Redi, dengan First Officer (FO) Okke Adendry dan FO Oky Triwibowo itu mendarat dengan mulus di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor sekitar pukul 07.30 Wita.

Disampaikan Gubernur, hadirnya penerbangan ini diharapkan bisa menekan ongkos yang dikeluarkan calon penumpang. Sebab, lazimnya sebelum ikut penerbangan rute langsung dari Tanjung Selor ke Balikpapan ataupun sebaliknya. “Warga Malinau dan Tana Tidung juga bisa menjadikan Bandara Tanjung Harapan sebagai pusat untuk mengakses daerah-daerah di luar Kaltara. Saya berharap masyarakat bisa ikut mendukung suksesnya penerbangan ini,” ujar Irianto dalam acara seremoni penerbangan perdana di Apron Bandara Tanjung Harapan.

Irianto menjelaskan, mengupayakan maskapai NAM Air untuk mendarat di Tanjung Selor memiliki proses yang cukup panjang. Hal itu, telah dilakukan dari April 2017. Gubernur melakukan komunikasi secara nonformal kepada sejumlah petinggi yanga ada di Sriwijaya Air Group. “Tidak sampai disitu, pada Februari tahun ini kita kembali menyurati Sriwijaya Air Group dan pada April 2018 kita diundang ke Singapura untuk melihat pameran dirgantara di sana. Pada acara itu, telah kita langsung bertemu dengan CEO Sriwijaya Air Group, Chandra Lie,” jelasnya.

Selanjutnya, Sriwijaya Air Group melakukan survei berbulan-bulan di Kaltara dan kembali mendiskusikannya di Jakarta. Bagi Irianto, untuk meyakinkan orang itu bukan perkara mudah, butuh perjuangan panjang agar orang tersebut percaya terhadap apa yang ditawarkan. “Akhirnya, alhamdulillah, perjuangan itu membuahkan hasil dan patut kita syukuri bersama,” ujar Irianto.

Menurutnya, terbukanya konektivitas udara di ibukota Kaltara akan memberikan dampak positif. Salah satunya akan mengundang masyarakat untuk datang ke Tanjung Selor, khususnya investor. Tentu dengan banyaknya orang masuk ke Tanjung Selor, akan membuat ekonomi di Tanjung Selor lebih bergairah. “Ini akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi kita. Kita berharap tidak hanya dua maskapai ini (NAM Air dan Wings Air) yang beroperasi di Tanjung Selor, tetapi juga yang lain harus berpartisipasi,” paparnya.

Untuk diketahui, ekonomi di Provinsi Kaltara pada triwulan II 2018 tumbuh 4,63 persen dibanding triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Sementara, jika dibandingkan triwulan I-2018, kali ini dalam triwulan II-2018 berhasil tumbuh sebesar 0,24 persen (q-to-q).

Data ini, sesuai dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim-Kaltara. Dalam data tersebut, juga menyebutkan, secara komulatif semester I-2018 dibandingkan semester I-2017 ekonomi provinsi bungsu ini berhasil tumbuh 5,12 persen (c-to-c).

Gubernur mengatakan, masih sesuai data dari BPS, kinerja ekonomi Kaltara secara q-to-q atau perbandingan semester I-2017 dengan semester I-2018 yang tumbuh 5,12 persen itu, paling banyak disumbangkan oleh lapangan usaha penyediaan listrik dan gas. Dengan persentase sebanyak 15 persen. Lalu diikuti lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 10,28 persen. “Secara keseluruhan seluruh kategori lapangan usaha pembentuk PDRB tumbuh positif secara komulatif selama triwulan I hingga triwulan II-2018,” kata Gubernur mengutip berita resmi BPS yang dirilis pada 6 Agustus 2018.

PDRB Kaltara atas dasar harga berlaku mencapai Rp 20,98 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 14,08 triliun. “Untuk sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dari Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas, sebesar 15,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Irianto. Sedangkan sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini berasal dari Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,10 persen.

Dari sisi pengeluaran dibandingkan tahun 2017 pada periode yang sama, pertumbuhan tertinggi dari komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 24,93 persen. “Sedangkan untuk triwulan ini dari komponen Ekspor Luar Negeri memberi andil sebesar 4,48 persen,” ujarnya.

USULKAN RUTE MALINAU–TANJUNG SELOR

Dalam kesempatan kemarin, Gubernur mengusulkan kepada pihak maskapai NAM Air, untuk membuka rute penerbangan dari Tanjung Selor-Malinau. Sejauh ini, Malinau-Tanjung Selor hanya ditempuh lewat jalur darat dan air.

Terkait dengan usulan Gubernur untuk membuka rute dari Tanjung Selor ke Malinau, Direktur Komersil NAM Air Franky Gan mengungkapkan, akan mengupayakannya. Namun untuk saat ini, pihaknya akan melihat terlebih dahulu antusias masyarakat Kaltara. “Jika masyarakat mendukung, maka akan kita buka rute penerbangan dari Tanjung Selor ke Malinau dan beberapa wilayah Kaltara lainnya,” katanya0.

Franky optimis, masyarakat Kaltara akan mendukung beroperasinya maskapai NAM Air. Hal ini, lanjutnya terlihat dari penerbangan perdana saat ini, bahwa pesawat jenis ATR 72-600 itu sudah dipenuhi oleh penumpang dari Tanjung Selor. “Kita yakin masyarakat Kaltara dapat mendukung itu. Hal ini terlihat pada saat penerbangan perdana saat ini seat kita sudah terpenuhi 90 persen,” tuntasnya. Ke Kaltara, selain Balikpapan-Tanjung Selor, pada hari yang sama kemarin, juga dilakukan penerbangan perdana NAM Air Malinau-Balikpapan.

http://www.kla.id/penerbangan-bertambah-picu-pertumbuhan-ekonomi/
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #16 ·
Runway Bandara Tanjung Harapan Diperpanjang, Pemprov Target Industri Pariwisata Meningkat​

Landasan pacu atau runway bandar udara (bandara) Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara bakal diperpanjang lagi 250 meter tahun ini hingga mencapai 1.850 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid menjelaskan, rencana pengembangan tersebut sudah dipaparkan Kepala Bandara Tanjung Harapan kepada Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

"Saya tidak tahu persis anggaran yang dibutuhkan. Tetapi pihak bandara informasinya sudah mengusulkan kebutuhan anggaran perpanjangan itu ke Kementerian Perhubungan," kata Taupan Majid saat disua Tribunkaltim.co di kantornya, Kamis (3/1/2019).

Sejauh ini Kementerian Perhubungan mempersyaratkan jika ingin membantu anggaran perpanjangan sisi udara, lahan pengembangan bandara sudah harus clean and clear

"Artinya sudah kita bebaskan. Sudah jadi milik pemerintah, baru mau Kementerian Perhubungan membantu anggaran," katanya.

Untuk perpanjangan landasan lacu sepanjang 250 meter ke utara, diperlukan tambahan lahan seluas 30 hektare. Gubernur kata Taupan, berkomitmen akan membantu bandara Tanjung Harapan agar rencana perpanjangan landasan pacunya dapat direalisasikan tahun ini.

"Ya, Pak Gubernur rencananya akan membantu alokasi anggaran Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan 30 hektare itu," katanya.

Sebagian besar lahan 30 hektare yang dibutuhkan, harus membebaskan lahan milik masyarakat. Bandara Tanjung Harapan sebut Taupan mendapatkan alokasi anggaran dalam DIPA Tahun 2019 sebesar Rp 17 miliar, tetapi bukan untuk perpanjangan landasan lacu.

"Informasi dari Kepala Bandara, anggaran itu untuk peningkatan standar keamanan bandara," ujarnya.

Komitmen Gubernur untuk membantu pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk perpanjangan landasa pacu Tanjung Harapan menjadi 1.850 meter, untuk melancarkan arus barang dan orang dari dan ke Tanjung Selor. Dengan begitu, ia optomistis pertumbuhan ekonomi makin bisa terpacu.

"Pak Gubernur yakin dengan makin berkembangnya bandara, daerah ini tumbuh. Setelah sebelumnya menargetkan pesawat ATR-72 mendarat, Alhamdulillah sudah terealisasi. Sekarang bagaimana pesawat tipe Bombardier bisa masuk. Garuda punya pesawat itu," ujarnya.

"Kalau Garuda masuk, banyak sektor yang akan tumbuh. Salah satunya adalah pariwisata. Ini akan mempengaruhi industri pariwisata di sini makin baik. Belum lagi sektor lainnya," kata Taupan.

http://kaltim.tribunnews.com/2019/0...-pemprov-target-industri-pariwisata-meningkat
 

·
Registered
Joined
·
1,230 Posts
Discussion Starter · #17 ·
Pengembangan Bandara Tanjung Harapan, Masih Terkendala Pembebasan Lahan​


Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Tanjung Harapan di Tanjung Selor, Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) masih terus dilakukan. Salah satunya perpanjangan runway(landasan pacu). Namun, sebelum itu dilakukan, lahan dari fasilitas umum tersebut harus dibebaskan terlebih dahulu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, untuk membicarakan persoalan rencana pengembangan Bandara Tanjung Harapan itu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Pak Gubernur sudah menyampaikan bahwa yang diharapkan itu, Kemenhub bisa fokus (mengucurkan anggaran, Red) ke Bandara Tanjung Harapan,” ujar Taupan kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.

Jika bisa, Kemenhub melakukan revisi penyaluran anggaran sebesar Rp 80 miliar yang dikucurkan ke Long Bawan tersebut. Karena untuk Bandara Tanjung Harapan ini berbicara soal Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor.

“Tapi kementerian sudah mencatat usulan itu, dengan adanya Inpres 9/2018, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan KBM akan di-support dengan baik, jadi tidak ada alasan untuk tidak membantu percepatan KBM ini,” katanya.

Saat ini masih ada sekitar 30 hektare lahan masyarakat di wilayah bandara tersebut yang belum dibebaskan. Dari jumlah itu, tujuh hektare di antaranya masuk dalam pagar bandara. Ini yang diharapkan didukung oleh pusat, meskipun tidak sepenuhnya, setidaknya bisa setengahnya.

“Pak Gubernur sempat mengatakan, kita juga berkorban untuk pembebasan lahan ini. Kalau satu hektare dibayar Rp 1 miliar, artinya penyelesaiannya dibutuhkan sekitar Rp 30 miliar. Untuk ini kita siap kalau Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar,” tuturnya.

Upaya masih terus dilakukan agar anggaran dari pusat bisa cepat turun untuk pengembangan bandara tersebut. Saat ini, pihaknya meminta kepada pihak bandara untuk mempersiapkan semua data yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan. Karena, sepanjang data sudah siap, prosesnya bisa lebih mudah.

“Nah, itu (data, Red) sudah disampaikan pak Faisal (Kepala Bandara Tanjung Harapan). Usulannya sekitar Rp 200 miliar untuk keseluruhan. Saya rasa kalau kita bisa dapat sebagiannya, itu sudah lumayan,” sebutnya.

Pastinya, harus tetap fokus untuk persiapannya. Sedangkan dari segi pembebasan lahan, itu ada jaminan. Karena tahun 2018 sudah dibuatkan perencanaannya sebagai salah satu syarat dilakukannya pembebasan lahan. “Jadi, kalau lahan sudah clear and clean, baru mereka (pusat) terjun langsung untuk pendanaan,” pungkasnya.

https://www.airmagz.com/39395/penge...arapan-masih-terkendala-pembebasan-lahan.html
 
1 - 17 of 17 Posts
Top